Polisi mengungkap hasil autopsi Pariman (77), warga Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali yang ditemukan tewas dan dikubur di bagian dapur rumahnya. Diketahui, korban dan dua anaknya dikenal warga sekitar berstatus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, mengatakan korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 4 sampai 5 hari sebelum ditemukan.
"Untuk hasil autopsi kemarin sudah keluar. Untuk umur jenazah tersebut diperkirakan itu berumur 4 sampai 5 hari," kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, Selasa (19/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres juga mengungkapkan, bahwa dari hasil autopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihaknya kini masih melakukan pendalaman penyelidikan terkait motif hingga korban dikubur di rumahnya tersebut.
"Kemudian dari tubuh jenazah tersebut juga tidak diketemukan terkait dengan tanda-tanda kekerasan dan lain-lain. Ini makanya yang sedang kita dalami dan motif apa yang menyebabkan si korban tersebut hingga dikuburkan di area belakang rumahnya," jelas dia.
"Karena dengan tadi saya sampaikan, bahwa kondisi korban dan kedua anaknya pun memang sudah lama dan dikenal oleh warga masyarakat sana, memang berstatus ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). Sehingga ini kita masih lakukan pendalaman terhadap dua putranya," lanjut Indra.
Untuk sebab kematian korban, Indra menyatakan saat ini juga masih proses penyelidikan. Karena dari autopsi belum mendapatkan keterangan yang pasti terkait penyebab meninggalnya korban tersebut.
"Karena korban sendiri saat ini memang sudah berusia 77 tahun dan memang sudah berumur ataupun sudah sepuh. Dan korban pun memang sudah lama berstatus ODGJ," imbuh dia.
Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, menambahkan terkait tidak ditemukannya tanda kekerasan pada tubuh korban tersebut. Indrawan menyampaikan, bahwa terkait penyebab kematian korban memang masih perlu pemeriksaan dan pendalaman lagi.
"Kita harus perlu pemeriksaan dulu. Jadi, terkait dengan hasil autopsi, nanti ketika sudah keluar kami akan melakukan pemeriksaan terhadap dokter yang melakukan autopsi. Dari situ nanti kami baru bisa menyampaikan, terkait dengan luka-luka apa saja, kemudian apa penyebab kematiannya. Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut," ujar Indrawan.
Dikemukakan dia, saat ini salah satu anak korban berinisial C dirujuk ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaannya. Saat ini masih dalam observasi pihak rumah sakit.
"Apabila nanti pemeriksaan kejiwaan sudah selesai. maka akan segera kami sampaikan perkembangannya. Karena memang kondisinya saat ini sedang dalam proses observasi," tegasnya.
Dijelaskan, di rumah tersebut korban bersama dua anaknya, yakni inisial D dan adiknya inisial C. Korban memiliki 4 orang anak. Anak pertama perempuan, kemudian anak kedua saudara D, lalu ketiga Y dan anak ke empat saudara C.
"Yang tinggal bersama korban saudara D dengan saudara C," imbuhnya.
Disampaikan juga, bahwa C ini diketahui sering mengamuk.
"Iya, betul (sering mengamuk). Saudara C ya, yang kita observasi ini. Jadi makanya kami mohon waktu untuk rekan-rekan, karena memang prosesnya ini panjang. Jadi ketika sudah selesai semua pasti nanti akan kita sampaikan," tandas Indrawan.
(apu/afn)
