5 Armada Ngandang Imbas Efisiensi Bikin Damkar Semarang Ketar-ketir

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 18 Jul 2026 13:06 WIB
Armada pemadam yang berada di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (17/7/2026). (Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja)
Semarang -

Efisiensi anggaran berdampak pada operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang. Lima unit armada pemadam tidak mendapatkan anggaran operasional sehingga sementara dikandangkan.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan dari total 15 armada yang dimiliki, hanya 10 unit yang memperoleh anggaran pada tahun ini.

"Kita armada kan ada 15 unit. Nah, kemarin ada efisiensi anggaran. Kita yang mendapatkan penganggaran hanya 10 unit. Yang 5 unit itu kita kena efisiensi," jelas Tantri saat ditemui detikJateng di Mako Damkar, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (17/7/2026).

Menurut Tantri, setiap armada membutuhkan anggaran sekitar Rp 60 juta per tahun. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), pemeliharaan kendaraan, hingga perpanjangan STNK dan uji KIR.

"Satu unitnya itu sekitar Rp 60-an juta untuk pemeliharaan. Jadi BBM, terus pemeliharaan perawatan, terus kalau ada perpanjangan STNK KIR kan masuk di anggaran Rp 60 juta itu," sebutnya.

Dari 10 armada yang mendapat anggaran, empat unit ditempatkan di markas komando (mako) pusat dan enam unit lainnya berada di pos induk. Berkurangnya jumlah armada yang bisa dioperasikan membuat Damkar Kota Semarang khawatir kesulitan apabila harus menangani kebakaran berskala besar.

"Misalkan terjadi kejadian kebakaran yang membutuhkan armada banyak itu nanti kita yang kesulitan," katanya.

Kondisi tersebut, kata Tantri, sempat dirasakan saat kebakaran pabrik kayu di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, pada Minggu (7/6). Saat itu, Damkar mengerahkan delapan unit armada ke lokasi, sementara dua unit lainnya disiagakan untuk mengantisipasi kejadian kebakaran di lokasi lain.

"(Pernah kesulitan saat pemadaman imbas lima armada tidak mendapat anggaran?) Kemarin di Kawasan Industri Candi, Mas, yang pabrik kayu itu kita mengarahkan mobil sampai delapan unit ke sana. Kita cadangan dua untuk meng-cover misalkan kalau terjadi kebakaran yang di tempat yang lain," bebernya.

Situasi serupa juga terjadi ketika kebakaran melanda Pasar Kanjengan pada Rabu (29/4/2026). Saat itu, Damkar Kota Semarang harus mendapat bantuan armada dari Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang.

"Misalkan kayak kemarin yang kejadian di Pasar Kanjengan itu kan memang itu ada support dari Kabupaten Demak sama Kabupaten Semarang. Itu sekitar delapan unit (armada milik Damkar Kota Semarang yang dikerahkan), dua unit harus standby," bebernya.

Di sisi lain, ancaman kebakaran di Kota Semarang justru meningkat. Tantri menyebut sejak 1 Juli hingga 17 Juli 2026 sudah terjadi 48 kasus kebakaran, seiring masih berlangsungnya fenomena El Nino Godzilla.

"Jadi mulai bulan Juli ini sudah meningkat (kasus kebakaran di Kota Semarang). Sampai dengan sekarang ini sudah 48 kejadian. Ini masih tanggal 17 ya," sebutnya.

Kondisi armada juga kembali bertambah berat setelah satu dari 10 mobil pemadam yang masih beroperasi mengalami kerusakan pada pompa air pada Jumat sore.

"Ada satu yang rusak, pompanya trouble tadi. Saya mendapat laporan jam 16.48 WIB," ungkapnya.

Damkar Kota Semarang kini mengupayakan tambahan anggaran agar lima armada yang terdampak efisiensi bisa kembali mendapat pembiayaan operasional. Tantri berharap seluruh 15 armada dapat kembali dianggarkan pada 2027, sekaligus ada penambahan unit baru.

"Nanti di 2027 kita tetap kita anggarkan sesuai dengan 15 unit yang ada. Termasuk kita juga mengajukan anggaran untuk penambahan unit armada mobil," pungkasnya.



Simak Video "Merasakan Sensasi Malam di Bianglala Citra Grand, Semarang"

(aku/aku)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork