Dua ular piton jumbo turut dilalap api dalam kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Dukuh Nglumpang, Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, mengatakan salah satu ular piton itu panjangnya sekitar 5 meter dan saat ditemukan sudah mati. Sedangkan satu ular piton lagi panjangnya sekitar 3 meter, masih hidup, tapi sudah lemas karena terbakar.
"Ada dua ekor ular (piton yang ditemukan terbakar). Yang sudah mati (panjangnya) sekitar 5 meteran. Yang masih hidup, yang dipegang (anggota) itu 3 meteran (panjangnya)," kata Supriyono saat dihubungi detikJateng melalui telepon, Jumat (14/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supriyono menjelaskan, kebakaran lahan itu terjadi siang tadi. Kebakaran itu diketahui oleh Muhammad Siswanto (28), warga Dukuh Nglumpang, Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede, Boyolali.
Ular piton tewas terpanggang dalam kebakaran lahan di Klego. Boyolali, Jumat (14/8/2026). Foto: Dok. Damkar Boyolali |
Saat pulang kerja dan hendak ke masjid salat Jumat, Siswanto melihat kepulan asap di belakang rumahnya. Ternyata lahan di belakang rumahnya sudah terbakar. Besarnya kobaran api bahkan hampir merembet ke rumahnya.
Siswanto kemudian menghubungi Damkar Boyolali Pos Klego untuk meminta bantuan pemadaman.
"Sekitar jam 11. 50 WIB langsung kami tindaklanjuti," ujar Supriyono.
Satu unit Damkar dari Regu 04 langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemadaman. Sekitar 1 jam kemudian, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke rumah warga.
"Luas lahan yang terbakar kurang lebih 1.500 meter," pungkas Supriyono.

