Indahnya Jalan Dusun di Karanganyar Jelang HUT RI yang Habiskan 4 Kuintal Cat

Indahnya Jalan Dusun di Karanganyar Jelang HUT RI yang Habiskan 4 Kuintal Cat

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 29 Jul 2026 20:37 WIB
Indahnya jalan kampung Mener, RW 03, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, saat dicat warna-warni.
Indahnya jalan kampung Mener, RW 03, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, saat dicat warna-warni. Foto: Dok. Warga, Suparmo
Karanganyar -

Kemeriahan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) sangat terasa di Dusun Mener, RW 03, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Jalan kampung terlihat sangat indah dengan warna-warni cat yang dilukiskan.

Aspal jalan yang biasa berwarna hitam polos, kini dicat dengan berbagai warna dan bentuk. Hal ini membuat Dusun Mener semakin indah, ditambah dengan pemandangan lereng Gunung Lawu.

Koordinator Warga Suparmo mengatakan, pengecat jalan ini dilakukan warga RW 03 secara gotong royong. Mereka melakukan pengecatan dari siang hingga adzan Magrib, untuk menghias lingkungan jelang tujuh belasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini temanya batik, kita ingin uri-uri budaya Jawa. Ada dua motif batik yang digambar, yakni motif Kawung dan Parang," kata Suparmo saat dihubungi detikJateng, Rabu (29/7/2026).

Direncanakan, semua jalan kampung sepanjang 500 meter akan dicat. Warga mulai melakukan pengecatan sejak Jumat (24/7). Ditargetkan pengecatan akan dilakukan selama 10 hari.

ADVERTISEMENT
Indahnya jalan kampung Mener, RW 03, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, saat dicat warna-warni.Indahnya jalan kampung Mener, RW 03, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, saat dicat warna-warni. Foto: Dok. Warga, Suparmo

Selama 6 hari bekerja, saat ini sudah sekitar 250 meter jalan kampung sudah dicat penuh. Karena jalan full dicat, warga terbantu dengan adanya sponsor dari produsen cat yang masuk dengan memberikan cat, kuas, dan roll secara cuma-cuma.

"Kami mengajukan proposal, mengajukan 4 kuintal cat," ucapnya.

Dijelaskan, Dusun Mener sudah 3 kali ini mengecat jalan kampung secara penuh, yakni tahun 2018, 2025, dan 2026 ini. Tahun lalu, temanya adalah batik dan permainan anak. Mereka menghabiskan uang sekira Rp 15 juta dari swadaya warga, untuk mengecat jalan itu tahun lalu.

Kreativitas warga itu membuat salah satu pabrik cat melirik, dan memberikan bantuan cat berbagai warna beserta alatnya. Suparmo mengatakan, sedianya warga tahun ini tidak mengecat jalan secara penuh, karena keterbatasan anggaran.

Hanya saja, kemudian justru produsen cat itu yang mendekati warga dan menawarkan bantuan.

"Terus lihat-lihat, disuruh mengajukan proposal," terangnya.

Jadi Daya Tarik Wisatawan

Selama proses pengecatan ini, Dusun Mener kembali viral karena hasil karya warga yang cukup unik. Sejumlah warga sudah berdatangan, namun belum bisa menikmatinya karena masih dalam proses pengerjaan, sehingga banyak jalan kampung yang ditutup.

Jika berkaca dari tahun lalu, Suparmo mengatakan, banyak wisatawan yang berkunjung ke kampungnya untuk menikmati hasil seni warga tersebut.

"Saat ini sementara masih ditutup, banyak pemotor yang belum bisa masuk. Kalau tahun kemarin, banyak warga yang datang," ucapnya.

Dia memperkirakan, tahun ini kampungnya akan kembali ramai didatangi pengunjung saat proses pengecatan selesai. Dia berharap, hal tersebut bisa menjadi berkah sendiri bagi warga setempat.

"Prediksi saya tahun ini akan ramai lagi," pungkasnya.



(alg/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads