Pakar satwa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan soal fenomena ular kobra menelan pisau dapur di rumah warga Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Meski perutnya terbelah, ular itu masih hidup saat dievakuasi relawan Exalos Indonesia.
Terkecoh Aroma Pisau
Momen langka itu terjadi pada Selasa (4/8) lalu. Menurut dosen dan pemerhati satwa liar Fakultas Biologi UGM, Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc, kobra itu salah mengidentifikasi pisau dapur sebagai mangsanya.
"Saya melihatnya bukan stres. Pisau dapur itu kan digunakan untuk memotong daging dan sebagainya, sehingga masih ada aroma yang tertinggal. Ular itu kan penglihatannya buruk, sehingga fokus menggunakan aroma," kata Donan saat dihubungi detikJateng, Rabu (5/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ada aroma daging, atau darah, dia memakan pisau itu. Itu menurut saya dari sudut pandang biologi. Kalau stres makan pisau, sepertinya tidak. Otak ular kan kecil banget, sehingga pikiran stres menurut saya kurang tepat," imbuhnya.
Tak Bisa Muntahkan Pisau
Donan menerangkan, ular kobra tidak bisa memuntahkan benda yang terlanjur dimakan.
"Mau dimuntahkan tidak bisa, karena giginya melengkung ke belakang, sehingga tidak bisa memuntahkan. Sehingga tertelan terus," jelasnya.
Menurut Donan, organ Jacobson pada ular tersebut bekerja dengan baik, karena bisa mendeteksi adanya bau pada pisau tersebut. Tapi karena penglihatan ular yang buruk, kobra Jawa itu tidak menyadari jika bau tersebut sumbernya dari pisau.
"Salah mendeteksi, karena pisaunya bekas terkena daging," tuturnya.
Ular Juga Bisa Stres
Donan mengatakan, ular juga bisa mengalami stres dalam kondisi tertentu.
"Penyebab ular stres karena kondisi lingkungan tidak stabil (misal suhu, kelembapan), perubahan habitat, terganggu manusia," kata Donan dihubungi detikJateng, Rabu (5/8/2026).
"Ciri-ciri ular stres meringkuk, atau gesek-gesekkan badan ke substrat keras berulang-ulang, kadang mudah marah dan mendesis," sambungnya.
Baca juga: Ciri-ciri Ular Stres, Awas Makin Agresif |
Kobra Telan Pisau Akhirnya Dibunuh
Diberitakan sebelumnya, ular kobra itu dievakuasi oleh komunitas pecinta satwa Exalos Indonesia. Saat didatangi, ular tersebut sembunyi di sebuah lubang.
"Posisi ular ada di lubang terlihat ekornya sedikit. Ularnya ada di kandang ayam petelur," kata relawan Exalos Indonesia, Kamto, saat dihubungi detikJateng, Rabu (5/8/2026).
Dia kemudian memperbesar ukuran lubang tersebut, agar ular mudah dievakuasi. Saat proses membongkar lubang itu, ular tersebut ternyata hendak keluar.
Kamto kemudian menggunakan tongkat penjepit untuk menarik ular tersebut keluar. Namun ular itu susah ditarik.
"Saya tarik kok ada yang menyangkut. Ternyata setelah keluar, dari perut ular itu terlihat benda runcing. Saya kira awalnya kayu atau apa, ternyata ada pisaunya. Saat saya tarik, pisaunya sudah keluar setengah," jelasnya.
Dijelaskan, pisau yang berada di perut ular itu adalah pisau dapur milik pemilik rumah. Dari keterangan yang dia dapatkan, pisau itu memang sudah hilang beberapa hari terakhir.
"Ujung pisaunya menghadap ke atas (kepala ular). Kemungkinan pas dimakan itu, gagangnya dulu," ucapnya.
Pisau tersebut kemudian di keluarkan dari dalam perut ular tersebut. Meski perut ular terbelah, ular masih dalam keadaan hidup.
"Ularnya jenis Kobra Jawa atau Naja Sputatrix. Usianya sudah indukan. Panjangnya mungkin 1 meteran," terangnya.
Karena warga kasihan, ular tersebut akhirnya dibunuh warga. Kamto mengaku tidak pernah membunuh ular. Ular yang dia tangkap, akan diberikan ke komunitas, atau dirilis sendiri ke tempat yang lebih aman.
Dihubungi terpisah, Ketua Exalos Indonesia Janu Wahyu Widodo, mengatakan fenomena ular makan pisau sangat tidak lazim. Meskipun ular mampu menelan benda yang ukurannya lebih besar dari badannya.
Kejadian itu dimungkinkan karena ular salah mengidentifikasi pisau sebagai mangsanya. Sebab, ular mengandalkan penciuman karena penglihatan yang tidak begitu baik, serta deteksi panas pada beberapa spesies. Benda yang berbau seperti mangsa atau bergerak bisa keliru dianggap makanan.
"Tentang pisau, ular sebenarnya tidak mampu mencerna logam. Jika seekor ular menelan pisau, itu merupakan keadaan darurat yang dapat menyebabkan luka pada mulut, kerongkongan, lambung, atau usus," kata Janu saat dihubungi detikJateng.
Jika ular sudah menggigit dan mulai menelan, refleks menelan sering terus berlangsung meskipun benda tersebut ternyata bukan makanan. Namun dalam kondisi yang lain, ular juga bisa menelan benda asing. Meski fenomena itu tetap tidak wajar.
"Ular yang stres, lapar, atau lingkungannya kurang sesuai terkadang membuat ular menelan benda asing, namun hal ini tidak umum," pungkasnya.
