Manajemen Solo Safari meminta maaf usai orang utan bernama Didi lepas dan merusak kendaraan yang terparkir di warung makan. Permintaan maaf disampaikan langsung oleh General Manager Solo Safari, Miyana Harikna.
Miyana menyampaikan bahwa keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam langkah penanganan.
"Kami menyampaikan permintaan maaf atas kekhawatiran yang timbul dan menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, serta kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan," katanya saat dihubungi awak media, Selasa (18/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya juga memahami kekhawatiran masyarakat yang berada di jalan raya maupun di kawasan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).
"Nah, kami di sini juga memahami kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang dirasakan warga di sekitar UNS akibat insiden ini," terangnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberi tahu Solo Safari.
"Kami juga terima kasih banyak ke warga juga udah care, udah menginformasikan ke Solo Safari karena ada kejadian ini. Beliau warga sangat-sangat informatif dan tentunya kami juga prihatin atas kejadian ini, gitu kurang lebihnya," terangnya.
Disinggung mengenai kerugian yang disebabkan oleh orang utan yang lepas, pihaknya terbuka untuk ganti rugi. Ia menyebut bahwa sudah mengganti rugi gelas yang pecah di salah satu hik.
"Ada angkringan itu mungkin satu atau dua gelas gitu, sudah kita ganti, kita sudah oke sama pemiliknya. Yang motor ini kita memang karena pengunjung Bengawan Tulang Lunak ya kita tidak tahu, tapi kita juga ready mengganti sih kalau ada yang klaim," pungkasnya.
