Warga Sambeng Magelang Geruduk Tambang Pasir di Sungai Progo

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 03 Agu 2026 19:33 WIB
Warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang beramai-ramai menghentikan aksi penambangan di bantaran Sungai Progo, Senin (3/8/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, menggeruduk lokasi penambangan pasir di bantaran Sungai Progo. Mereka menghentikan penambangan, dan baru membubarkan diri setelah alat berat dan truk yang bakal mengangkut pasir meninggalkan lokasi tambang.

Pantauan detikJateng, aksi ini dilakukan secara spontan oleh warga Desa Sambeng. Warga yang mayoritas emak-emak, baik yang masih muda maupun tua, serta bapak-bapak mendatangi lokasi penambangan pasir.

Warga sempat menghentikan satu alat berat yang tengah beroperasi. Setelah itu, massa mengusir enam truk yang hendak mengambil material pasir.

Aksi spontan ini nyaris menimbulkan kesalahpahaman. Beruntung, petugas dari Polsek Borobudur maupun Polresta Magelang bisa mencegahnya.

Dalam aksi ini, warga membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB. Warga bubar setelah enam truk secara bergantian meninggalkan lokasi penambangan.

Ketua Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita), Umar, mengatakan penambangan tersebut tidak ada sosialisasi kepada warga dan pemerintah desa.

"Tetapi, pihak menambang itu mengatakan sosialisasi dan juga ada izin pak lurah. Untuk izin pak lurah, kita tidak bisa klarifikasi karena pak lurah tidak ada (menghilang)," kata Umar kepada wartawan di lokasi penambangan, Senin (3/8/2026).

"Kemudian untuk sosialisasi ke warga, itu kami membuka ruang bagi penambang. Jika memang ada sosialisasi, punya bukti dan sebagainya, monggo, nanti kita temukan dengan warga. Kami contohkan dengan tanah uruk. Tanah uruk itu kan sosialisasi dihadiri oleh pemerintah desa, BPD termasuk Forkompincam juga hadir," sambung Umar.

Umar menegaskan, warga berharap penambang di sana bisa berhenti untuk selamanya. Karena itu, pihaknya berharap ada pertemuan dengan direksi.

"Tetapi, mulai hari ini penambang berhenti. Kemauan warga bukan tidak hari ini, untuk selamanya berhenti," imbuh Umar.

"Namun, juga direksi mungkin ada aturan-aturan tersendiri, sehingga nanti menunggu dari direksi itu, dari penambang seperti itu," ujarnya.

Umar menambahkan, pihaknya ingin membuktikan apakah benar sudah dilakukan sosialisasi sebelum penambangan dimulai. Pihaknya ingin membandingkan dengan data yang menyebut adanya sosialisasi.




(apu/afn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB