Kecelakaan terjadi di Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Satu unit Mitsubishi Colt T 120 SS tertabrak Kereta Api (KA) Sembrani jurusan Surabaya-Jakarta setelah as roda pikap terlepas.
"Kejadiannya siang tadi sekitar pukul 11.39 WIB di perlintasan kereta api desa Karanganom Kecamatan Weleri. Mobil pikap tertabrak kereta api Sembrani jurusan Surabaya-Jakarta," kata Kapolsek Weleri, AKP Yulianto, kepada detikJateng saat ditemui di kantornya, Jumat (18/9/2026).
Insiden bermula saat mobil bernomor polisi H 8099 BG yang disopiri Mukrim, warga Kecamatan Banyuputih, Batang, melintasi perlintasan palang pintu kereta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat melintas, tiba-tiba ban belakang sebelah kiri lepas sehingga sopir turun dan bergegas menuju pos palang pintu.
Kibarkan Bendera agar KA Mengerem
Yulianto melanjutkan, petugas dibantu warga sekitar langsung mengibarkan bendera supaya KA Sembrani bisa melakukan pengereman. Namun, karena laju kereta yang kencang, akhirnya tabrakan tak bisa dihindari.
"Petugas dan warga langsung kasih tanda bendera agar kereta yang lewat bisa melakukan pengereman. Tapi karena keretanya terlalu kencang tidak berhasil mengerem," terangnya.
As Roda Lepas
Yulianto menjelaskan, berdasarkan keterangan yang disampaikan sopir, as roda belakang mobilnya tiba-tiba terlepas saat lewat. Sehingga mobil tertahan di tengah perlintasan.
"Penyebabnya kenapa mobil pikap berhenti di tengah perlintasan karena as roda bagian belakang sebelah kiri patah sehingga roda lepas. Itu keterangan dari sopirnya yang kami mintai keterangan," papar Yulianto.
"Sopir atas nama Mukrim warga Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang selamat," imbuhnya.
Penjelasan KAI
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan perjalanan KA 39 (Sembrani) relasi Surabaya Pasarturi-Gambir mengalami insiden tertemper mobil pikp di perlintasan sebidang JPL 75 yang dijaga petugas di KM 41+500 petak jalan antara Stasiun Weleri-Stasiun Krengseng pada Jumat (18/9) pukul 11.38 WIB.
"Telah terjadi insiden di perlintasan sebidang JPL 75 yang dijaga petugas di KM 41+500 petak jalan antara Stasiun Weleri-Stasiun Krengseng. Mobil tertemper KA 39 Sembrani," kata Luqman Ari, melalui rilisnya.
Akibat kejadian tersebut, KA 39 (Sembrani) melakukan berhenti di KM 41+500 untuk dilakukan pemeriksaan rangkaian oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP). Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat kerusakan pada lokomotif CC 206 13 46 berupa lampu kabut dan semboyan sebelah kiri yang pecah.
"Ada beberapa bagian kereta api yang mengalami kerusakan antara lain lampu kabut dan semboyan sebelah kiri yang pecah," ucapnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan rangkaian dinyatakan dalam kondisi baik serta aman untuk melanjutkan perjalanan, KA 39 (Sembrani) diberangkatkan kembali dari KM 41+500 pada pukul 11.48 WIB.
"Setelah dicek, KA 39 Sembrani bisa melanjutkan perjalanan lagi pada pukul 11.48 WIB," jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan Unit Jalan Rel 4.7 Weleri, jalur hulu dan hilir dinyatakan aman. KA 39 (Sembrani) kemudian melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Krengseng untuk proses penyerahan PTGOK dan kembali diberangkatkan pada pukul 12.00 WIB.
Lukman menyayangkan kejadian tersebut dan memohon maaf kepada pelanggan kereta api yang terdampak keterlambatan perjalanan.
"Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI. Penanganan terhadap kejadian ini dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum perjalanan kereta api dilanjutkan. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi rangkaian dan jalur aman sehingga perjalanan KA Sembrani dapat kembali dilanjutkan," terangnya.
Akibat kejadian tersebut, terdapat 5 perjalanan kereta api yang mengalami dampak keterlambatan dengan total andil 70 menit. KA 39 (Sembrani) mengalami andil keterlambatan 22 menit, KA 183 (Kamandaka) 19 menit, Perjalanan Kereta Api Luar Biasa (PLB) 2510A (Banteng Cargo) 14 menit, PLB 20A (Argo Muria) 9 menit, dan PLB 178B (Tawangjaya Premium) 6 menit.
KAI Daop 4 Semarang terus melakukan pengaturan perjalanan dan koordinasi dengan unit terkait untuk meminimalkan dampak terhadap perjalanan kereta api lainnya.
"Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat, KAI Daop 4 Semarang secara konsisten terus menggencarkan berbagai upaya preventif. Hingga 15 September 2026, KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan 265 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, 28 kali sosialisasi keselamatan perkeretaapian di sekolah-sekolah, serta melakukan penutupan 14 lokasi perlintasan liar yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat," urainya.
Pada periode yang sama, tercatat 17 kejadian kecelakaan di perlintasan liar. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam membangun budaya keselamatan bersama sekaligus menekan potensi terjadinya kecelakaan di wilayah operasional KAI.
KAI Daop 4 Semarang kembali mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi ketentuan saat melintasi perlintasan sebidang.
"Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api serta berhenti, melihat ke kanan dan kiri, dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama," pungkasnya.
