Pemuda Bawen yang Dihajar Pakai Knalpot 2 Kali Dianiaya Pelaku

Pemuda Bawen yang Dihajar Pakai Knalpot 2 Kali Dianiaya Pelaku

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 12 Agu 2026 22:31 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Ilustrasi penganiayaan. Foto: andi saputra
Semarang -

Aldi Fernando (21), warga Dusun Berokan, Desa/Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang menjadi korban penganiayaan. Korban rupanya dianiaya orang yang sama sebanyak dua kali.

Perwakilan keluarga korban, Alrezal mengatakan penganiayaan pertama dilakukan pada awal Agustus. Menurutnya, penganiayaan pertama itu tidak berakibat terlalu fatal bagi korban.

"Yang pertama kan pada 1 Agustus itu juga pernah dibuang di salah satu tempat itu juga pernah diajar toh. (Totalnya) Sudah dua kali. Pernah (dilakukan penganiayaan sebelumnya), tapi enggak fatal begini lah," kata Alrezal saat dihubungi detikJateng, Rabu (12/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alrezal mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait peristiwa penganiayaan pertama tersebut. Namun ia menyebut korban hampir dipukul pakai batu oleh pelaku.

"Dulu yang menolong itu tambal ban itu, bersembunyi, lari bersembunyi di tukang tambal ban. Yang dulu batu besar mau diantemke gitu loh," ujar Alrezal.

ADVERTISEMENT

Terpisah, Kasi Humas Polres Semarang, AKP Budiyono mengatakan korban tidak melapor ke Polres Semarang. Kendati demikian, pihaknya turut mendatangi korban dan sejumlah saksi lain untuk meminta keterangan.

Dalam keterangan tertulisnya, Budiyono membenarkan bahwa korban sempat dianiaya dua kali. Hal itu diketahui polisi usai meminta keterangan langsung kepada korban di rumah sakit.

"Berdasar pemeriksaan kepada korban saat didatangi oleh Personel Polres Semarang, Penganiayaan terjadi dua kali, yang pertama pada awal bulan Agustus dan yang kedua pada Jumat (7/8/2026)," kata Budiyono, Rabu (12/8/2026).

Budiyono menjelaskan peristiwa pertama terjadi saat korban sedang mengikuti kegiatan kerja bakti warga persiapan HUT RI. Sekitar pukul 22.00 WIB, korban didatangi pria berinisial FU atau Ulil.

"Korban yang tidak menaruh curiga, kemudian diajak pergi dengan berboncengan sepeda motor. Keduanya kemudian berhenti di sekitar kawasan Banaran Coffee," ujar Budiyono.

Setibanya di lokasi tersebut, korban langsung dipukul hingga tersungkur. Pelaku juga sempat hendak memukul pakai batu.

"Di lokasi tersebut, FU diduga langsung melakukan pemukulan terhadap korban hingga korban terjatuh. Saat pelaku hendak memukul korban menggunakan batu, Aldi kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri dari lokasi," jelas Budiyono.

Dihajar Pakai Knalpot

Diberitakan sebelumnya, pemuda warga Dusun Berokan, Desa/Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Aldi Fernando (21), menjadi korban penganiayaan. Korban dihajar menggunakan knalpot hingga kepalanya bersimbah darah dan harus dirawat di rumah sakit.

Penganiayaan diduga dipicu masalah asmara. Perwakilan keluarga korban, Alrezal, mengatakan kejadian tersebut bermula saat Aldi berada di rumah temannya di wilayah Ngasem, Bandungan pada Kamis (7/8/2026) malam.

"Korban yang namanya Aldi Fernando ini kan lagi bermain di Desa Ngasem, Kecamatan Bandungan di rumah temannya, namanya Ucup," kata Rezal melalui sambungan telepon pada detikJateng, Rabu (12/8/2026).

Rezal menyebut korban lalu diajak ngopi oleh seseorang yang ia kenal. Korban lalu mengiyakan ajakan tersebut dan dijemput di rumah Ucup.

"Mendapatkan pesan dari WA atau melalui telepon, yang menghubungi Mas Aldi itu kan Steven atas perintah pelaku itu namanya Ulil. Katanya mau diajak ngopi di salah satu tempat Kafe Banaran Bawen," ujar Rezal.

"(Aldi) nggak tahu (Steven menghubungi atas perintah Ulil), cuma diajak ngopi, itu yang menghubungi itu kan melalui Steven. Terus ditanya di mana posisi, di rumah temannya di Ngasem gitu to, terus dijemput," tambahnya.

Rezal mengungkapkan ajakan ngopi itu diduga hanyalah alasan agar korban mau dijemput.

"Mas Aldi itu kan percaya begitu saja bilang mau diajak ngopi disuruh naik mobil. Mobilnya itu kan mobil katering MBG Grand Max warna putih," tutur Rezal.

Rezal menuturkan Aldi bersama Ucup lalu masuk ke dalam mobil tersebut. Rupanya di dalam mobil itu sudah ada empat orang.

"Masuk itu sudah ada empat orang, ada Steven, namanya kurang paham semua, ada Ulil, ada sopir MBG juga ada. Korban masuk bersama Ucup, Ucup ikut menemani," ucap Rezal.

Mobil tersebut kemudian berjalan. Menurut Rezal, Ulil lalu melakukan penganiayaan menggunakan knalpot hingga kepala korban bocor dan bersimbah darah.

"Pintu mobil ditutup, langsung mulai dianiaya dengan berat itu pakai knalpot motor. Cuma satu orang itu yang (menganiaya) namanya Ulil itu," kata Rezal.

"Dipukul kepala, kepala kan langsung bocor itu kepala, kan bersembah darah. Tangan, kan si Aldi ini kan menghindar mau lindungi wajahnya pakai tangan, tangannya juga lebam, abuh (bengkak) tangan kanan kiri. Terus juga sekujur tubuhnya juga memar dan lebam," tambahnya.

Rezal mengatakan korban sempat diajak berputar-putar setelah dianiaya. Korban lalu diturunkan di sekitar kampungnya wilayah Berokan, Bawen.

"Setelah puas, korban kan diajak berputar-putar sekitar Bandungan, Bawen, dan Ambarawa sampai jam 04.00 WIB, Jumat tanggal 7 Agustus 2026. Setelah jam 04.00 WIB itu dikembalikan di kampung halamannya di Berokan. Dalam kondisi luka parah," ujar Rezal.

Rezal menuturkan penganiayaan itu diduga karena pelaku merasa cemburu pacarnya pernah diboncengkan oleh korban.

"Motifnya cemburu, informasi yang saya dapat itu kan pacarnya (pelaku) itu diboncengke (sama korban)," ungkap Rezal.

Rezal menyebut peristiwa ini telah dilaporkan ke Polda Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (11/8). Adapun pelapornya yaitu keluarga korban.

"Dilaporkan hari Selasa ke Polda Jawa Tengah. Saya cuma mendampingi, mengarahkan prosedur seperti apa-apa yang harus dibawa terus bukti-bukti, yang melaporkan orang tua kandung sama kang mas Fernando," jelas Rezal.



(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads