Cerdiknya Orang Utan Solo Safari Kabur Modal Ranting Pohon

Cerdiknya Orang Utan Solo Safari Kabur Modal Ranting Pohon

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 20 Agu 2026 07:16 WIB
Didi orang utan di Solo Safari usai kabur dari Exhibit, Rabu (18/8/2026).
Didi orang utan di Solo Safari usai kabur dari Exhibit, Rabu (18/8/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Orang utan bernama Didi sempat membuat heboh setelah berhasil keluar dari area exhibit Solo Safari dan berkeliaran hingga kawasan Universitas Sebelas Maret (UNS), Jebres, Solo, Selasa (18/8/2026). Dia ternyata keluar dari kandang bermodal ranting pohon.

Yang membuat kejadian ini menarik, Didi ternyata tidak merusak pagar maupun kabel listrik yang menjadi bagian dari sistem pengamanan berlapis di area satwa.

General Manager (GM) Solo Safari, Miyana Harikna, mengatakan area exhibit Didi sebenarnya telah dilengkapi sejumlah lapisan pengamanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Taman Safari Group.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah melakukan pengamanan berlapis. Ada exhibit, lalu lapisan pertama ada gutters, kedua ada electric fence (kabel elektrik), ada pulau, hingga danau. Namun Didi ini memang sangat curious dan pandai, sehingga dia bisa melewatinya dan sedikit keluar kemarin," ujar Miyana saat ditemui di Solo Safari, Rabu (19/8/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Miyana, Didi bukan orang utan biasa. Kecerdasannya disebut setara dengan manusia berusia sekitar enam tahun.

"Kecerdasannya setara dengan manusia umur 6 tahun. Dia sangat pandai. Semuanya sudah kita cross-check, peralatan normal, tapi dia bisa melewati barrier yang sudah kita tentukan," jelasnya.

Sementara itu Kurator Solo Safari, Muhammad Nur Hidayanto atau Tanto, kemudian mengungkap bagaimana Didi diduga berhasil melewati pagar elektrik tersebut.

Menurut Tanto, Didi tidak merusak kabel listrik. Satwa tersebut justru diduga menggunakan ranting sebagai alat untuk mengurangi atau menetralkan sengatan listrik melalui proses grounding.

"Dia tahu kalau kita tidak boleh bawa batu, makanya kadang batunya dikubur di dalam tanah. Nah, kalau ranting, dia tahu itu bisa menge-grounding-kan elektrik. Kemungkinan dia menemukan ranting, lalu ditempelkan untuk menutupi kawat sehingga dia bisa naik ke atas pagar," ujar Tanto.

Tanto juga membantah informasi yang menyebut Didi berhasil kabur karena meniru keeper atau petugas yang mematikan listrik. Ia menegaskan sistem kelistrikan pada pagar tersebut tetap aktif saat kejadian. Pengoperasian sistem dilakukan dari jarak jauh melalui sistem yang hanya dapat dikendalikan manusia.

"Elektrik itu permanen, tidak dilepas. Yang bisa mengoperasikan hanya manusia melalui sistem dari jauh. Saat kejadian posisinya 'on' semua, normal, tidak ada yang jebol. Ini murni karena dia pintar menyembunyikan sesuatu untuk mengakali pengamanan," tegasnya.

Meski mampu melewati sejumlah lapisan pengamanan, Didi sebenarnya masih menghadapi penghalang alami berupa danau yang berada di sisi barat area tersebut.

Solo Safari memang memanfaatkan danau sebagai salah satu pembatas alami karena orang utan pada dasarnya tidak dapat berenang.

"Sisi barat itu ada danau, baru tembok. Jarak tembok ke air sekitar 7 meter. Orang utan itu pada dasarnya tidak bisa berenang," kata Tanto.

Kejadian tersebut kini menjadi bahan evaluasi bagi pengelola Solo Safari. Tim animal keeper akan memperketat pengawasan terhadap berbagai benda yang berada di dalam enclosure, termasuk batu dan ranting.

Benda-benda tersebut perlu diperhatikan karena berpotensi dimanfaatkan satwa sebagai alat untuk mengakali sistem pengamanan.

"Ini jadi pembelajaran bagi kami. Primata itu setiap hari harus dievaluasi karena mereka terus berkembang. Kami pun belajar tiap hari dari behavior (tingkah laku) mereka," pungkas Tanto.

Diberitakan Sebelumnya, pada Selasa (18/8) orang utan dari Solo Safari lepas dan berkeliaran ke warung makan hingga merusak motor yang terparkir di warung tersebut. Selain merusak motor, orang utan juga sempat berjalan di Jalan KH Masykur.



(alg/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads