Rayuan Asmara Palsu Artis Fabiola Elizabeth Senjata Komplotan Penipu Solo Baru

Terpopuler Sepekan

Rayuan Asmara Palsu Artis Fabiola Elizabeth Senjata Komplotan Penipu Solo Baru

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 07 Jun 2026 09:43 WIB
Fabiola Elizabeth
Fabiola Elizabeth. Foto: Whisnu Pradana
Sukoharjo -

Model yang juga mantan istri personel Reza Smash, Fabiola Elizabeth, punya peran yang sangat krusial dalam aksi tipu-tipu scammer jaringan internasional di Solo Baru, Sukoharjo. Fabiola bertugas untuk merayu para calon korbannya hingga terjerat dalam investasi bodong yang dijalankan oleh komplotannya.

Direktur Reserse Siber (Dirresiber) Polda Jateng, Kombes Himawan Susanto Saragih, menerangkan Fabiola direkrut untuk meyakinkan calon korban sehingga mereka bersedia berinvestasi pada kripto bodong scammer jaringan internasional itu.

"Jadi model yang dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan yang dikehendaki korban," tutur Himawan dalam jumpa pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Himawan menjabarkan Fabiola bertugas 'mengambil alih' marketing jika korban belum yakin untuk menanamkan uangnya.

"Marketing itu mendapat korban. Apabila di dalam pendalaman mereka si korban butuh keyakinan, maka yang tampil adalah bukan marketing, tapi model. Karena marketing ini ingin supaya korban segera melakukan investasi yang sudah ada, yang sudah ditawarkan," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Artanto, menyebut dalam jaringan tersebut Fabiola berperan sebagai pacar jika calon korban ingin melakukan video call (VC).

"Yang bersangkutan sebagai talent berperan sebagai pacar pada saat korban ingin video call terhadap siapa lawan bicaranya," ungkap Artanto, Selasa (2/6).

Hanya saja, Artanto enggan menjawab saat ditanya apakah VC yang dilakukan Fabiola menjurus kepada pornografi.

"(Apakah video call mengarah ke pornografi?) Untuk saat ini penyidik berfokus tentang peran talent yang merayu korban agar terpikat dan ikut investasi fiktif tersebut," ujar Artanto.

Artanto, mengatakan Fabiola bergabung dengan komplotan scammer jaringan internasional itu sejak awal tahun ini.

"Inisial F (Fabiola) ini sudah bergabung di PT Digi (Global) Konsultan yang ada kasus pig butchering itu sejak Januari 2026," kata Artanto, Kamis (4/6).

Mantan istri personel boyband Smash Reza itu bergabung dengan jaringan scammer internasional usai melihat adanya lowongan di media sosial Facebook.

"Yang bersangkutan melamar menjadi karyawan di PT Digi Konsultan tersebut karena ada lowongan lamaran kerjaan di Facebook dan TikTok atau medsos ya secara umumnya," ungkapnya.

Artanto melanjutkan, perempuan yang disebut kelahiran tahun 1995 tersebut ikut bekerja di markas scammer karena faktor ekonomi.

"Ya, tentunya karena alasan ekonomi yang bersangkutan bergabung di PT. Digi Konsultan ini," jelasnya.

Fabiola mendapatkan gaji yang cukup besar hingga bisa mencapai Rp 30 juta. Gaji yang didapatkan Fabiola menggunakan kurs dolar Amerika Serikat (AS).

"Gajinya yang bersangkutan ini antara Rp 7 juta sampai Rp 30 juta kalau dikurskan rupiah," kata Artanto.

Ia menambahkan, bayaran yang diberikan komplotan scammer itu bergantung kepada hasil kerjanya.

"Gajinya itu dalam bentuk dolar. Namun ini variatif gajinya tergantung daripada hasil yang dia dapat dari korban," beber Artanto.

Diketahui, komplotan penipu daring atau scammer jaringan internasional yang beroperasi di Solo Baru, Sukoharjo, disebut meraup untung hingga Rp 41 miliar. Polisi mengungkap alasan mengapa komplotan penipu itu menggunakan crypto untuk menipu korban.

Dirressiber Polda Jateng, Kombes Himawan Susanto Saragih, mengungkap skema transfer mata uang mata uang digital telah disiapkan oleh komplotan tersebut. Dengan begitu, korban menjadi tertarik untuk berinvestasi crypto.

"(Mengapa menggunakan crypto) Ya, karena tentunya mereka sudah mempersiapkan website yang dimodif secara ringkas. Mereka sudah membuat mendesain sedemikian rupa sehingga korban itu tertarik tentunya dengan keuntungan yang lebih besar," kata Himawan, Senin (1/6).

Himawan menyebut alasan digunakannya crypto untuk modus investasi. Menurutnya, crypto merupakan mata uang yang paling mudah sebagai bentuk investasi.

"Dan mata uang yang paling gampang adalah crypto," jelasnya.



(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads