Viral Warga Kendal Pereteli Kabel Provider Internet, Ternyata Ini Sebabnya

Viral Warga Kendal Pereteli Kabel Provider Internet, Ternyata Ini Sebabnya

Saktyo Dimas R - detikJateng
Jumat, 07 Agu 2026 17:09 WIB
Ilustrasi Jaringan Internet
Ilustrasi jaringan internet. Foto: Shutterstock
Kendal -

Curhatan warga Kendal terkait pemasangan terminal WiFi di atap rumahnya tanpa izin viral di media sosial. Pemilik rumah mengaku geram karena teknisi nekat memasang meski tak diizinkan dan terminal WiFi dinilai menyedot listrik.

Video berdurasi 2 menit 49 detik ini diunggah di TikTok, Instagram, dan Facebook oleh akun @igka_agustina, kemarin. Video memperlihat aksi seorang pria memotong kabel-kabel jaringan internet yang berada di atap rumah.

Tidak hanya itu saja, pria tersebut juga mengambil dua terminal dan dua adaptor yang masih terpasang di atap rumah dan merusaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cerita Pemilik Rumah

Diketahui pria tersebut adalah pemilik rumah yang bernama Rahmat Juni Ananta warga Dusun Tambaroto, Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari. Sementara perempuan yang merekam gambar video tersebut dan mengunggahnya adalah istrinya yang bernama Ika Agustina.

Ika Agustina saat ditemui detikJateng di rumahnya mengatakan, kejadian dalam video tersebut yang diunggah oleh dirinya pada tanggal 3 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Kalau kejadiannya yang divideo itu tanggal 3 Agustus 2026 sekitar jam 16.00 WIB dan saya rekam dan saya rekam mulai dari awal suamu naik tangga sampai ngancurin peralatan terminal internetnya," kata pemilik rumah, Ika Agustina kepada detikJateng, Jumat (7/8/2026).

Ika menerangkan kejadian berawal pada tanggal 24 Juli 2026 malam sekitar pukul 21.00 WIB, dimana salah seorang teknisi internet menelpon dan meminta izin untuk naik ke atap rumahnya untuk mengecek ada tidaknya gangguan jaringan internet.

"Awal mulanya itu kejadian tanggal 24 Juli 2026 malam sekitar jam 21.00 WIB. Saat itu ada teknisi internet yang telpon saya dan minta ijin mau ngecek serta perbaiki kabel internet karena ada gangguan," terangnya.

"Karena sudah malam jadi saya tolak, saya suruh besok pagi atau siang saja," sambungnya.

Beberapa saat kemudian, dari atap rumahnya terdengar suara gaduh dan kedua orang tua Ika bersama Ika keluar rumah untuk melihatnya. Tanpa disangka ada 2 orang berada di halaman rumahnya sedangkan 1 orang berada di atas atap rumah.

"Tiba-tiba saya dengar ada suara glodak-glodak di atap, terus saya sama kedua orang tua keluar rumah untuk melihatnya. Waktu saya keluar rumah ada 2 orang di teras dan 1 orang di atas atap," tambahnya.

"Saya teriak dan minta orang yang diatas atap untuk turun. Saya juga minta mereka pergi dari rumah," ujarnya.

Pagi harinya tanggal 25 Juli 2026, Ika penasaran dengan apa yang dilakukan teknisi tersebut. Ika mencoba naik tangga ke atap dan melihat banyak kabel terpasang sembarangan dan ada dua terminal internet yang terpasang.

Ika kemudian menghubungi teknisi tersebut dan dijanjikan akan merapikan kabel-kabel tersebut. Ditunggu hingga satu minggu, sang teknisi tidak juga muncul di rumahnya. Ika pun menceritakan hal tersebut kepada suaminya, Rahmat Juni Ananta yang baru pulang dari Jakarta.

"Saya telepon teknisinya untuk merapikan kabel-kabelnya dan dijanjikan secepatnya. Sudah satu minggu tidak datang juga akhirnya saya cerita ke suami," tukasnya.

Sedot Aliran Listrik

Mendengar cerita dari istrinya, Rahmat naik ke atap rumah dan melihat banyaknya kabel jaringan internet yang terpasang pada dua terminal.

Rahmat juga melihat adanya aliran listrik yang masuk ke dua terminal, setelah dicek rupanya aliran listrik tersebut mengambil dari terminal box listrik yang berada di dalam rumahnya.

"Habis saya cerita, suami ambil tangga, bawa tang dan naik ke atap sama saya. Dia kelihatan marah dan kesal, terus dia potong-potong kabelnya dan copot semua terminalnya " ucapnya.

"Suami tambah marah saat melihat alat tersebut ambil aliran listrik dari dalam rumah tanpa ijin kita," ungkapnya.

Kemudian Rahmat mengambil semua peralatan terminal internet yang terpasang di rumahnya. Sampai ke lantai bawah, Rahmat langsung menghancurkan seluruh terminal, adaptor dan stopkontaj listrik dengan batu besar.

"Kabel-kabel yang dipotongin dan perangkat terminal dibawa ke turun ke bawah. Sampai dibawah langsung dihancurin pakai batu besar, dipukul berulang kali," katanya.

Ika tidak tahu nama provider yang memasang terminal-terminal tersebut tanpa meminta ijin dari dirinya, apalagi sampai mencuri aliran listrik dari dalam rumahnya.

"Saya nggak tahu nama pemasangnya atau nama providernya karena yang pasang adik saya, seharusnya kan mereka minta ijin dulu kepada kita kalau mau pasang terminal internet. Yang saya sesalkan sampai ambil aliran listrik dari dalam rumah lewat terminal bok listrik, itu kan mencuri," jelasnya.

Tuntut Provider Minta Maaf

Ika merasa dirugikan dengan pencurian listrik tersebut, dirinya tidak menyangka jika tagihan listrik di rumahnya membengkak sejak bulan Januari 2026.

Biasanya Ika hanya membayar tagihan listrik sebesar Rp 170 ribu namun sejak Januari hingga bulan Juli 2026 menjadi Rp 250 ribu.

"Ya atas kejadian tersebut tentunya dirugikan makanya sejak bulan Januari 2026 sampai bulan Juli, tagihan saya naik jadi Rp 250 ribu setiap bulannya. Padahal biasanya hanya Rp 170 ribu," terangnya.

Ika berharap pihak provider dan tenaga teknisi datang ke rumah untuk meminta maaf dan menjelaskan adanya pemasangan terminal tersebut.

"Ya tentunya kan saya sudah dirugikan baik tempat maupun listriknya, sebaiknya pihak provider dan tenaga teknisi datang ke rumah untuk meminta maaf kepada kita dan menjelaskan adanya pemasangan terminal tersebut," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads