Mayat terkubur di dapur rumah Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali teridentifikasi sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Korban, Mbah Pariman (77), tinggal dengan dua anaknya yang juga ODGJ yakni inisial D dan C.
"Korban tersebut beserta kedua putranya, itu memang sudah lama mengalami berstatus ODGJ ataupun orang dalam gangguan jiwa," kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, usai jumpa pers di Polres Boyolali, Selasa (19/5/2026).
Terkait hal itu, lanjut Kapolres, salah seorang anak korban saat ini dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani observasi kondisi kejiwaannya. Salah satu anak korban inisial C disebut-sebut sering mengamuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga setelah nanti kita mendapatkan hasil observasi baru kita bisa menyampaikan kembali terkait dengan perkembangan terkait dengan penemuan jenazah tersebut," imbuh dia.
Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, menambahkan pihaknya masih menunggu hasil observasi kejiwaan salah satu anak korban berinisial C.
"Iya betul (sering mengamuk). Saudara C ya yang kita observasi ini. Jadi makanya kami mohon waktu untuk rekan-rekan, karena memang prosesnya ini panjang. Jadi ketika sudah selesai semua, pasti akan kita sampaikan," tegasnya.
Dijelaskan, di rumah tersebut korban bersama dua anaknya. Yakni inisial D dan adiknya inisial C. Korban memiliki 4 orang anak. Anak pertama perempuan, kemudian anak kedua saudara D, lalu ketiga Y dan anak keempat saudara C.
"Yang tinggal bersama korban saudara D dengan saudara C," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang bapak di Boyolali ditemukan tewas terkubur di dalam rumahnya. Belum diketahui pasti penyebab kematian korban, namun korban diduga dibunuh.
"Ya, betul ada kejadian itu. Saat ini masih proses pendalaman dari pihak Polsek maupun Polres," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, dikonfirmasi detikJateng Kamis (14/5/2026).
