Didi Orang Utan Solo Safari Kabur dari Kandang

Terpopuler Sepekan

Didi Orang Utan Solo Safari Kabur dari Kandang

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 23 Agu 2026 14:57 WIB
Orang utan yang lepas dari Solo Safari, Selasa (18/8/2026).
Orang utan yang lepas dari Solo Safari, Selasa (18/8/2026). Foto: Dok. Istimewa
Solo -

Seekor orang utan jantan bernama Didi bikin geger karena kabur dari kandang dan keluyuran di warung makan hingga menjatuhkan motor di parkiran Jalan KH Masykur, Solo. Orang utu ternyata kabur dengan melompat dari kandang.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/8/2026) siang. Momen Didi 'mampir' ke warung makan dan menjatuhkan motor di parkiran itu pun terekam kamera warga dan viral di media sosial.

Saat kejadian berlangsung, pihak warung makan disebut memilih menutup rapat pintunya. Para pengunjung yang berada di dalam pun ketakutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya ketakutan (pengunjung). Saya tutup semua, pintunya saya tutup, waktu lompat belum ditutup. Pas dia ke sini, apa, orang utannya ke sini baru ditutup, gitu, pengunjung juga masuk semua," terang petugas parkir di lokasi, Eko, saat ditemui Selasa (18/8).

ADVERTISEMENT

Setelah dari warung makan, orang utan itu pun ternyata sempat keluyuran hingga sekitar kampus Universitas Sebelas Maret (UNS).

"Tadi dari Solo Safari, keluar. Kemudian dari Pasar Semangka menuju Rumah Makan Bengawan, lalu menyusuri jalan di pinggiran hingga sampai ke depan sini," katanya Sekretaris SAR UNS, Galih Pambuko, saat ditemui di Mako Sar UNS, Selasa (18/8).

Galih menyebut orang utan itu sempat berjalan ke arah utara menuju area permukiman dan indekos mahasiswa.

"Nggak masuk ke wilayah kampus, jadi cuma di depan situ, di depan gerbang. Sempat mau masuk tapi nggak jadi, terus geser ke arah utara di dekat kos-kosan," tuturnya.

Petugas dari Solo Safari pun langsung mengevakuasi orang utan itu agar tidak stres dan membahayakan warga sekitar. Orang utan itu sempat naik ke atas kendaraan roda tiga milik petugas sebelum ditembak obat bius.

"Kira-kira tadi kejadiannya mulai jam setengah empat sore (15.30 WIB). Proses evakuasinya lumayan lama, sekitar satu sampai satu setengah jam. Baru sekitar jam setengah lima sore (16.30 WIB) dibawa balik oleh petugas Solo Safari," jelasnya.

Kabur Akali Pengaman Elektrik

General Manager (GM) Solo Safari Miyana Harikna menjelaskan cara Didi lepas dari kandang hingga berkeliaran di permukiman. Didi disebut penasaran untuk memanjat tembok.

Primata jantan itu disebut memiliki kecerdasan setara manusia umur 6 tahun. Miyana menjelaskan pihaknya sudah juga melakukan pengamanan berlapis.

"Kita sudah melakukan pengamanan berlapis. Ada exhibit, lalu lapisan pertama ada gutters, kedua ada electric fence (kabel elektrik), ada pulau, hingga danau. Namun Didi ini memang sangat curious dan pandai, sehingga dia bisa melewatinya dan sedikit keluar kemarin," ujar Miyana saat ditemui di Solo Safari, Rabu (19/8).

Pihak Solo Safari pun sudah mengecek peralatan dan pembatas di kandang Didi, semuanya disebut normal. Didi juga tidak merusak kabel listrik, melainkan menggunakan akal untuk menetralkan sengatan listrik atau yang dikenal dengan istilah grounding.

"Dia tahu kalau kita tidak boleh bawa batu, makanya kadang batunya dikubur di dalam tanah. Nah, kalau ranting, dia tahu itu bisa menge-grounding-kan elektrik. Kemungkinan dia menemukan ranting, lalu ditempelkan untuk menutupi kawat sehingga dia bisa naik ke atas pagar," papar Kurator Solo Safari Tanto.

Tanto membantah kabar yang menyebut Didi meniru keeper mematikan listrik. Ia menegaskan sistem listrik di Solo Safari dioperasikan secara jarak jauh melalui sistem dan dalam kondisi aktif saat kejadian.

"Elektrik itu permanen, tidak dilepas. Yang bisa mengoperasikan hanya manusia melalui sistem dari jauh. Saat kejadian posisinya 'on' semua, normal, tidak ada yang jebol. Ini murni karena dia pintar menyembunyikan sesuatu untuk mengakali pengamanan," tegasnya.

Meski berhasil melewati pagar dan kabel listrik, langkah Didi sebenarnya terhalang oleh bentang alam. Solo Safari menggunakan danau sebagai pembatas alami karena sifat dasar orang utan.

"Sisi barat itu ada danau, baru tembok. Jarak tembok ke air sekitar 7 meter.Orang utan itu pada dasarnya tidak bisa berenang," tambah Tanto.

Atas kejadian ini, pihak Solo Safari menjadikan perilaku Didi sebagai bahan evaluasi harian. Tim animal keeper kini lebih memperketat pemantauan terhadap benda-benda yang ada di dalam enclosure, seperti batu atau ranting yang berpotensi digunakan satwa sebagai alat.

"Ini jadi pembelajaran bagi kami. Primata itu setiap hari harus dievaluasi karena mereka terus berkembang. Kami pun belajar tiap hari dari behavior (tingkah laku) mereka," urai Tanto.

Halaman 2 dari 2
(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads