Bernostalgia Dengan Layar Tancap Suzanna di Alun-alun Magelang

Bernostalgia Dengan Layar Tancap Suzanna di Alun-alun Magelang

Eko Susanto - detikJateng
Sabtu, 06 Jun 2026 22:12 WIB
Suasana pemutaran film layar tancap dalam event Magelang Tempo Doeloe (MTD) di Alun-alun, Sabtu (6/6/2026).
Suasana pemutaran film layar tancap dalam event Magelang Tempo Doeloe (MTD) di Alun-alun, Sabtu (6/6/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Kerumunan orang berkumpul duduk di atas rumput alun-alun Magelang malam ini sembari menatap layar putih yang menampilkan adegan film horor. Suasana berasa kembali ke tempo dulu ketika hiburan layar tancap masih menjadi primadona.

Layar tancap itu memang menjadi salah satu hiburan yang melengkapi acara Magelang Tempo Doeloe (MTD). Pengunjung terlihat antusias duduk di depan layar yang didirikan pihak panitia.

Film yang diputar sejak pukul 19.30 WIB tersebut juga film jadul. Yaitu film horor berjudul 'Malam Jumat Kliwon' dengan pemeran utama aktris dari Magelang, Suzanna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pengunjung, Erma (52) mengaku senang datang ke acara tersebut. Terlebih lagi ketika melihat layar tancap pikirannya langsung mengenang masa remaja.

"Ini bagus, senang (MTD). Zaman dulu (lihat layar tancap) di Gelanggang Remaja saat masih sekolah (kalau nggak SMA atau SMP)," kata Erma di sela-sela melihat layar tancap tersebut, Sabtu (6/6/2026).

ADVERTISEMENT

"Ini nostalgia dulu (ada layar tancap). Datang ke sini bersama teman-teman," ujarnya.

Ketua Panitia Magelang Tempo Doeloe, Andritopo mengatakan, layar tancep merupakah salah satu konten dari Magelang Tempo Doeloe. Pihaknya bekerja sama dengan Komunitas Film Magelang.

"Layar tancap ini memang salah satu konten dari Magelang Tempo Doeloe. Semula layar tancep mau dihilangkan, tapi karena konsep tetap ada kerja sama dengan Komunitas Film Magelang," kata Andritopo.

"Filmnya yang legend dengan artis nasional legend dari Magelang yaitu Suzanna. Filmnya berjudul Malam Jumat Kliwon," kata Andri.

Magelang Tempo Doeloe, kata Andritopo, dimulai sejak tahun 2006. Selama 20 tahun, sempat ada 4 tahun yang tidak bisa diselenggarakan karena pandemi.

"Tetapi, event yang kita laksanakan baru ke-14 kali. Artinya ada 4 tahun itu terhenti mungkin salah satunya karena covid," ujarnya.

Awalnya, kegiatan ini dilangsungkan dengan patungan atau urunan dari beberapa pegiat komunitas. Kemudian karena konsepnya menarik hingga akhirnya dibiayai pemerintah.

"Nah ketika pada satu tahun dihentikan anggarannya untuk Magelang Tempo Doeloe. Kita kan seperti burung yang terbang terus dikurung dikasih makan habis itu dilepas lagi, harus memulai dari nol. Makanya sempat terhenti sekitar 2 tahun kita nggak event karena itu. Sekarang ini pergantian kepala daerah dan sebagainya ternyata Magelang Tempo Doeloe sudah masuk ke kalender event di Jateng," kata dia.

"Mau nggak mau harus dilaksanakan dan ini murni kekuatan komunitas bukan sebuah event komersil seperti yang sudah-sudah. Seluruh stan di sini kita gratiskan. Anggaran untuk membiayai kegiatan komunitas, ada komunitas sepeda, motor tua, musik, dolanan bocah, foto dan sebagainya yang kaitannya dengan sejarah semua kita biayai," katanya.

Adapun event Magelang Tempo Doeloe dengan tema 'Sang Legenda' itu berlangsung selama tiga hari. Acara dimulai Jumat (5/6) sampai Minggu (7/6) besok. Pengunjung bisa mulai datang pada pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Dalam event MTD ini ada ratusan stan dengan konsep jadul mulai dari makanan, handphone, koleksi uang kuno, kaset, sepeda ontel, kebaya, filateli dan lainnya.

Selain itu, ada juga penjual buku bekas, majalah bahkan poster-poster kuno. Pengunjung juga bisa merasakan dolanan bocah jaman dulu seperti egrang, bakiak maupun menyaksikan penampilan keroncong hingga tarian oleh anak-anak dari sanggar di Magelang.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads