Ngeri! Pemuda Semarang Dibacok Depan Rumah, Telinga Nyaris Putus

Ngeri! Pemuda Semarang Dibacok Depan Rumah, Telinga Nyaris Putus

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Selasa, 21 Jul 2026 13:15 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Ilustrasi kriminal. Foto: andi saputra
Semarang -

Seorang pria berinisial CTR (20) dibacok seorang pria di rumahnya di Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, sekitar pukul 03.00 WIB tadi. Korban mengalami luka serius di telinga kirinya dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kakak korban berinisial YA (35) menerangkan, adiknya dibacok oleh seseorang pria menggunakan celurit di depan rumah. Saat itu korban hendak membeli minum.

Adapun terduga pelaku membawa sebuah celurit berboncengan dengan seorang pria. Lantas keduanya menghampiri CTR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jam 3:00 pagi itu di hari itu adikku itu keluar beli minum. Terus di belakang itu udah ada orang pakai motor, dua orang boncengan pakai motor. Itu yang belakang bawa sajam," ucap YA saat dihubungi detikJateng siang ini.

ADVERTISEMENT

Orang yang membawa sajam itu lantas menyerang teman CTR. Namun tidak berhasil, pelaku kemudian menyerang CTR.

"Terus yang belakang itu turun pertama nyerang teman adikku, nggak kena," sebutnya.

Kemudian terduga pelaku menyerang adiknya. Telinga korban pun berdarah setelah diduga diserang.

"Terus dia nyerang adikku. Adikku kena di bagian telinga, telinga belakang, sebelah kiri sampai berdarah," ujarnya.

Kedua orang tersebut lantas kabur usai menyerang korban. Sementara CTR langsung dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi untuk mendapatkan perawatan.

"Terus ketika udah kena kabur melarikan diri. Terus adikku diantar sama temannya itu ke Rumah Sakit Kariadi buat mendapatkan penanganan," tuturnya.

TA menyebut telinga adiknya nyaris putus akibat diduga dibacok. "Telinganya kayak hampir putus," sebutnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, membenarkan ada dugaan kejadian itu. Pihak keluarga disebut telah melaporkan ke polisi.

"Monitor, keluarga korban baru laporan. Baru ditangani. Nanti bisa kita jelasin kronologisnya," kata Andika saat dimintai konfirmasi detikJateng melalui telepon siang ini.



(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads