Fasilitas di kawasan Kota Pusaka Lasem, Kabupaten Rembang, kondisinya menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah sarana yang dibangun melalui program revitalisasi pemerintah pusat dilaporkan rusak hingga hilang.
Pantauan detikJateng di kompleks Pecinan Karangturi Lasem, Jumat (22/5/2026), terlihat sejumlah fasilitas publik rusak.
Di beberapa titik penutup gorong-gorong terlihat hilang sehingga menyisakan lubang terbuka yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Fasilitas lain seperti tempat duduk juga tampak rusak. Di sekitar area tersebut terlihat sampah berserakan dan kumuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deretan kios yang sebelumnya dibangun sebagai penunjang kawasan wisata tampak tidak beroperasi dan sebagian terlihat kosong. Warga menyatakan lokasi itu ramai saat malam dan akhir pekan. Namun, minimnya penerangan menyebabkan kawasan terkesan kumuh dan kurang terawat.
Warga setempat, Kristianto mengeluh dengan kondisi tersebut. Ia menyebut warga terpaksa iuran untuk memperbaiki fasilitas yang rusak karena laporan ke pemerintah belum mendapat tindak lanjut.
"Yang rusak lampu-lampu dan saluran air. Warga sini iuran sendiri, kemarin habis Rp 700 ribu untuk perbaikan lampu," kata Kristianto.
Potret kondisi terkini Kawasan Kota Pusaka Lasem, khususnya di Kompleks Pecinan Karangturi, Jumat (22/5/2026). Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng |
Ia juga mengungkapkan sejumlah penutup gorong-gorong hilang karena dicuri. "Saya hitung ada delapan yang diambil," imbuhnya.
Kristianto melanjutkan, akibat kondisi gelap dan penutup gorong-gorong yang hilang, memicu kecelakaan lalu lintas. Khususnya bagi pengendara sepeda motor.
"Itu yang sepeda motor terperosok karena penutup gorong-gorong hilang. Kejadian sekitar seminggu lalu. Kondisinya selamat hanya sepeda motornya saja mengalami rusak," ujarnya.
Salah satu tokoh ulama sekaligus Pengasuh Ponpes Kauman Lasem, KH Zaim Ahmad Ma'shum atau Gus Zaim, menyayangkan kondisi tersebut. Padahal, kawasan itu sebelumnya mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat melalui program penataan Kota Pusaka.
"Itu memang kita sayangkan sekali, banyak fasilitas dari Kota Pusaka Lasem yang sudah diperhatikan pemerintah pusat, tapi sekarang banyak yang hilang," kata Gus Zaim.
Ia mengatakan sejumlah fasilitas yang rusak dan hilang, seperti lampu penerangan jalan hingga penutup gorong-gorong berbahan besi. Menurutnya, pelaku diduga merusak fasilitas terlebih dahulu sebelum mengambilnya.
"Modusnya dirusak dulu, baru diambil. Karena situasi di situ gelap sama sekali, lampu-lampunya mati semua," ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Fahrudin, mengaku akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan berkoordinasi bersama dinas terkait.
"Baik, nanti saya komunikasikan dengan dinas terkait," ujarnya.
Terkait status pengelolaan hasil proyek Kota Pusaka Lasem, Fahrudin menyebut secara formal sudah dilimpahkan ke Pemerintah Kabupaten Rembang. Namun dokumen pendukungnya belum diserahkan.
"Secara formal sudah, namun dokumen belum diserahkan ke Pemkab," jelasnya.
Ia mengakui kondisi tersebut membuat kewajiban perawatan belum sepenuhnya jelas. Meski begitu, pihaknya akan segera menelusuri dan mencari solusi bersama organisasi perangkat daerah terkait.
"Seharusnya kalau sudah diserahkan dokumen pendukungnya menjadi kewajiban kita. Tapi coba kita tanyakan ke dinas terkait untuk mencari solusinya," imbuhnya.
Sebagai informasi, penataan Kota Pusaka Lasem dilakukan dengan anggaran Rp 114,6 miliar melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2021-2022.
Penataan kawasan mencakup area seluas sekitar 13.000 meter persegi, meliputi alun-alun, area pasar, hingga kawasan Masjid Lasem. Proyek tersebut dirancang untuk mendukung Lasem sebagai destinasi wisata dengan tetap menjaga kearifan lokal.

