Video bernarasi sekelompok orang memprotes adanya selawatan di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, jadi viral di media sosial. Begini respons Kepala Desa Ngraji dan pihak Laskar Perjuangan Walisongo Indonesia-Laskar Sabilillah (PWI-LS).
Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @infogrobogan.id. Keterangan pada unggahan video itu menyebut pengajian dan selawatan itu digelar di di Dusun Cabean, Desa Ngraji, pada Senin (20/7) malam.
"Kericuhan mewarnai kegiatan pengajian dan sholawatan yang digelar di Dusun Cabean, Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Senin (20/7/2026) malam. Insiden tersebut diduga dipicu oleh upaya pembubaran kegiatan yang tengah berlangsung," tulis takarir unggahan tersebut, dilihat detikJateng pada Selasa (21/7/2026).
"Berdasarkan informasi yang beredar, acara yang menghadirkan Habib Ali Zainal Habidin dan Abah KH Anwar Zahid itu didatangi sekelompok orang yang disebut melakukan aksi protes terhadap pelaksanaan pengajian. Situasi kemudian memanas hingga terjadi kericuhan," sambungnya.
Dalam video itu terdengar seseorang yang mempertanyakan kenapa acara selawatan dibubarkan. Video itu juga menampilkan seseorang berbaju putih yang dahinya berdarah. Sejumlah orang juga berteriak meminta pertanggungjawaban.
Kepala Desa Ngraji, Yahmo mengatakan di wilayahnya pada Senin (21/7/2026) malam ada pengajian dan selawatan yang menghadirkan Habib Bidin serta Abah Anza.
"Undangannya pengajian Anwar Zahid itu sama selawatan Habib Bidin," kata Yahmo saat dihubungi detikJateng, Selasa (21/7/2026).
Menurut Yahmo, acara tersebut digelar untuk tasyakuran rumah yang baru jadi. Kegiatan itu digelar di halaman rumah dan terbuka untuk masyarakat.
"Syukuran penempatan rumah. Dilakukan di halaman rumah dan untuk masyarakat umum," ujar Yahmo.
"(Acara) Pribadi gitu untuk syukuran, nadzar untuk rumah kalau jadi ya nanti mengadakan selawatan, pengajian bersama, kemudian kenal masyarakat di lingkungan kita," imbuhnya.
Yahmo juga menyampaikan bahwa acara tersebut sudah berizin. Ia juga hadir sebagai tamu undangan.
"Kalau desa, tugas pokok dan fungsinya kan memberi pelayanan. Iya sudah (izin) tertulis, lisan, pun sudah," jelas Yahmo.
"Posisi juga saya ada undangan, saya juga sampai selesai di pengajian," tambahnya.
Kendati berada di lokasi, Yahmo mengaku tidak mengetahui adanya keributan pada kegiatan tersebut. Menurutnya, kondisi pengajian itu aman hingga acara berakhir.
"Saya enggak tahu (ada keributan atau tidak). Selesai aman, tentrem, damai, ya insyaallah dibarokahi oleh Allah gitu," pungkasnya.
Terpisah, Ketua Laskar Perjuangan Walisongo Indonesia-Laskar Sabilillah (PWI-LS), Gus Jibril membenarkan bahwa pihaknya sempat mendatangi acara tersebut. Tujuannya meminta Habib Bidin untuk turun.
"Kita menolak kedatangan Habib Bidin dengan adanya ajaran khurafatnya Ba'alawi. Kita tidak menolak dengan adanya terselenggaranya pengajian maupun selawat. Pengajian selawat monggo, tapi kok ada habib? Orang yang mendatangkan habib kita sampai kapan pun tetap akan menolak Habib manggung di Grobogan," kata Gus Jibril.
Simak Video "Video Surabaya Samator Bungkam Alib Grobogan di SBY Cup 2026"
(dil/dil)