Aliansi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang mengatasnamakan BEM Semarang Raya menggelar aksi di Jalan Pemuda, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Mahasiswa yang membawa lima tuntutan bertajuk Panca Tuntutan Rakyat (Pantura) itu dihadang menuju ke Tugu Muda.
Pantauan detikJateng pukul 16.30 WIB di Jalan Pemuda, tampak mahasiswa yang mengenakan almamater masing-masing perguruan tingginya itu berada di sekitar DP Mall.
Terlihat ada mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Katolik Soegijapranata (Unika), Universitas Semarang (USM), dan berbagai kampus lainnya.
Mahasiswa yang telah melakukan longmarch itu semula hendak berdemonstrasi di Tugu Muda, tetapi petugas kepolisian telah berjaga memasang pertahanan sebelum mahasiswa mencapai Tugu Muda.
"Silakan menyampaikan aspirasi di sini. 900 mahasiswa tentunya akan mengganggu perlintasan. Masyarakat tidak boleh terganggu aktivitasnya," ucap salah satu pihak kepolisian kepada para mahasiswa di Jalan Pemuda, Rabu (26/8/2026).
Para mahasiswa pun menyerukan 'buka jalannya'. Beberapa dari mereka menyampaikan orasi di atas mobil komando (mokom) yang berhenti di depan jalan menuju Tugu Muda.
Perwakilan BEM Universitas Diponegoro (Undip), Fadhil Zikra mengatakan, sebelumnya mahasiswa telah berjalan kaki dari sekitar Mall Paragon. Namun sebelum sampai ke Tugu Muda, mereka dihadang oleh pihak kepolisian.
"Kami ingin menyampaikan permasalahan yang hari ini dialami di Jawa Tengah. Tapi pada kesempatan hari ini kami dihalangi oleh aparat penegak hukum di sini tanpa dasar hukum yang jelas," kata Fadhil kepada detikJateng.
"Dasar hukum yang diberikan adalah empiris bahwasanya kita mengganggu masyarakat yang ada di Semarang hari ini. Padahal kami hari ini hanya ingin berorasi dan menyampaikan campaign di Bundaran Tugu Muda," lanjutnya.
Ia mengatakan, mahasiswa telah menyiapkan berbagai skema agar demonstrasi di Tugu Muda tidak menyebabkan kemacetan yang parah.
"Tapi kami saat ini difitnah seakan-akan kami akan memblokade secara fatal di jantung vital kota Semarang," ucapnya.
"Yang kami berikan pemberitahuannya terhadap kepolisian adalah ke Tugu Muda, dan hari ini tidak sesuai dengan apa yang kami beritahukan kepada kepolisian," lanjutnya.
Adapun, tuntutan 'Pantura' yang dibawa mahasiswa yakni menuntut agar harga BBM turun dan menstabilkan nilai rupiah, kembalikan TNI dan Polri ke fungsi yang sebenarnya, evaluasi total MBG dan KDMP atau program-program yang populis, kembalikan tanah kepada rakyat, dan pemberhentian KKN di pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Tuntutannya ada lima, masih sama seperti kala lalu, Panca Tuntutan Rakyat," ucapnya.
Tampak mahasiswa sempat terlibat aksi dorong-mendorong dengan pihak kepolisian sekitar pukul 16.48 WIB. Namun mahasiswa tetap tak bisa menuju ke Tugu Muda.
Simak Video "Video Wawalkot Tangsel soal Kantornya Ditimbun Sampah: Kita Terima"
(afn/apl)