Bocah kelas 6 SD di Boyolali, Ibrahim Al Abrar (12) yang menemukan celah keamanan (bug) pada situs Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), bertemu Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi. Ia meminta laptop dengan spek tinggi.
Hal itu disampaikan Ibra, sapaan Ibrahim, di Kantor Gubernur Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Ia mengaku masih sulit mengembangkan kemampuannya karena keterbatasan perangkat yang dimiliki.
"Harapan saya (bertemu Gubernur) adalah mendapatkan laptop yang speknya tinggi dan juga merenovasi sekolah saya," kata Ibrahim di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (29/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mereknya apa saya belum tahu, tapi yang saya inginkan speknya tinggi dengan penyimpanan yang lebih besar lagi," ujarnya.
Ibrahim mengaku bercita-cita bekerja di bidang cybersecurity. Ketertarikannya pada dunia komputer, kata dia, sudah muncul sejak duduk di bangku kelas 5 SD.
"Saya suka sudah dari kelas 5, terus menguasai deepseek sejak kelas 6 SD," ungkapnya.
Untuk menemukan celah keamanan di situs NASA, Ibrahim mengaku membutuhkan waktu sekitar enam hari. Selama itu ia memeriksa sekitar 200 tautan hingga akhirnya menemukan lima temuan yang kemudian dilaporkan kepada NASA.
"(Prosesnya) Susah. Link-nya itu sampai 46 sampai 200-an. Terus ada lima temuan saya laporkan langsung ke NASA," ucapnya
Bocah yang menyukai pelajaran matematika itu mengatakan, ilmu yang dimilikinya itu banyak dipelajari secara mandiri melalui AI, YouTube, serta bantuan sang ayah yang berprofesi sebagai guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kemusu.
"Pernah juga (menemukan kerentanan) di laman (instansi) Lampung. Saya nemuin Lampung itu kerentanannya namanya remote code execution, saya bisa nge-remote servernya dan menulis kode Linux. Selain itu ada dari produksi film terkenal, saya pernah nemuin SKL injection," ucapnya.
Menanggapi permintaam itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jateng, Sadimin, mengatakan Pemerintah Provinsi Jateng akan memberikan apresiasi berupa laptop dan perlengkapan sekolah kepada Ibrahim.
"Karena ini berprestasi, kita kasih laptop. Mas Ibrahim ini butuh laptop. Kemudian tas juga," kata Sadimin.
Ia menjelaskan, spesifikasi laptop akan disesuaikan dengan kebutuhan Ibrahim agar bakatnya di bidang keamanan siber terus berkembang.
"Laptopnya nanti sesuai kebutuhan. Yang jelas kita fasilitasi supaya anak ini berkembang. Anak kecil sudah dapat penghargaan dari NASA, tentu harus kita apresiasi," ujarnya.
