Kasus keracunan massal siswa dan guru di SMPN 5 Rembang masih ditelusuri penyebab pastinya. Guna memastikannya, sampel MBG yang disantap para siswa dilakukan uji laboratorium.
Wakil Bupati Rembang, M Hanies Cholil Barro', menerangkan terkait insiden keracunan masal yang melanda dua sekolahan di Kecamatan Rembang, pihak Dinas Kesehatan sudah melakukan pengecekan di lokasi SPPG penyuplai menu MBG di dua sekolahan tersebut.
Dinas Kesehatan juga mengambil beberapa sampel sisa makanan menu MBG untuk dilakukan uji laboratorium di Semarang. Namun pihaknya masih menunggu hasil dari uji laboratorium tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengungkap penyebab keracunan masal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin Dinkes sudah ke lokasi SPPG yang melayani MBG SMP 5 dan SD An-Nawawiyah, untuk mengecek kondisi lokasi. Dan juga mengambil sampel sisa makanan menu MBG untuk diteliti diuji lab. Untuk memastikan apa penyebab keracunan massal itu. Sampai saat ini kita masih belum tahu faktornya," terang Hanies saat ditemui detikJateng, Kamis (6/8/2026).
Hanies menyampaikan, saat ini pihak SPPG sudah menghentikan operasionalnya untuk sementara.
"Masih menunggu hasil lab. Dan pihak SPPG ini sudah berhenti operasional dulu sementara," ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Solikhin Fery, saat dimintai tanggapan terkait insiden ini mengatakan Polres Rembang sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan Rembang.
"Kita berkoordinasi dengan BGN dan Dinas Kesehatan. Saat ini mitigasi di internal BGN," terang Fery saat dihubungi detikJateng melalui pesan singkat pada hari ini.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, mengataka ada 200 lebih siswa yang absen hari ini. Sejumlah siswa yang tetap masuk sekolah tetapi mengeluhkan sakit perut, pusing, dan mual.
"Hari ini masih 200 lebih yang tidak masuk. Kemudian masih ada beberapa di kelas yang mengeluh sakit perut, pusing, mual," kata Sholchan saat diwawancarai detikJateng di kantornya hari ini.
Tak hanya siswa, sejumlah guru dan tenaga tata usaha (TU) juga masih dilaporkan sakit. Bahkan, seorang guru masih menjalani perawatan di puskesmas.
Sholchan mengungkapkan, beberapa korban sempat dirujuk ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Sebagian sudah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan.
"Ada yang masih dirawat, ada yang sudah pulang. Ada satu orang yang dirawat di PICU karena kondisinya panas tinggi dan meracau," katanya.
Selain di SMPN 5 Rembang, Dindikpora juga menerima informasi adanya dugaan kasus serupa di satu sekolah lain. Namun, laporan tersebut masih dalam proses verifikasi.
"Sejauh ini yang saya tahu ada di dua sekolah, SMPN 5 Rembang, tetapi satu sekolah masih kita konfirmasi. Hari ini saya mengutus tim PIC untuk ke sana," pungkasnya.
Data Dindikpora Kabupaten Rembang per Kamis (6/8/2026):
* Siswa SMPN 5 Rembang izin sakit:253 orang.
* Guru sakit:7 orang.
* Tenaga TU sakit:1 orang.
* Siswa rawat inap:4 orang di RSUD dr. R. Soetrasno Rembangdan1 orang di RS Bina Sehat.
* Guru rawat inap:1 orang di Puskesmas Sulang.
Sementara di SD Nawawiyah, tercatat30 siswadan9 guru mengalami diare. Dindikpora bersama Dinkes masih melakukan pendataan dan penelusuran untuk memastikan penyebab kejadian di sekolah tersebut.
Sebelumnya diberitakan detikJateng, Sebanyak 136 siswa di SMP Negeri 5 Rembang dilaporkan mengalami diare, Rabu (5/8). Selain siswa, sejumlah guru dan tenaga tata usaha (TU) juga mengalami keluhan serupa.
Kabid SMP Dindikpora Rembang, Ngadiono, mengatakan laporan tersebut diterimanya pada pagi tadi. Setelah mendapat informasi, ia langsung mendatangi sekolah untuk memastikan kondisi di lapangan.
"Berdasarkan data yang kami terima, ada tujuh guru yang diare, empat tenaga TU tidak masuk, dan kepala sekolah juga mengalami diare meski tetap masuk kerja," ujar Ngadiono saat dihubungi melalui telepon oleh detikJateng, Rabu (5/8).
Secara keseluruhan, jumlah warga sekolah yang mengalami diare mencapai 148 orang. Rinciannya 136 siswa, tujuh guru, empat tenaga TU, dan satu kepala sekolah. Dari total 709 siswa di SMPN 5 Rembang, sebanyak 136 di antaranya tercatat mengalami diare.
SMPN 5 Rembang merupakan salah satu sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh SPPG Mondoteko. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah kejadian diare massal tersebut berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi siswa.
Menu MBG yang disajikan pada Selasa (4/8) terdiri atas nasi liwet, tempe, telur balado, buah semangka dan susu kotak.
