Menteri PU Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Sukoharjo: Paling Kritis di Sini

Menteri PU Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Sukoharjo: Paling Kritis di Sini

Tara Wahyu NV - detikJateng
Minggu, 14 Jun 2026 21:32 WIB
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau Sekolah Rakyat di Sukoharjo, Minggu (14/6/2026) malam.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau Sekolah Rakyat di Sukoharjo, Minggu (14/6/2026) malam. Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Sukoharjo -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Sukoharjo malam ini. Dody menyebut SR Sukoharjo sebagai salah satu SR yang paling kritis berkaitan dengan kendala soal penggunaan akses publik.

Dody tidak menepis bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Sukoharjo sempat mengalami kendala seperti adanya penolakan warga. Meski begitu, persoalan tersebut sudah diselesaikan dan pembangunan terus berlanjut.

"(Sekolah rakyat ini sempat ditolak warga akibat jalan rusak?) Ya sebenarnya kan hampir di semua tempat yang menggunakan akses publik selalu kendalanya itu kan, yang dipakai itu adalah jalan masyarakat, embuh jalan desa, embuh (entah) jalan kabupaten. Yang paling kritis itu satu contoh di sini, yang keduanya mungkin di Brebes juga mengalami hal yang sama," kata dia di sela meninjau SR Sukoharjo, Minggu (14/6/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dody menjelaskan bahwa pembangunan SR Sukoharjo sudah mencapai 82 persen.

ADVERTISEMENT

"Progres sudah 82 persen untuk yang di sini (Sekolah Rakyat Sukoharjo). Di sini tinggal fase arsitektur atau finishing," ujar dia.

Menjelang tenggat waktu akhir bulan Juni, Dody mengaku mendapat keluhan mengenai tenaga kerja di wilayah perkotaan seperti Sukoharjo. Ia mendapati bahwa pengerjaan di hari Minggu tidak semaksimal di daerah lain.

"Ini mungkin karena hari Minggu, jadi nggak semua pekerja masuk, sebagian memilih istirahat. Ya itulah kalau Sekolah Rakyat di kota, ada masa istirahatnya. Tapi kalau Anda ke Sumatera, Sulawesi, atau Maluku, nggak ada begitu, semua (kerja terus)," ungkapnya.

Meski begitu, Dody menyebut bahwa Sekolah Rakyat bisa digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah Rakyat Sukoharjo sendiri akan menerima siswa baru baik SD, SMP dan SMA.

"Yang di sini nanti paling sudah 90 persen minimum. Untuk semua kelas baik SD, SMP dan SMA, minimum itu kita bisa selesaikan dulu agar adik-adik bisa masuk ke tempat sekolahnya yang baru di tahun ajaran baru di pertengahan-pertengahan Juli kali ya, 13 Juli masuknya," ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini pengerjaan fisik di lokasi tinggal menyisakan tahap arsitektural atau penyelesaian akhir (finishing). Dalam kunjungannya tersebut, Dody mengaku sengaja melakukan pengecekan hingga ke area belakang bangunan untuk memastikan kualitas pekerjaan.

"Yang di sini tinggal arsitektur, penyelesaian. Makanya saya tadi langsung ke belakang. Saya enggak mau di depan kan, karena saya biasanya di belakang itu paling terakhir. Jadi saya ingin melihat masalah mana di mana. Kalau di depan kan enggak kelihatan tuh. Begitu kita ke belakang kan ketahuan, oh terletak di sini," pungkasnya.



(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads