Prosesi Pengambilan Api Dharma Waisak di Situs Mrapen Grobogan

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 29 Mei 2026 13:16 WIB
Pengambilan Api Dharma Waisak di Mrapen, Grobogan. Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Grobogan -

Prosesi pengambilan Api Dharma Waisak dari situs Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan telah berlangsung. Selanjutnya, api tersebut bakal dibawa ke Candi Mendut Magelang.

Pantauan detikJateng di lokasi, acara dimulai pukul 10.00 WIB diawali dengan penyalaan api pancawarna dan ritual dari delapan sangha yang datang.

Setelah ritual selesai, para bikkhu kemudian berjalan menuju titik api. Api diambil pukul 12.01 WIB, kemudian dibawa ke mobil dan berangkat menuju Candi Mendut Magelang.

Sekjen Walubi Jawa Tengah, Gunawan, menjelaskan bahwa pengambilan api dilakukan usai ritual sembahyang dari delapan sangha atau majelis yang hadir di Mrapen hari ini.

"Prosesnya pertama-pertama akan diawali dengan sembahyang dari tiap majelis. Jadi, kalau ada delapan majelis ada delapan ritual. Sesudah itu ritual dilakukan baru kita melakukan acara untuk pengambilan api," kata Gunawan kepada wartawan di lokasi, Jumat (29/5/2026).

Gunawan menyebut api yang telah diambil selanjutnya bakal dibawa ke Candi Mendut Magelang. Di sana, api akan diterima dan disemayamkan.

"Setelah pengambilan api, api akan ditaruh ke mobil yang membawa api ini untuk dibawa ke Candi Mendut. Di Candi Mendut nanti sudah ada tim dari pihak panitia yang akan menerima dan disemayamkan langsung di dekat Candi Mendut," ujar Gunawan.

Gunawan menjelaskan bahwa api merupakan simbol penerang dalam kegelapan. Hal ini bermakna agar umat Buddha dapat membedakan benar dan salah serta membawa manfaat bagi sesama.

"Makna api itu bagi kami umat Buddha itu sebagai penerang di kegelapan. Jadi, sebagai pegangan buat kita bahwa dalam belajar Dharma umat Buddha itu harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah," terang Gunawan.

"Sehingga segala pemikiran dan aktivitas yang diambil itu bisa memberikan manfaat yang baik bagi sesama," lanjutnya.

Gunawan menyebut prosesi selanjutnya yang akan dilakukan besok, yaitu pengambilan air suci di Umbul Jumprit Temanggung. Api dan air suci itu lalu dibawa ke Candi Borobudur saat hari Waisak.

"Kemudian besok di tanggal 30 kita akan gantian ke Jumprit untuk mengambil air suci Jumprit. Kemudian disemayamkan lagi, di Mendut," jelas Gunawan.

"Kemudian di tanggal 31 pagi pas hari Waisaknya itu api suci ini dan air dari Jumprit akan diarak untuk ke Borobudur, dan di sana kita semua akan merayakan Waisak dengan puncaknya di jam 15.44 WIB, detik-detik Waisaknya," urai Gunawan.



Simak Video "Video: Puluhan Bhikkhu Jalan Kaki Bali-Borobudur Bawa Misi Damai Waisak 2026"

(apl/apu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork