Kades Sambeng Borobudur Dicopot Usai Menghilang Sejak Desember 2025

Kades Sambeng Borobudur Dicopot Usai Menghilang Sejak Desember 2025

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 03 Agu 2026 13:22 WIB
Kepala Di.spermades Kabupaten Magelang, Margono saat ditemui di kantornya, Senin (3/8/2026)
Kepala Dispermades Kabupaten Magelang, Margono saat ditemui di kantornya, Senin (3/8/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rowiyanto dicopot dari jabatannya. Pemberhentian ini dilakukan karena yang bersangkutan meninggalkan tugas sejak Desember 2025.

Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita) Sambeng, Khairul Hamzah, mengatakan hari ini telah mendapatkan informasi bahwa kades diberhentikan. Kemudian juga sudah ditunjuk selaku Pj Kades.

"Alhamdulillah, dengan adanya (penunjukan Pj Kades) setelah hampir sekitar 7 bulan ada kekosongan semoga membawa kebaikan bagi masyarakat Sambeng," kata Khairul saat dihubungi detikJateng, Senin (3/8/2026).

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang, Margono, mengatakan tertuang dalam surat keputusan (SK) pemberhentian Kades Sambeng per tanggal 23 Juli 2026. Dalam hal ini ada dua SK, yang pertama pemberhentian Kades dan SK berikutnya penunjukan Pj.

"Nggih, tanggal 23 Juli. Kami terima SK salinan dari Bagian Hukum. Sekalian penunjukan Pj Kades Sambeng," kata Margono.

"Kalau sudah ada SK pemberhentian kan berarti mengangkat Pj Kepala Desa. Pelaksanaan kepala desa dilakukan Pj. Untuk selaku Pj Kades Sambeng yakni Sekretaris Kecamatan Borobudur, Amron Effendi," ujarnya.



Margono menambahkan, definitif sebagai Pj sesuai dengan SK tersebut ditandatangani. Masa kerja Pj Kades ini sampai terisi dalam pilkades serentak bulan Oktober mendatang.

"Ini untuk mengisi kekosongan. Karena itu kan berhalangan tetap diangkat Pj. Nanti Pj mengisi kekosongan sampai terisi kades (pilkades serentak Oktober) dan pelantikan kades bulan Desember," beber Margono.

Perihal keberadaan Kades Sambeng Rowiyanto, kata Margono, pihaknya tidak mengetahuinya.

"Informasi dari kecamatan, terus pemerintah desa dalam hal (Pemdes). Pernah BPD ke sini juga tidak tahu (keberadaannya). Terus terakhir terkait dengan istrinya Pak Kades menyampaikan bahwa keluarga tidak tahu keberadaannya," jelasnya.

"Makanya pemberhentian ini salah satunya juga informasi keluarga. Bahwa keluarga juga tidak tahu keberadaannya. Yang kedua, hasil monitoring kecamatan juga menyampaikan bahwa selama ini, pak kepala desa tidak ke kantor," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rowiyanto, menghilang tanpa kabar sekitar dua bulan lamanya. Pemkab Magelang angkat bicara soal hilangnya Pak Kades Sambeng ini.

Rowiyanto diketahui menghilang tanpa kabar sejak Jumat (5/12/2025) siang. Sehari sebelumnya, pada Kamis (4/12/2025), Rowiyanto masih terlihat menghadiri pertemuan bersama tokoh masyarakat, warga, pemdes dan Forkompincam tentang penolakan penambangan tanah uruk untuk jalan tol Jogja-Bawen.

"Itu selesai ada pertemuan warga di tanggal 4 Desember 2025. Itu kan pertemuan resmi warga dengan BPD dan juga Pemdes, termasuk beliau yang juga dihadiri oleh Pak Kapolsek. Kemudian juga dihadiri oleh Bapak Danramil," kata Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita) Sambeng, Khairul Hamzah saat dihubungi detikJateng, Senin (9/2).

"Di situ (pertemuan) kan sudah sampai ada keputusan bahwasanya memang warga memang menolak (penambangan tanah uruk). Beliau (kades) juga akhirnya memberikan surat pernyataan menolak segala macam dan juga berjanji akan membersamai warga," sambung Khairul.

Khairul mengatakan setelah mengikuti pertemuan tersebut, Rowiyanto masih terlihat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih pada Jumat (5/12/2025). Setelahnya, Rowiyanto tidak terdengar kabarnya.

"Nah, setelah itu siangnya sudah tidak bisa dikontak sampai sekarang. Sampai hari ini," ujar dia.

"Pernah dihubungi, bahkan pernah didatangi ke rumahnya. Tapi, beliau nggak ada. Kalau WhatsApp memang sampai sekarang masih centang satu, nggak kebaca," tambah Khairul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Menghilangnya kades tersebut, terhitung sejak 5 Desember 2025 sampai sekarang. Selama Rowiyanto menghilang, jalannya pemerintahan desa tidak terganggu.

"(Terakhir terlihat) 5 Desember, sekarang tanggal 9, iya 2 bulan lebih," ujarnya.

"Ya kita tahunya roda pemerintahan desa berjalan karena staf yang lain. Seperti Bu Sekdes dan hal-hal bersifat administrasi warga meski tetap tercukupi. Ya, jadi berjalan apa adanya," kata dia.

Khairul menyebut kasus hilangnya Rowiyanto belum dilaporkan ke polisi.

"Kalau kami sebagai warga sih nggak. Karena kan kami kan enggak merasa tidak mempunyai legal standing kan untuk itu," lanjutnya.



(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads