Konvoi rombongan pesilat berujung ricuh di Desa Menduran, Brati, Grobogan, dini hari tadi. Polisi menyebut ada satu sepeda motor milik warga setempat yang dibakar dalam kericuhan tersebut. Ketua Pimpinan Cabang Pagar Nusa Grobogan, Ali Mas'ud, pun buka suara.
"Saya belum bisa menemukan informasi yang pasti tentang apa sih yang membuat pemicu bahwa anak-anak Pagar Nusa itu bisa terjadi kontak dengan warga," kata Ketua Pimpinan Cabang Pagar Nusa Grobogan, Ali Mas'ud saat dihubungi detikJateng, Minggu (12/7/2026).
Ali menuturkan, pihaknya baru memperoleh informasi bahwa saat peristiwa tersebut terjadi, para pesilat sedang melakukan konvoi usai pengesahan anggota baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sementara ini yang masuk laporan pimpinan cabang ya itu memang sekarang ada sebagian dari anak-anak Pagar Nusa yang konvoi. Kalau yang konvoi itu infonya pasti banyak simpatisan juga. Cuman kan kita belum bisa melihat secara detail," ujar Ali.
Ali mengonfirmasi bahwa sempat terjadi kontak antara anggota Pagar Nusa dengan masyarakat. Namun, ia belum mengetahui secara pasti pesilat dari mana yang terlibat, karena banyak yang datang dari luar Grobogan.
"Ya terjadi kontak. Kontak itu ya secara permasalahan dari sisi internalnya ini kan saling ada pembenaran baik dari warga maupun dari anak-anak Pagar Nusa," ucap Ali.
"Jadi memang ada beberapa simpatisan atau beberapa teman-teman Pagar Nusa yang dari Blora, dari Sragen, dari Demak, itu banyak yang hadir kemarin itu. Sehingga ya kadang-kadang itulah euforia anak-anak setelah disah itu kan biasanya mereka ini ya setahun sekali kan seperti itu," imbuhnya.
Ali juga menyampaikan pihaknya mendapat informasi ada belasan anggota Pagar Nusa yang diamankan pihak kepolisian.
"Sementara ini dari sisi aparat penegak hukum sudah melakukan langkah-langkah untuk pengamanan. Dari kami, anak-anak Pagar Nusa sudah ada sekitar 14 yang diamankan sementara ini di Polres," kata Ali.
"Cuman kan nanti yang diamankan itu apakah mereka sebagai pelaku atau mereka tidak, itu nanti, kita belum tahu nih. Karena kita belum ketemu sama penyidik hasil dari BAP-nya nanti seperti apa," sambungnya.
Ali juga berencana mendatangi Mapolres Grobogan besok.
"Nanti langkah-langkah pimpinan cabang itu akan melakukan pendampingan terhadap anak-anak Pagar Nusa yang sekarang lagi diamankan di Polres Grobogan. Kalau sekarang pendampingan insyaallah kami kami tetap dampingi," tutur Ali.
Ali juga menyampaikan akan meminta maaf kepada masyarakat jika memang nantinya terbukti ada kesalahan dari anggota Pagar Nusa.
"Kalau memang nanti ada indikasi kesalahan dari kami Pagar Nusa, kami secara gentle juga akan mengakui, meminta maaf terhadap warga yang terkena imbasnya," kata Ali.
"Kami mengimbau kepada semua, seluruh anggota santri Pagar Nusa, untuk mohon mengendalikan diri dulu. Jangan ada hal-hal yang sekiranya membuat provokasi sehingga nanti tidak membuat keamanan dan kondusivitas Kabupaten Grobogan," sambungnya.
Dimintai konfirmasi secara terpisah, Kapolsek Brati, Iptu Arif Setiawan menjelaskan bahwa belum ada perkembangan terkait kejadian tersebut.
"Untuk sementara belum ada mas, masih lidik (penyelidikan) untuk temukan pelaku," kata Arif melalui pesan WhatsApp.
Penjelasan Polisi
Diberitakan sebelumnya, konvoi rombongan pesilat berakhir ricuh di Desa Menduran, Brati, Grobogan. Kapolsek Brati, Iptu Arif Setiawan mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Dia bilang rombongan pesilat itu baru pulang dari pengesahan anggota baru.
"Bermula dari pengesahan perguruan Pagar Nusa, ada anggota baru. Pengesahan kan di wilayah Grobogan, Desa Putatsari. Selesai pengesahan itu rombongan pulang," kata Arif saat dihubungi detikJateng via telepon, Minggu (12/7/2026).
Arif mengatakan, setibanya di gapura pintu masuk Desa Menduran, Dusun Ngramut, para pesilat itu kemudian menghampiri sejumlah orang yang sedang nongkrong.
"Kemudian pas di Menduran itu mungkin ada melihat anak-anak nongkrong di jalan desa itu kemudian disamperin oleh mereka. Mereka ngamuk ya, mukuli, termasuk bakar motor itu. Satu sepeda motor ikut dibakar," ujar dia.
"Mereka bleyer-bleyer motor, nantang-nantang ngajak berkelahi. Kan mereka jumlahnya banyak, yang (warga) Menduran kan hanya sedikit. Kan nanti malam ada pengajian, itu mereka (warga Menduran) sedang masang umbul-umbul (di TKP) untuk pengajian itu, tiba-tiba didatangi kelompok Pagar Nusa itu," tambahnya.
Arif menuturkan, pihaknya belum mengetahui pasti motif para pesilat itu berbuat onar dan membuat kerusuhan di wilayah Menduran. Namun ia memastikan sepeda motor yang dibakar adalah milik warga setempat.
"Sementara enggak ada pemicunya ya. Pemicunya ya mereka konvoi eh melihat anak nongkrong itu kemudian disamperin. Seperti itu kalau dari kronologi awal," terang Arif.
"(Sepeda motor) milik warga Menduran, sepeda motor Revo," imbuhnya.
Arif menyampaikan kejadian ini telah dilaporkan oleh pemilik sepeda motor yang dibakar. Ia belum bisa memastikan adanya korban luka akibat peristiwa ini.
"Sudah (dilaporkan ke polisi). Untuk pelapor sudah dimintai keterangan. Ya sementara tidak ada (korban luka) yang melapor. Sementara hanya kerugian materiil motor yang dibakar," ungkap Arif.
Arif menuturkan, pihaknya kini tengah melakukan pencarian terhadap para pelaku dan saksi lain. Penanganan peristiwa ini juga akan dilimpahkan ke Polres Grobogan.
"Sementara ini kita masih mencari pelaku-pelaku, saksi-saksi. Untuk sementara ini baru satu yang kita periksa, satu pelapor korban. Untuk yang lainnya masih dalam proses pencarian. Rencana kita limpahkan ke polres," kata Arif.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budiarto membenarkan bahwa pihaknya juga tengah menangani peristiwa tersebut.
"Iya, masih dalam penyelidikan," kata Rizky melalui pesan WhatsApp.
Lebih lanjut Rizky menjelaskan bahwa rombongan pesilat datang dari arah timur dan menghampiri warga setempat yang sedang memasang umbul-umbul. Sebelum membakar satu sepeda motor, rombongan itu sempat merobohkan seluruh sepeda motor yang berada di warung dekat TKP.
"Kelompok itu merobohkan semua sepeda motor yang ada di depan warung. Kemudian saat itu warga yang sedang berada di warung mundur berlarian karena melihat jumlahnya banyak," ungkap Rizky.
Rizky menambahkan, warga setempat selanjutnya sempat melakukan perlawanan kepada rombongan tersebut. Namun, motor korban yang tertinggal di belakang gapura justru menjadi sasaran pembakaran.
"Kemudian kelompok itu dilawan oleh pemuda kampung Desa Menduran, kemudian mereka berlarian menuju jalan raya, kemudian sepeda motor korban yang saat itu tertinggal di belakang gardu kemudian dibakar oleh kelompok rombongan, dan saat itu korban lari ke sawah menyelamatkan diri," jelas Rizky.
Simak Video "Video Surabaya Samator Bungkam Alib Grobogan di SBY Cup 2026"
[Gambas:Video 20detik] (dil/dil)
