Ahli Racun hingga DNA dari UI-Unair Dilibatkan Periksa Jenazah Sutrimo

Ahli Racun hingga DNA dari UI-Unair Dilibatkan Periksa Jenazah Sutrimo

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 12 Agu 2026 12:18 WIB
Tim forensik gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah Sutrimo hari ini. Sejumlah ahli dari berbagai bidang ilmu dilibatkan untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
Tim forensik gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah Sutrimo hari ini. Sejumlah ahli dari berbagai bidang ilmu dilibatkan untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo. Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Tim forensik gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah Sutrimo hari ini. Sejumlah ahli dari berbagai bidang ilmu dilibatkan untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo.

Karolabdokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti, mengatakan pemeriksaan tidak hanya dilakukan oleh dokter spesialis forensik medikolegal. Tim juga melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi atau racun, DNA hingga histopatologi anatomi.

"Kami juga dari Perhimpunan Dokter Forensik-Medikolegal Indonesia (PDFMI) melibatkan beberapa ahli di dalamnya. Selain spesialis forensik medikolegal, kami juga mengajak teman-teman dari laboratorium forensik dan dari laboratorium toksikologi di UI, juga di Unair untuk memeriksa hasil lab-nya nanti, dan juga dari ahli DNA dan ahli histopathologi anatomi," kata Hastry kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ahli DNA dan histopatologi anatomi juga dilibatkan dalam pemeriksaan. Menurut Hastry, pelibatan berbagai ahli tersebut dilakukan agar pemeriksaan dapat dilakukan secara komprehensif.

"Sehingga kita bekerja dengan menyeluruh, komprehensif, dan hasilnya juga berdasarkan dari hasil pemeriksaan laboratorium nanti yang kita dapatkan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Hastry mengatakan tim belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Sutrimo hanya berdasarkan pemeriksaan awal. Sampel yang diambil dari jenazah maupun lingkungan makam akan terlebih dahulu diperiksa di laboratorium.

"Mohon doanya rekan-rekan dan masyarakat sehingga kita bisa membuat jelas apakah cara dan sebab kematiannya natural atau unnatural," tuturnya.

Dia meminta masyarakat bersabar menunggu proses pemeriksaan. Tim forensik, kata Hastry, akan bekerja maksimal untuk mendapatkan temuan yang dapat menjelaskan kematian Sutrimo.

"Sehingga kami juga mohon waktu untuk bekerja hari ini dengan maksimal," katanya.

Hastry menyebut kondisi geografis dan tanah di sekitar makam Sutrimo cukup mendukung proses ekshumasi. Kondisi tanah yang relatif kering membuat tim memperkirakan proses pemeriksaan dapat dilakukan dengan lebih optimal.

"Berdasarkan geografis di sini dan tanah juga cukup kering dan bagus, kesulitan mungkin bisa minimal. Bisa kita dapatkan mungkin jenazah masih dalam keadaan bagus," jelasnya.

Namun, Hastry mengaku belum melihat secara langsung kondisi jenazah karena proses ekshumasi masih berlangsung saat itu.

"Saya sendiri belum melihat karena lagi proses ekshumasi," ujarnya.

Dia menjelaskan ekshumasi bukan sekadar menggali dan mengangkat jenazah dari dalam makam. Tim juga memeriksa kondisi makam serta mengambil sejumlah sampel yang diperlukan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Ekshumasi itu memeriksa makamnya, jenis tanahnya, panjang makamnya, juga pengambilan sampel di sekitar tanah makam," jelas Hastry.

Setelah proses penggalian selesai, tim kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Pemeriksaan dilanjutkan dengan pemeriksaan bagian dalam.

"Baru ini penggalian, baru kita periksa luar, baru tadi periksa dalam," katanya.

Diberitakan sebelumnya, proses ekshumasi makam almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, dimulai hari ini. Tim gabungan dokter forensik akan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah untuk mengungkap riwayat medis hingga kemungkinan penyebab kematiannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan ekshumasi dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Ada tiga tahapan utama yang dilakukan dalam proses tersebut.

"Pelaksanaan ekshumasi di hari Rabu 12 Agustus 2026 sekiranya pukul 09.30 akan dimulai. Ada tiga tahapan kegiatan hari ini," kata Budi kepada wartawan di lokasi, Rabu (12/8).



(apl/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads