Ratusan Murid-Kepsek SMPN 5 Rembang Diare Massal

Ratusan Murid-Kepsek SMPN 5 Rembang Diare Massal

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Rabu, 05 Agu 2026 18:30 WIB
Gedung SMPN 5 Rembang, Rabu (5/8/2026).
Gedung SMPN 5 Rembang, Rabu (5/8/2026). Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng
Rembang -

Sebanyak 136 siswa di SMP Negeri 5 Rembang dilaporkan mengalami diare, Rabu (5/8/2026). Selain siswa, sejumlah guru dan tenaga tata usaha (TU) juga mengalami keluhan serupa.

Kabid SMP Dindikpora Rembang, Ngadiono, saat dimintai konfirmasi detikJateng hari ini, Rabu (5/8/2026) mengatakan laporan tersebut diterimanya pada pagi tadi. Setelah mendapat informasi, ia langsung mendatangi sekolah untuk memastikan kondisi di lapangan.

"Berdasarkan data yang kami terima, ada tujuh guru yang diare, empat tenaga TU tidak masuk, dan kepala sekolah juga mengalami diare meski tetap masuk kerja," ujar Ngadiono saat dihubungi melalui telepon oleh detikJateng, Rabu (5/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, sekitar 94 siswa tercatat tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Saat proses belajar berlangsung, ditemukan lagi 42 siswa yang mengalami diare sehingga dibawa ke ruang UKS dan dipulangkan dini.

ADVERTISEMENT

"Murid di grup kelas itu ada pemberitahuan 94 murid tidak masuk izin sakit karena diare. Setelah itu pagi saat jam pembelajaran anak yang masuk kelas, dijumpai ada 42 anak yang diare. Kemudian pihak sekolah menghubungi Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan. 42 anak itu kemudian dipulangkan dini. Kami beritahukan ke orang tuanya dan dijemput orang tuanya untuk pulang," papar Ngadiono.

Pihak sekolah kemudian menghubungi Puskesmas. Petugas kesehatan bersama tim Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap para siswa.

"Hasil pemeriksaan sementara, tekanan darah anak-anak normal. Ada beberapa yang mengalami demam sehingga diberikan paracetamol," katanya.

Secara keseluruhan, jumlah warga sekolah yang mengalami diare mencapai 148 orang. Rinciannya 136 siswa, tujuh guru, empat tenaga TU, dan satu kepala sekolah. Dari total 709 siswa di SMPN 5 Rembang, sebanyak 136 di antaranya tercatat mengalami diare.

Dindikpora memastikan hingga saat ini belum ada laporan kejadian serupa dari sekolah lain. Kasus tersebut masih terjadi di SMPN 5 Rembang.

"Penyebab pastinya belum diketahui. Apakah karena faktor makanan MBG, penularan, atau penyebab lain, masih menunggu penyelidikan dari Dinas Kesehatan," jelasnya.

Ngadiono menyebut SMPN 5 Rembang merupakan salah satu sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh SPPG Mondoteko. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah kejadian diare massal tersebut berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi siswa.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, menu MBG yang disajikan pada Selasa (4/8) terdiri atas nasi liwet, tempe, telur balado, buah semangka dan susu kotak.

"Saat menu datang ada tim dari sekolah. Tim bertugas untuk cek kelayakan makanan sebelum didistribusikan ke murid. Kemarin itu dicek tidak basi dan layak konsumsi. Tidak bau, tidak basi ya enak. Makanya berani didistribusikan," imbuh Ngadiono.

Disinggung apakah program MBG pada hari ini di SMPN 5 Rembang ditunda atau tetap berjalan seperti biasanya, Ngadiono mengungkapkan, berjalan normal. Menu makanan MBG dinilai layak dan tetap didistribusikan.

"(MBG) Untuk yang hari ini juga didistribusikan seperti biasanya. Menunya nasi putih, fuyunghai, tahu chili padi, acar dan buah anggur. Murid-murid juga makan seperti biasa dan habis," pungkasnya.



(apu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads