Solo Safari Evaluasi Keamanan Usai Didi Orang Utan Lepas dari Kandang

Solo Safari Evaluasi Keamanan Usai Didi Orang Utan Lepas dari Kandang

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 18 Agu 2026 19:39 WIB
Proses evaluasi dan pelepasliaran orang utan yang terusir oleh api di Ketapang. (dok Muffidz Masum/YIARI)
Ilustrasi orang utan. (dok Muffidz Ma'sum/YIARI)
Solo -

General Manager Solo Safari, Miyana Harikna, melakukan evaluasi usai seekor orang utan bernama Didi lepas dari kandang dan berkeliaran di jalan raya. Ia mengatakan evaluasi meliputi aspek prosedur dan sistem pengamanan.

"Setelah situasi terkendali, TSI Group melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rangkaian kejadian, termasuk aspek prosedur dan sistem pengamanan," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Selasa (18/8/2026).

Dirinya mengatakan, hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar pengamanan agar kejadian tersebut tidak terulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk penguatan pengamanan guna memastikan kejadian serupa dapat diminimalkan di kemudian hari," bebernya.

ADVERTISEMENT

Miyana menyebut bahwa Solo Safari telah melakukan pengamanan yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Miyana mengungkapkan ke depan, pengamanan akan mempertimbangkan keselamatan publik.

"Proses evaluasi pasti kami memastikan penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan publik sekaligus kesejahteraan satwa, karena sebagai bagian yang tidak bisa terpisahkan dari standar pengelolaan satwa kami, pasti kan kami harus mengikuti itu," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, seekor orang utan dari Solo Safari bernama Didi lepas dan berkeliaran ke warung makan hingga merusak motor yang terparkir di warung tersebut. Selain merusak motor, orang utan juga sempat berjalan di Jalan KH Masykur.

Lepasnya orang utan tersebut juga ramai di media sosial. Salah satunya diunggah di Instagram oleh akun @infocegatansolo.fb. Petugas parkir di warung makan, Eko, menceritakan orang utan tersebut lepas dan merusak kendaraan. Eko mengatakan orang utan tersebut pertama kali terlihat muncul dari arah timur, tepatnya di sekitar warung makan.

"Orang utan melompat dari dinding jalan sampai depan buah, terus nyeberang, ngebrokke (menjatuhkan) hik, di depan ini, terus masuk ke sini. Gitu lho. Sampai dimbrokke (dijatuhkan), kendaraan dua itu," ungkapnya.

Setelah menjatuhkan motor, orang utan juga sempat berjalan ke jalan besar dan ke kos-kosan yang berada di pinggir jalan.

"Orang utan terus jalan sana, sampai ke pasar, terus ke tempat kos-kosan sebelah situ. Terus baru diatasi dari pihak, dari Satwa Tarunya itu," ungkapnya.



(apl/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads