Mayat Dikubur di Dapur Rumah Boyolali Ternyata ODGJ

Mayat Dikubur di Dapur Rumah Boyolali Ternyata ODGJ

Jarmaji - detikJateng
Selasa, 19 Mei 2026 14:54 WIB
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra.
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra. Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Kasus penemuan seorang warga Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, yang ditemukan terkubur di dalam rumahnya, masih menjadi misteri. Polres Boyolali mengidentifikasi korban merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, mengatakan ada unsur kekerasan di balik kematian korban bernama Pariman (77) itu.

"Dari hasil olah TKP di tempat kejadian. Kemudian juga kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, baik saksi keluarga, kemudian tetangga serta perangkat desa dan perangkat RW yang ada di lokasi. Kita sudah bisa mengidentifikasi terkait dengan dugaan adanya unsur kekerasan," kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, usai jumpa pers di Mapolres Boyolali, Selasa (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban berstatus ODGJ ataupun orang dalam gangguan jiwa," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bapak di Boyolali ditemukan tewas terkubur di dalam rumahnya. Belum diketahui pasti penyebab kematian korban, namun diduga dibunuh.

ADVERTISEMENT

"Ya, betul ada kejadian itu. Saat ini masih proses pendalaman dari pihak Polsek maupun Polres," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, dikonfirmasi detikJateng Kamis (14/5/2026).

Korban bernama Pariman, warga Dukuh Pereng, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Jenazah korban dilakukan autopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematiannya.

Dijelaskan Indrawan, peristiwa itu diketahui Rabu (13/5) sekitar pukul 21.00 WIB, malam. Korban ditemukan terkubur di dalam rumahnya di bagian dapur di ruang belakang.

Korban di rumah tersebut bertiga. Yaitu korban dan dua anaknya yang diduga mengalami orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kejadian diketahui bermula saat anak korban yang nomor 3, dikabari oleh tetangganya di Andong bahwa ayahnya sudah beberapa hari tidak kelihatan. Kemudian anaknya yang berada di Pati tersebut pulang untuk mengeceknya.

"Kronologisnya itu anak dari korban yang nomor 3 itu diinformasikan sama tetangganya bahwa bapaknya itu tidak terlihat selama berapa hari. Kemudian setelah di cross check anaknya datang dari Pati, ternyata setelah dicari-cari di luar tidak ketemu," jelas Indrawan.

"Kemudian dicari di dalam, ada gundukan tanah di daerah belakang atau di pawon (dapur) belakang rumah. Setelah digali dikit-dikit, muncul salah satu anggota badan," sambungnya.

Menemukan hal tersebut, anak korban bersama perangkat desa setempat, Kepala Dusun, melapor ke Polsek Andong. Lalu diteruskan ke Polres Boyolali. Petugas pun langsung mendatangi lokasi kejadian.

Gundukan tanah digali dan menemukan jenazah korban. Setelah berhasil diangkat dari dalam kubur, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads