7 Bulan Menghilang, Keberadaan Kades Sambeng Magelang Masih Misterius

7 Bulan Menghilang, Keberadaan Kades Sambeng Magelang Masih Misterius

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 04 Agu 2026 07:35 WIB
Ilustrasi Orang Hilang
Ilustrasi Orang Hilang. Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Solo -

Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rowiyanto, masih misterius setelah 7 bulan meninggalkan jabatannya. Kini, Rowiyanto pun dicopot.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang, Margono, mengatakan pemberhentian Rowiyanto sebagai kades sudah tertuang dalam surat keputusan (SK) per 3 Agustus 2026. Ia mengungkap ada dua SK, pertama pemberhentian Kades, kemudian kedua penunjukan penjabat (pj).

"Nggih, tanggal 23 Juli. Kami terima SK salinan dari Bagian Hukum. Sekalian penunjukan Pj Kades Sambeng," kata Margono saat dihubungi detikJateng, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sudah ada SK pemberhentian kan berarti mengangkat Pj Kepala Desa. Pelaksanaan kepala desa dilakukan Pj. Untuk selaku Pj Kades Sambeng yakni Sekretaris Kecamatan Borobudur, Amron Effendi," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Margono melanjutkan, masa kerja Pj Kades akan dimulai sejak SK ditandatangani hingga pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Oktober mendatang.

"Ini untuk mengisi kekosongan. Karena itu kan berhalangan tetap diangkat Pj. Nanti Pj mengisi kekosongan sampai terisi kades (pilkades serentak Oktober) dan pelantikan kades bulan Desember," beber Margono.

Keberadaannya Tak Diketahui Keluarga

Dikatakan Margono, Rowiyanto tidak pernah menjalankan tugasnya. Bahkan, keluarganya tidak tahu di mana keberadaannya.

"Informasi dari kecamatan, terus pemerintah desa dalam hal (Pemdes). Pernah BPD ke sini juga tidak tahu (keberadaannya). Terus terakhir terkait dengan istrinya Pak Kades menyampaikan bahwa keluarga tidak tahu keberadaannya," jelasnya.

"Makanya pemberhentian ini salah satunya juga informasi keluarga. Bahwa keluarga juga tidak tahu keberadaannya. Yang kedua, hasil monitoring kecamatan juga menyampaikan bahwa selama ini, pak kepala desa tidak ke kantor," pungkasnya.

Senada, Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita) Sambeng, Khairul Hamzah, menuturkan pihaknya sudah menerima informasi mengenai pencopotan Rowiyanto sekaligus penunjukan Pj Kades Sambeng.

"Alhamdulillah, dengan adanya (penunjukan Pj Kades) setelah hampir sekitar 7 bulan ada kekosongan semoga membawa kebaikan bagi masyarakat Sambeng,"

Menghilang Sejak Desember 2025

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rowiyanto, menghilang tanpa kabar sekitar dua bulan lamanya. Pemkab Magelang angkat bicara soal hilangnya Pak Kades Sambeng ini.

Rowiyanto diketahui menghilang tanpa kabar sejak Jumat (5/12/2025) siang. Sehari sebelumnya, pada Kamis (4/12/2025), Rowiyanto masih terlihat menghadiri pertemuan bersama tokoh masyarakat, warga, pemdes dan Forkompincam tentang penolakan penambangan tanah uruk untuk jalan tol Jogja-Bawen.

"Itu selesai ada pertemuan warga di tanggal 4 Desember 2025. Itu kan pertemuan resmi warga dengan BPD dan juga Pemdes, termasuk beliau yang juga dihadiri oleh Pak Kapolsek. Kemudian juga dihadiri oleh Bapak Danramil," kata Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita) Sambeng, Khairul Hamzah saat dihubungi detikJateng, Senin (9/2).

"Di situ (pertemuan) kan sudah sampai ada keputusan bahwasanya memang warga memang menolak (penambangan tanah uruk). Beliau (kades) juga akhirnya memberikan surat pernyataan menolak segala macam dan juga berjanji akan membersamai warga," sambung Khairul.

Khairul mengatakan setelah mengikuti pertemuan tersebut, Rowiyanto masih terlihat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih pada Jumat (5/12/2025). Setelahnya, Rowiyanto tidak terdengar kabarnya.

"Nah, setelah itu siangnya sudah tidak bisa dikontak sampai sekarang. Sampai hari ini," ujar dia.

"Pernah dihubungi, bahkan pernah didatangi ke rumahnya. Tapi, beliau nggak ada. Kalau WhatsApp memang sampai sekarang masih centang satu, nggak kebaca," tambah Khairul.

Menghilangnya kades tersebut, terhitung sejak 5 Desember 2025 sampai sekarang. Selama Rowiyanto menghilang, jalannya pemerintahan desa tidak terganggu.

"(Terakhir terlihat) 5 Desember, sekarang tanggal 9, iya 2 bulan lebih," ujarnya.

"Ya kita tahunya roda pemerintahan desa berjalan karena staf yang lain. Seperti Bu Sekdes dan hal-hal bersifat administrasi warga meski tetap tercukupi. Ya, jadi berjalan apa adanya," kata dia.

Khairul menyebut kasus hilangnya Rowiyanto belum dilaporkan ke polisi.

"Kalau kami sebagai warga sih nggak. Karena kan kami kan enggak merasa tidak mempunyai legal standing kan untuk itu," lanjutnya.



(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads