GKR Rumbay Ngaku Alami Pelecehan Seksual Saat Ribut-ribut soal Gamelan Sekaten

GKR Rumbay Ngaku Alami Pelecehan Seksual Saat Ribut-ribut soal Gamelan Sekaten

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 26 Agu 2026 15:40 WIB
Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, saat di Mapolresta Solo, Senin (24/8/2026).
Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, saat di Mapolresta Solo, Senin (24/8/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, mengaku sempat terjadi pelecehan saat terjadi adu mulut pada Miyos Gangsa. Pihaknya saat ini masih mencari bukti-bukti untuk membuat laporan balik.

"Saat ini saya dan Mas Yudis (BRM Yudhistira) sedang mengumpulkan data dan bukti untuk melaporkan balik," katanya ditemui di Keraton Solo, Rabu (26/8/2026).

Hal ini merupakan respons usai dituding melakukan pemukulan atau penganiayaan terhadap abdi dalem. Menurutnya, apa yang dilakukan adalah bentuk pembelaan diri (defense) atas perlakuan tidak senonoh yang ia terima dari oknum tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa yang saya lakukan itu defense (pembelaan diri) saya, karena ada oknum yang melecehkan saya. Memegang pantat saya. Di hari Rabu kemarin," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Mengenai laporan terhadap dirinya atas dugaan penganiayaan atau penamparan terhadap abdi dalem penjaga Gamelan Sekaten, Rumbay menanggapi dengan santai. Ia menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada publik melalui rekaman video yang beredar, serta siap membuktikannya di ranah hukum.

"Ya nanti kita buktikan apakah betul itu sebuah penganiayaan atau pengeroyokan seperti yang dituduhkan. Panjenengan (anda) lihat videonya, ya seperti itu sudah. Apakah seperti itu pemukulan atau penganiayaan, monggo yang menilai panjenengan. Nanti kan bisa dibuktikan dalam kepolisian atau dalam pengadilan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi menanggapi santai adanya dugaan kasus pelecehan. Ia hanya berharap ada bukti konkret mengenai dugaan tersebut.

"Semoga ada bukti konkretnya," ucapnya.

GKR Rumbay Dipolisikan Abdi Dalem

Diberitakan sebelumnya, Kericuhan yang terjadi dalam prosesi Miyos Gangsa Gamelan Sekaten di Keraton Solo berbuntut panjang. Seorang Abdi Dalem bernama Ananda Versa Bagus Priono (26) mengadukan Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, dan BRM Yudhistira ke Polresta Surakarta atas dugaan pengeroyokan dan penganiayaan.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor STBP/612/VIII/2026/Reskrim Polresta Surakarta. Kuasa hukum korban, Purnomo Susanto, mengatakan bahwa laporan diajukan pada 20 Agustus 2026 dini hari.

"Klien kami, Ananda Versa Bagus Priono, memberikan kuasa kepada kami untuk mendampingi perkara dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Bangsal Pagongan Selatan, laporannya tanggal 20 Agustus dini hari," ujar Purnomo kepada wartawan, Selasa (25/8/2026) malam.

Purnomo menjelaskan, peristiwa bermula saat kliennya yang bertugas sebagai Abdi Dalem Pejagan sedang mengamankan jalannya prosesi Miyos Gangsa Gamelan Sekaten. Ia mengatakan saat itu, Rumbay dan Yudhistira datang ke lokasi.

Ia mengatakan, situasi di Kawasan Masjid Agung sempat memanas hingga terjadi aksi dorong-dorongan. Berdasarkan pengakuan korban, ia menyebut sempat terjadi cekcok antara korban dengan BRM Yudhistira.

"Ada provokasi berupa teriakan dari saudara BRM Yudhistira, lalu sempat terjadi pemukulan mengenai dada klien kami hingga sesak. Setelah itu, GKR Timoer Rumbay diduga terpancing dan melakukan penamparan ke arah pipi korban sebanyak tiga kali," jelasnya.

Setelah kejadian tersebut, dirinya menyebut Ananda menjalani prosedur visum yang hasilnya sudah diserahkan kepada pihak penyidik Polresta Surakarta. Selain visum, pihaknya juga menunjukkan video yang diduga adanya penganiayaan.

"Kalau visum sudah dilakukan juga. Visum sudah dilakukan dan sudah diserahkan ke penyidik ya, penyelidik untuk visumnya. Terus untuk videonya ini kemarin sudah didapat juga ya videonya dan nanti juga akan kita sampaikan kepada penyidik," ungkapnya.



(afn/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads