Ribuan umat Buddha mulai berdatangan di Candi Mendut, Kabupaten Magelang. Umat bakal mengikuti kirab dalam rangkaian Indonesia Tipitaka Chanting Asalha Mahapuja 2570 BE/2026.
Pantauan detikJateng pukul 10.56 WIB, umat Buddha datang dari berbagai daerah. Para umat mayoritas memakai baju warna putih.
Selain di Candi Mendut, umat juga berkumpul di kompleks Vihara Mendut. Kemudian di luar Candi Mendut telah ada empat Kereta Kencana yang bakal dikirab.
Salah satu umat Buddha, Supinto (45), dari Kaloran, Temanggung, mengatakan setiap Asalha Mahapuja selalu ikut.
"Prosesi dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Kalau Waisak kadang-kadang ikut, tapi Asalha Mahapuja selalu ikut," kata Supinto saat ditemui di Candi Mendut, Minggu (26/7/22026).
"Rasanya senang sekali bisa bertemu dengan umat Buddha dari daerah lain," sambungnya.
Prosesi perjalanan dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, kata Supinto, sudah biasa.
"Nanti bawa bunga sedap malam. Sama ini sudah dikasih tanda (untuk masuk) Candi Borobudur," imbuhnya.
Hal senada disampaikan umat lainnya, Rutipah ( 52) dari Keling, Jepara.
"Senang bisa bertemu dengan dengan umat dari berbagai daerah," ujarnya.
Umat lainnya, Doni Refiyanto (31), dari Krecek, Kaloran, Temanggung menuturkan dirinya setiap tahun ikut Asalha Mahapuja.
"Dulu saya pernah menjadi panitia. Setiap Asalha Mahapuja ikut," ujarnya.
"Kalau Waisak nggak mesti ikut. Ini selalu ikut momentum kebersamaan bertemu umat Buddha senang dari berbagai wilayah," tambahnya.
Untuk kirab rencananya bakal mulai pukul 13.00 WIB. Nantinya menempuh perjalanan sekitar 3 km.
Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan
Sementara itu, sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan prosesi kirab.
Personel pengamanan terdiri dari Polresta Magelang, Tim Gegana Sat Brimob Polda Jawa Tengah, Kodim 0705/Magelang, Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Satpol PP Kabupaten Magelang, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang, Security Candi Borobudur, serta Security Candi Mendut.
Seluruh personel ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dan aktivitas masyarakat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Plh Wakapolresta Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, berkata pengamanan dilaksanakan secara maksimal sebagai bentuk komitmen Polri bersama seluruh instansi terkait dalam memberikan rasa aman dan nyaman selama pelaksanaan kegiatan keagamaan berskala nasional tersebut.
"Dengan sinergi seluruh unsur pengamanan, kami berharap seluruh rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 dapat berlangsung dengan khidmat, aman, tertib, dan kondusif," kata Eko.
"Kami juga berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar umat Buddha dapat menjalankan ibadah dengan tenang, serta masyarakat dan wisatawan merasa aman dan nyaman selama berada di kawasan Candi Borobudur," pungkasnya.
Simak Video "Video: Ribuan umat Buddha mengikuti kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur"
(apu/apu)