Identitas wanita ditemukan tewas terbakar di pos ronda Jalan Raya Purwodadi-Semarang, Kebonagung, Demak belum diketahui. Polisi ungkap sejumlah kendalanya.
Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma, mengatakan kendalanya yakni korban ditemukan tanpa identitas. Selain itu, hingga kini belum ada keluarga yang merasa kehilangan.
"Untuk korban belum ada identitas yang pada saat ditemukan tidak ada identitas, kemudian belum ada juga keluarga yang mengakui untuk merasa kehilangan," kata Arlan kepada detikJateng di Mapolsek Kebonagung, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengatasi kendala itu, Arlan menyebut pihaknya terus melakukan pendalaman melalui sidik jari korban.
"Saat ini kita masih melakukan pendalaman terkait dengan sidik jari dari korban dan kami mohon doa dari seluruh masyarakat semoga mudah-mudahan untuk korban segera terungkap identitasnya," imbuhnya.
Arlan juga menyampaikan bahwa pencarian pelaku juga mengalami sejumlah kendala karena polisi tidak punya cukup banyak petunjuk dan alat bukti.
"Untuk pelaku saat ini kita masih masih melakukan penyelidikan karena masih terkait dengan keterbatasan dari informasi dan petunjuk ataupun alat bukti," beber Arlan.
Kendati demikian, Arlan menuturkan pihaknya dibantu tim dari Jatanras Polda Jawa Tengah terus menyisir dan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
"Untuk saat ini kami dari Polres Demak, Satreskrim Polres Demak, kemudian Polsek Kebonagung dan dari Jatanras Polda Jawa Tengah, saat ini masih bekerja untuk melakukan penyisiran dan penyelidikan lanjutan guna mengungkap tindak pidana ini," kata Arlan.
Langkah yang dilakukan polisi untuk memburu pelaku di antaranya pemeriksaan saksi. Arlan menyampaikan sudah ada tujuh orang yang diperiksa.
"Untuk saat ini saksi yang sudah kita periksa sebanyak tujuh orang, ada yang dari warga sekitar, ada juga dari beberapa warga di daerah lain," ujar Arlan.
Kamera pengawas atau CCTV juga tak luput dari perhatian. Menurut Arlan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap CCTV untuk mencari pelaku.
"Untuk pemeriksaan CCTV sudah kita lakukan penelusuran dan kita sudah koordinasi dengan Dishub terkait dengan CCTV. Tapi kita masih melakukan pendalaman terkait untuk pengolahan CCTV untuk objek-objek yang digunakan ataupun ya yang diduga sebagai pelaku ini," jelas Arlan.
Arlan menyampaikan hasil autopsi mengungkap ada satu luka tajam pada kepala korban yang mengakibatkan kematian. Selain itu, ditemukan pula dua luka benda tumpul yang juga di bagian kepala.
"Luka tajam ada satu yaitu luka pada kepala bagian kiri di mana menyebabkan patah tulang tengkorak bagian kiri hingga ke belakang. Untuk luka akibat benda tumpul ini terdapat dua luka yaitu di mana terdapat luka robek di kepala bagian sebelah kanan," kata Arlan.
Diberitakan sebelumnya, mayat wanita tanpa identitas ditemukan dalam kondisi terbakar di pos ronda Dukuh Wareng RT 5 RW 3, Desa/Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak hari Selasa (1/9) sekitar pukul 04.00 WIB.
Diduga korban merupakan korban pembunuhan dan sudah tewas sebelum dibakar. Ps Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo mengatakan ciri-ciri korban tersebut yaitu perempuan usia kurang lebih 40 tahun dengan tinggi badan sekitar 147 cm dengan perawakan pendek sedikit gemuk.
"Pakaian ini ada baju hijau ukuran S, handuk merek Pamelo warna biru, celana 3/4 warna hitam bergambar logo Pain dalam serial Naruto. Kaos kaki krem ada stiker gambar kepala beruang. Sandal slop warna hitam merek Lauvo nomor 37," terang Rudi, Selasa (1/9).
Rudi menyebut hasil autopsi mengungkap bahwa luka tajam berupa tusukan menjadi sebab kematian korban. Akibat luka ini, tulang tengkorak korban hingga mengalami patah.
"Penyebab kematian luka tusuk di bagian kepala belakang yang mengakibatkan patahnya tulang tengkorak," ungkap Rudi.
