Tabur Bunga di Tugu Muda Semarang, Mahasiswa Sampaikan 5 Tuntutan

Tabur Bunga di Tugu Muda Semarang, Mahasiswa Sampaikan 5 Tuntutan

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 26 Agu 2026 19:14 WIB
Suasana aksi demonstrasi mahasiswa BEM Semarang Raya di Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026).
Suasana aksi demonstrasi mahasiswa BEM Semarang Raya di Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Aliansi mahasiswa BEM Semarang Raya (SERA) akhirnya dibolehkan menggelar aksi di Tugu Muda. Mereka lalu melakukan tabur bunga dan menyampaikan lima tuntutan.

Pantauan detikJateng di Jalan Pemuda, Kota Semarang, mahasiswa yang sebelumnya dihadang ke Tugu Muda itu sempat terlibat aksi saling dorong dengan pihak kepolisian sekitar pukul 17.31 WIB.

Tak lama kemudian, mereka bernegosiasi dengan pihak kepolisian. Pihak kepolisian membolehkan mereka untuk ke Tugu Muda dengan beberapa syarat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau saya kasih ke Tugu Muda gimana perjanjiannya? Kalau di ujung Lawang Sewu gimana?," kata Wakapolda Jateng Brigjen Latif Usman, Rabu (26/8/2026).

Mahasiswa sempat memprotes karena tak dibolehkan langsung menuju ke Tugu Muda. Mereka meminta agar tak ada penghalangan dalam penyampaian aspirasi.

ADVERTISEMENT

"Oke kalau memang mau ke Tugu Muda saya kasih izin tapi jalannya di pinggir. Jelas ya? Perjanjiannya kita jalan ke Tugu Muda, terus kita balik ke sini lagi," ucapnya.

Mahasiswa pun meminta agar mereka dibolehkan menyampaikan orasi di Tugu Muda. Polisi pun akhirnya membolehkan mahasiswa berjalan menuju Tugu Muda sekitar pukul 17.36 WIB.

"Mau orasi dulu? Oke. Ayok teman-teman sekarang buka," ucapnya.

Suasana aksi demonstrasi mahasiswa BEM Semarang Raya di Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026).Suasana aksi demonstrasi mahasiswa BEM Semarang Raya di Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Mulanya mahasiswa hanya diperbolehkan sampai di ujung Lawang Sewu. Namun, mahasiswa meminta agar bisa menyampaikan pernyataan sikap di depan Museum Mandala Bhakti.

Sekitar pukul 17.51 WIB, mahasiswa tiba di Tugu Muda, tepatnya di depan Museum Mandala Bhakti. Tak ada pemblokiran jalan, para pengendara tetap bisa berjalan tanpa macet di sisi jalan lainnya.

Mahasiswa yang mengenakan almamater Undip, UIN Walisongo, Unnes, USM, Unika, Udinus, Unwahas, dan almamater lainnya itu tampak menabur bunga di tengah jalan.

Setelah itu para mahasiswa itu menyampaikan pernyataan sikap di depan Tugu Muda. Ketua BEM Undip, Maajid, membacakan lima tuntutan yang dibawakan mahasiswa.

"Hari ini dalam momentum bulan kemerdekaan, Aliansi Mahasiswa Semarang Raya kembali turun ke jalan sebagai respons dari tingkah laku dari elit negara yang kian hari membawa arah bangsa ini menjauh dari cita-cita awal kemerdekaan. Sesuai yang tercantum pada amanat konstitusi itu sendiri," kata Maajid di depan Tugu Muda, Rabu (26/8/2026).

Ia mengatakan, lima tuntutan itu bertajuk 'Panca Tuntutan Rakyat' atau disingkat Pantura.

"Pertama, turunkan harga bahan pokok dan BBM. Dua, kembalikan TNI dan Polri ke fungsi utama. Tiga, evaluasi total program MBG dan hentikan program KDMP," ucapnya.

"Empat, kembalikan kepemilikan tanah ke rakyat dan rehabilitasi segera wilayah terdampak bencana. Lima, hentikan praktik KKN di lingkungan pemerintahan," lanjutnya.

Ia menyebut, aksi hari ini juga menjadi solidaritas bagi rakyat Aceh, Flores, Papua, dan Kalimantan, Sumatra, dan seluruh wilayah yang hari ini tengah terdampak bencana.

"Karena kita sebagai sesama saudara sebangsa yang tertindas. Kita sudah pernah menyampaikan aksi ini, aspirasi 'Pantura' ini di depan gedung DPRD. Namun tidak pernah ada respons. Kami tidak menemukan fungsi nyata DPR sebagai wakil aspirasi kita," ucapnya.

"Maka dari itu kita ingin kembali untuk melebur dengan masyarakat, bahwa kita masih bersama mereka. Kemudian akhirnya terdengar di telinga yang tuli, telinga pemerintah, dan sampai ke telinga pemerintah pusat," lanjutnya.

Perwakilan massa aksi dari BEM Undip lainnya, Rangga mengatakan, aksi ini menjadi pertama kalinya mahasiswa berdemonstrasi di Tugu Muda. Menurutnya, Tugu Muda dipilih juga karena memiliki nilai historis dalam momen Pertempuran Lima Hari di Semarang.

"Mengapa aksi di Tugu Muda? Karena Tugu Muda ini memiliki nilai historis. Sejarah perjuangan pemuda dan masyarakat Semarang pada Oktober 1945 yaitu Lima Hari Pertempuran di Semarang," ucapnya.

"Mengapa kita tidak demo lagi di depan kantor DPRD maupun kantor gubernur? Karena sampai hari ini poin-poin aksi tidak didengar oleh pemerintah maupun digubris oleh pemerintah," tuturnya.

"Oleh karena itu, BEM Sera melakukan gebrakan dengan aksi di Tugu Muda. Selain mahasiswa UI yang aksi di Bundaran HI namun dihalang, kita rasakan juga sekarang BEM Sera juga dihalang gitu oleh aparat," lanjutnya.



(alg/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads