Warga maupun pengunjung depot makan di kawasan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Jebres, Solo, dikejutkan dengan seekor orang utan yang berkeliaran. Terungkap, orang utan bernama Didi itu lepas dari Solo Safari setelah mengakali sistem elektrik pengaman.
Lepasnya Didi viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @infocegatansolo.fb. Dalam rekaman, terlihat primata besar itu menjatuhkan satu unit sepeda motor sebelum bergerak ke sebuah warung ayam.
Lompat dari Dinding
Petugas parkir yang berada di lokasi kejadian, Eko, mengungkapkan orang utan itu pertama terlihat muncul dari arah timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang utan melompat dari dinding jalan sampai depan buah, terus nyeberang, ngebrokke (menjatuhkan) hik, di depan ini, terus masuk ke sini. Gitu lho. Sampai dimbrokke (dijatuhkan), kendaraan dua itu," ungkapnya saat ditemui detikJateng, Selasa (18/8/2026).
Setelah menjatuhkan motor, orang utan juga sempat berjalan ke jalan besar dan ke kos-kosan yang berada di pinggir jalan.
"Orang utan terus jalan sana, sampai ke pasar, terus ke tempat kos-kosan sebelah situ. Terus baru diatasi dari pihak, dari Satwa Tarunya itu, " ungkapnya.
Lepasnya orang utan ini sontak membuat warga ketakutan. Pihak warung makan memilih untuk menutup rapat pintu mereka demi menghindari amukan hewan tersebut.
Meski sempat merusak kendaraan konsumen, Eko mengaku maklum karena kejadian tersebut merupakan faktor ketidaksengajaan dari hewan yang sedang stres.
"Ya ketakutan (pengunjung). Saya tutup semua, pintunya saya tutup, waktu lompat belum ditutup. Pas dia ke sini, apa, orang utannya ke sini baru ditutup, gitu, pengunjung juga masuk semua," terangnya.
Ia menyebut proses evakuasi berlangsung sekira 30 menit.
"Tadi sekitar 30 menitan," pungkasnya.
Pingsan di Sepeda Motor Roda 3 Usai Dibius
Adapun Sekretaris SAR UNS, Galih Pambuko, berkata orang utan tersebut awalnya terpantau berkeliaran di Jalan KH Masykur, Jebres, hingga mendekati area kampus UNS.
"Tadi dari Solo Safari, keluar. Kemudian dari Pasar Semangka menuju Rumah Makan Bengawan, lalu menyusuri jalan di pinggiran hingga sampai ke depan sini," kata dia.
Galih mengatakan orang utan itu sempat berjalan ke arah utara menuju area permukiman dan rumah kos mahasiswa.
"Nggak masuk ke wilayah kampus, jadi cuma di depan situ, di depan gerbang. Sempat mau masuk tapi nggak jadi, terus geser ke arah utara di dekat kos-kosan," tuturnya.
Menurut Galih, petugas dari Solo Safari langsung melakukan upaya evakuasi agar satwa itu tidak stres atau membahayakan warga sekitar. Orang utan tersebut akhirnya naik ke atas sebuah kendaraan roda tiga milik petugas sebelum akhirnya diberikan tindakan medis.
"Tadi diamankan petugas, diberikan bius. Saya lihat tadi dua kali ditembak pakai bius. Setelah itu dia langsung pingsan di situ (di atas kendaraan roda tiga)," jelas Galih.
Menurutnya, proses evakuasi dari awal pelacakan hingga benar-benar bisa dibawa kembali membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ia mengatakan petugas membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk memastikan kondisi satwa aman untuk dipindahkan.
"Kira-kira tadi kejadiannya mulai jam setengah empat sore (15.30 WIB). Proses evakuasinya lumayan lama, sekitar satu sampai satu setengah jam. Baru sekitar jam setengah lima sore (16.30 WIB) dibawa balik oleh petugas Solo Safari," pungkasnya.
Akali Pagar Pengaman
General Manager (GM) Solo Safari, Miyana Harikna, menjabarkan bagaimana Didi bisa lepas dari sangkarnya dan berkeliaran di permukiman. Menurut Miyana, Didi penasaran untuk memanjat tembok.
"Sudah (diketahui sebab lepasnya), karena dia pengamanan kami itu kan berlapis dan dia itu memang karena orang utan itu 90% bisa meniru orang toh, jadi dia itu sangat curious sekali untuk lihat dan menjalankan ini loh," paparnya.
Miyana mengatakan pihaknya telah melakukan pengamanan yang sangat ketat. Namun orang utan bernama Didi tersebut juga melepas elektrik pengaman yang diberikan Solo Safari
"Kalau detailnya ini memang kami tadi lagi sudah ketahuan bahwa dia itu memanjat sama melepas elektrik pengaman di situlah intinya," ungkapnya.
Miyana mendapat informasi bahwa orang utan lepas dan langsung mengecek kandang. Dia pun kaget saat melihat kandang sudah tidak ada orang utan.
"Jam 15.10 WIB, terus kami mengecek kondisi satwa juga kan. Setiap saat kan memang sudah ada yang jaga, ternyata kan dia tidak ada di lokasi. Nah, tim internal karena sudah memiliki kompetensi dalam penanganan satwa, akhirnya melakukan pengamanan di lapangan," terangnya.
Miyana menyebut tim Solo Safari sempat mencari selama 30 menit di luar kandang. Sampai akhirnya, orang utan itu ditemukan berada di jalan raya.
"Jadi sebenarnya hanya karena kan kita ada proses mencari sebentar tadi, kurang lebihnya itu 30 menit ya di luar kandang itu. Karena kurang lebih 16.40 satwa sudah berhasil di-rescue," jelasnya.
Evaluasi Keamanan-Siap Ganti Rugi
Miyana melanjutkan, pihaknya langsung menggelar evaluasi begitu Didi si orang utan ketahuan bisa menerobos sistem pengamanannya sendiri.
"Setelah situasi terkendali, TSI Group melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rangkaian kejadian, termasuk aspek prosedur dan sistem pengamanan," tuturnya dalam keterangan tertulis.
Dirinya mengatakan, hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar pengamanan agar kejadian tersebut tidak terulang.
"Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk penguatan pengamanan guna memastikan kejadian serupa dapat diminimalkan di kemudian hari," bebernya.
Ia juga meminta maaf buntut Didi yang terekam merusak hik dan kendaraan pengunjung depot makan. Miyana menegaskan keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam langkah penanganan.
"Kami menyampaikan permintaan maaf atas kekhawatiran yang timbul dan menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, serta kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan," ucapnya.
Pihaknya juga memahami kekhawatiran masyarakat yang berada di jalan raya maupun di kawasan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).
"Nah, kami di sini juga memahami kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang dirasakan warga di sekitar UNS akibat insiden ini," terangnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberi tahu Solo Safari.
"Kami juga terima kasih banyak ke warga juga udah care, udah menginformasikan ke Solo Safari karena ada kejadian ini. Beliau warga sangat-sangat informatif dan tentunya kami juga prihatin atas kejadian ini, gitu kurang lebihnya," terangnya.
Disinggung mengenai kerugian yang disebabkan oleh orang utan yang lepas, pihaknya terbuka untuk ganti rugi. Ia menyebut bahwa sudah mengganti rugi gelas yang pecah di salah satu hik.
"Ada angkringan itu mungkin satu atau dua gelas gitu, sudah kita ganti, kita sudah oke sama pemiliknya. Yang motor ini kita memang karena pengunjung Bengawan Tulang Lunak ya kita tidak tahu, tapi kita juga ready mengganti sih kalau ada yang klaim," pungkasnya.
