Insiden ambruknya tribun VIP ajang Speed Fest #2, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, masih dalam penyelidikan kepolisian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui sebab ambruknya tribun tersebut.
Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi menegaskan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Polisi juga akan mendalami ada tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
"Kami sedang melakukan olah TKP. Tentunya nanti akan dilihat dari faktor mens rea-nya (unsur kesalahan atau kelalaian). Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," kata Petrus saat dihubungi, Minggu (26/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petrus menambahkan insiden ambruknya tribun penonton pada Kejurnas Drift Speed Fest di GOR Satria Purwokerto harus menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang di kemudian hari.
"Saya pikir ini jangan sampai terjadi lagi. Baik dari siapa pun, termasuk event organizer (EO), harus memastikan bahwa struktur tribun atau panggung yang digunakan benar-benar kuat dan aman bagi penonton," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah penonton ajang Speed Fest #2, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas mengalami luka-luka. Hal ini buntut insiden tribun penonton yang tiba-tiba ambruk saat gelaran berlangsung.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyebut ada puluhan korban dalam insiden ini. Para korban ini dievakuasi ke enam rumah sakit di Banyumas.
"Total korban luka berat dan ringan sebanyak 75 orang. Selain 3 RS tadi juga ke Geriatri, Margono, Ananda," kata Sadewo saat dimintai konfirmasi, Minggu (26/7).
Saat ini ia tengah fokus penanganan korban luka yang menjalani perawatan. Pihaknya mengajak penyelenggara untuk menyambangi para korban.
"Saya sedang keliling ke semua RS mengajak tim penyelenggara untuk menyambangi dan cek kondisi korban," ujarnya.
