Toko Sembako di Grobogan Ludes Terbakar, Pemilik Rugi Rp 250 Juta

Toko Sembako di Grobogan Ludes Terbakar, Pemilik Rugi Rp 250 Juta

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 14 Agu 2026 23:10 WIB
Rumah sekaligus toko sembako di Grobogan ludes terbakar, Jumat (14/8/2026).
Rumah sekaligus toko sembako di Grobogan ludes terbakar, Jumat (14/8/2026). Foto: Dok Polres Grobogan
Grobogan -

Sebuah rumah sekaligus toko sembako milik Mahrudi (32) di Dusun Trisik, Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, ludes terbakar. Peristiwa ini diduga karena korsleting listrik yang menyambar tumpukan kardus.

Kapolsek Tawangharjo, AKP Sartono mengatakan peristiwa ini terjadi pada Jumat (14/8/2026) sore. Kebakaran itu awalnya diketahui oleh seorang saksi yang melihat ada api membakar tumpukan kardus di ruang tengah.

"Ia kemudian berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar korban Mahrudi yang saat itu sedang berada di bagian depan rumah sekaligus toko sembako untuk melayani pembeli," kata Sartono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sartono menyebut pemilik rumah lalu lari ke arah kardus yang terbakar. Namun saat tiba di lokasi, ia melihat api telah membakar tumpukan kardus hingga menjalar ke bagian atap rumah.

ADVERTISEMENT

"Pada saat yang sama, aliran listrik tiba-tiba padam. Korban juga melihat percikan api dari kabel listrik yang berada di samping tumpukan kardus. Api kemudian semakin membesar dan sulit dipadamkan," ujar Sartono.

Warga yang mendengar teriakan korban kemudian datang membantu melakukan pemadaman. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Tawangharjo dan Damkar Kabupaten Grobogan.

"Begitu menerima laporan, personel langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan api berhasil dipadamkan," jelas Sartono.

Sartono menjelaskan bahwa rumah dan toko sembako yang terbakar merupakan bangunan limasan yang sebagian menggunakan kayu jati. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 250 juta.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp250 juta," terang Sartono.

Sartono mengatakan kebakaran tersebut diduga dipicu adanya korsleting listrik yang menyambar tumpukan kardus di ruang tengah hingga terbakar.

"Kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik yang kemudian membakar tumpukan kardus," jelas Sartono.

Atas peristiwa ini, Sartono mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.

"Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik. Apabila ditemukan kabel rusak, percikan api atau kondisi kelistrikan yang tidak normal, segera lakukan pemeriksaan dan penanganan agar tidak menimbulkan kebakaran," pungkas Sartono.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads