Seorang wanita lansia yang berjualan kopi sekaligus menjadi juru parkir di Brebes, Kusriyati menggagalkan aksi pencurian uang milik seorang nasabah bank. Aksi nenek berusia 65 tahun itu membuat duit di dalam mobil sebesar Rp 3,6 miliar akhirnya selamat.
Aksi heroik Mbah Kusriyati itu mendapat simpati dari masyarakat. Korban yang awalnya hanya memberi bonus Rp 100 ribu buat Mbah Kusriyati lantas menambahi lagi hadiahnya dengan mengajak umrah.
Cerita Mbah Kusriyati jukir penyelamat uang Rp 3,6 miliar ini menjadi salah satu berita yang banyak diakses pembaca detikJateng dalam sepekan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal Mula Pencurian
Pada Senin (15/6) sekitar pukul 15.00, Mbah Kusriyati tengah sebagai penjual kopi sekaligus juru parkir di depan beberapa kantor bank. Saat itu dia tengah melayani 3 pembeli kopi hitam.
Adapun di dekatnya sedang terparkir mobil Fortuner warna hitam. Tiba-tiba pengendara sepeda motor yang berboncengan mendekati mobil tersebut dan memecah kacanya.
"Baru saja membuat 3 gelas kopi, terus ada orang pecah kaca dan mengambil uang. Saya lari dan teriak teriak," cerita Kusriyati saat ditemui, Kamis (18/6/2026).
Kusriyati saat bekerja sebagai jukir di Brebes, Rabu (17/6/2026). Ia viral lantaran menggagalkan aksi pencurian uang Rp 3,6 miliar dari salah satu mobil. Foto: Imam Suripto/detikJateng |
Kusriyati lari ke arah dua orang yang berusaha mengambil tas dari dalam mobil itu. Kedua penjahat itu kemudian panik dan kabur.
"Uangnya sudah diambil, terus mau kabur setelah diteriaki. Pembonceng itu mau bawa uang sambil berusaha menaiki motor sampai terseret," lanjut Kusriyati.
Maling yang sudah berhasil memegang tas berisi duit Rp 3,6 miliar itu kemudian memilih kabur dengan meninggalkan barang incarannya. Uang di dalam tas sempat tercecer, namun akhirnya selamat.
Cerita Pemilik Uang
Adapun pemilik mobil Fortuner sekaligus uang Rp 3,6 miliar itu bernama Kliwon Alwawan. Dia mengaku baru saja mengambil uang itu dari salah satu bank.
Saat keluar dari bank, dia merasa curiga karena ada motor yang menguntitnya. Merasa keselamatannya terancam, Kliwon kemudian mencari tempat yang menurutnya aman.
Setibanya di lokasi dekat Kusriyati bekerja, dia kemudian memarkir mobilnya. Dia kemudian bergegas masuk perkantoran yang ada di dekat lokasi itu.
Ternyata, penguntitnya justru mengincar mobilnya serta tas yang ada di dalamnya. Saat mendengar keributan di luar, Kliwon lantas keluar. Dia melihat kaca mobilnya pecah serta tasnya sudah berada di luar dengan uang yang berceceran.
"Saya langsung cek dan menghitung uang tersebut. Alhamdulillah masih utuh Rp3,6 miliar sesuai jumlah yang saya ambil dari bank," kata Kliwon.
Tak lama setelah kejadian, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Brebes mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari korban dan para saksi.
Polisi kini memburu para pelaku yang diduga merupakan komplotan spesialis pencurian dengan modus pecah kaca kendaraan.
Sementara itu, Kapolsek Brebes AKP Prapto membenarkan terkait kejadian ini.
"Bukan perampokan tapi pecah kaca mobil. Belum berhasil ngambil, tapi ketahuan, lari," ujarnya.
Kusriyati Sempat Dihadiahi Rp 100 Ribu.
Usai kejadian, Kusriyati menerima imbalan dari Kliwon Alwawan, pemilik uang. Imbalan itu berupa uang Rp 100 ribu.
Dia kemudian membagi uang itu dengan 3 orang temannya, yang saat itu ikut berusaha menghalau penjahat. Masing-masing menerima Rp 25 ribu.
Wanita itu mengaku, dari Rp 25 ribu yang didapat dia hanya menerima bersih Rp 10 ribu. Uang imbalan Rp 25 ribu dipotong 15 ribu untuk nomboki 3 gelas kopi.
"Sisa Rp 10 ribu, dipotong Rp 15 ribu untuk nomboki kopi 3 gelas," terusnya.
Dia menyebut, saat kejadian, dia tengah melayani 3 orang pembeli kopi. Ketiganya membeli kopi hitam, masing-masing seharga Rp 5 ribu. Namun, saat peristiwa terjadi, ketiga pembeli itu berlarian tanpa pernah kembali untuk membayar.
Meski dapat bersih Rp 10 ribu, Kusriyati tidak menyesal telah menolong korban. Aksi dia, karena spontan menolong orang dan tidak berharap imbalan.
"Spontan aja, ada maling saya teriaki. Tidak tahu mau dikasih imbalan apa tidak," tegasnya.
Dia menambahkan, tidak takut diincar pelaku. Sebagai pekerja non formal, dia sudah puluhan tahun kerja di jalanan.
"Pasrah aja. Sudah puluhan tahun kerja parkiran. Terus di sini kan ramai," kata dia.
Bonus Ditambah Umrah
Adapun Kliwon mengaku saat itu sedang panik dan gemetar. Dia tidak bisa berpikir panjang dan hanya memberikan duit Rp 100 ribu untuk pahlawannya itu.
"Saat itu saya panik dan gemetar. Saya baru saja mengalami kejadian yang luar biasa. Jadi bukan berarti saya hanya ingin memberi Rp100 ribu," tutur Kliwon, Jumat (19/6).
Dia lantas berusaha mencari rumah Kusriyati dan akhirnya menemukannya. Dia pun menambah lagi bonus untuk lansia tersebut.
Juragan kapal ikan ini meminta kerabatnya mencari alamat tukang parkir tersebut. Kemudian pada Kamis kemarin, Kliwon datang ke rumah tukang parkir ini untuk mengajak umrah.
"Hadiah itu bukan karena setelah viral imbalan Rp 100 ribu, tapi saya dan istri ikhlas untuk mengajak umrah, setelah beliau mengungkapkan ingin melihat Ka'bah," jelasnya.
Simak Video "Terpopuler Sepekan: Spanyol Juara Dunia Sampai Eks Jampidsus Febrie Ditahan"
[Gambas:Video 20detik] (ahr/ahr)

