Ekshumasi Sutrimo Libatkan Tim Forensik 3 Wilayah

Ekshumasi Sutrimo Libatkan Tim Forensik 3 Wilayah

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 12 Agu 2026 11:08 WIB
Suasana makam Sutrimo jelang ekshumasi di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Selasa (11/8/2026).
Suasana makam Sutrimo jelang ekshumasi di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Selasa (11/8/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Hari ini polisi melakukan ekshumasi makam Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Dalam proses pemeriksaan ini melibatkan tim forensik dari tiga wilayah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menerangkan dalam proses pemeriksaan, polisi melibatkan tim gabungan Perhimpunan Dokter Forensik-Medikolegal Indonesia (PDFMI). Tim tersebut berasal dari sejumlah wilayah.

"Jadi tim gabungan dokter forensik ini terdiri dari PDFMI Jaya, ada PDFMI Jawa Tengah, dan PDFMI Jawa Timur," ujar Budi kepada wartawan di lokasi, Rabu (12/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menambahkan, hasil pemeriksaan forensik nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu bahan dalam proses penyidikan untuk mengungkap kondisi medis serta fakta-fakta terkait kematian Sutrimo.

Proses ekshumasi sendiri dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Nantinya ada tiga tahapan utama yang dilakukan dalam proses tersebut.

ADVERTISEMENT

"Pelaksanaan ekshumasi di hari Rabu 12 Agustus 2026 sekiranya pukul 09.30 akan dimulai. Ada tiga tahapan kegiatan hari ini," ucap Budi.

Untuk tahap pertama yakni pembongkaran makam atau ekshumasi. Setelah jenazah diangkat, tim akan melakukan pemeriksaan bagian luar tubuh. Pemeriksaan luar dilakukan untuk memastikan identitas jenazah sesuai dengan surat permohonan dari penyidik.

Selanjutnya, tim akan melakukan pemeriksaan bagian dalam jenazah.

"Yang pertama, pelaksanaan bongkar kuburan atau lebih banyak kita kenal dengan istilah ekshumasi. Yang kedua, ada pemeriksaan luar jenazah ini sesuai untuk mengetahui identitas jenazah sesuai dengan surat permohonan penyidik terhadap identitas yang diperiksa. Yang ketiga, ada pemeriksaan bagian dalam," ujarnya.

Budi menjelaskan ekshumasi tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan. Penanganan perkara dilakukan melalui kolaborasi sejumlah institusi kepolisian, yakni Polda Jawa Tengah, Polresta Banyumas, Polda Metro Jaya hingga Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Pelaksanaan hari ini merupakan proses dari penyidikan. Ini kolaborasi dukungan dari Polda Jawa Tengah, Polresta Banyumas bersama Polda Metro Jaya dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya," jelasnya.

Budi mengatakan proses tersebut bermula dari adanya dua laporan masyarakat. Salah satunya dilaporkan ke Bareskrim Polri, sedangkan laporan lainnya dibuat keluarga almarhum Sutrimo di Polresta Banyumas.

"Ada dua laporan masyarakat. Yang pertama di Bareskrim, yang kedua laporan keluarga almarhum Saudara S (Sutrimo) di Polresta Banyumas," ungkap Budi.

Dari laporan tersebut, polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan hingga perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan. Kini, ekshumasi dilakukan untuk mendukung proses penyidikan tersebut.

Budi juga meminta masyarakat memberikan ruang kepada keluarga Sutrimo selama proses ekshumasi berlangsung. Dia menekankan keluarga telah memberikan izin secara resmi agar jenazah diperiksa.

"Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat dan rekan-rekan sekalian, kita memberi ruang, ruang empati, kepada keluarga almarhum," tuturnya.

"Keluarga almarhum sudah memberikan izin, memberikan restu secara resmi untuk dilakukan ekshumasi pemeriksaan jenazah," imbuhnya.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui riwayat medis almarhum serta mencari temuan yang dapat membantu penyidik mengungkap perkara tersebut.

"Untuk mengetahui riwayat medis maupun apa yang akan kita harapkan di dalam penemuan ini oleh tim gabungan dokter forensik," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proses ekshumasi makam almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, menarik perhatian warga. Sejumlah warga bahkan datang dari desa tetangga karena penasaran ingin melihat proses pembongkaran makam tersebut.

Pantauan detikJateng, hingga pukul 09.00 WIB sejumlah warga silih berganti mendatangi lokasi makam. Meskipun akses hanya bisa dilalui satu kendaraan mobil, warga rela untuk memarkirkan kendaraannya jauh dan datang berjalan kaki.

Dari informasi yang didapat, seharusnya ekshumasi dilakukan pukul 10.00 WIB. Namun pada Selasa (11/8) malam, dari pihak kepolisian menginformasikan jadwal ekshumasi dimajukan menjadi pukul 08.00 WIB.

Meski begitu hingga pukul 09.00 WIB, belum ada tanda-tanda proses ekshumasi akan dimulai. Namun petugas penggali kubur nampak mondar-mandir mengisi air yang lokasinya berada di depan area makam.



(apl/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads