Masjid Raya Sheikh Zayed kembali menggelar golek garwo bagi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) se-Solo Raya. Golek Garwo digelar untuk membantu para ASN yang masih jomlo.
Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed, Munajat, mengatakan golek garwo ini digelar setelah sukses menggelar golek garwo untuk masyarakat umum. Selain itu ide program ini muncul dari banyaknya permintaan para ASN serta hasil evaluasi program serupa yang pernah digelar sebelumnya.
"Digelar itu sebenarnya permintaan itu sudah banyak ya dari ASN. Kita evaluasi dengan tim Fortais, kita pengin meningkatkan rate of success-nya agar semakin banyak (yang berhasil). Kemarin waktu Ramadan di Solo kita coba treatment seperti itu dan ternyata cepat. Ini sudah hampir 40-an pasang yang berhasil dari momen Ramadan kemarin," kata Munajat dihubungi detikJateng, Selasa (19/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munajat menjelaskan program 'Golek Garwo Korpri' ini bakal membuka pendaftaran pada akhir minggu ini. Proses pendaftaran akan berlangsung mulai akhir Mei hingga pertengahan Juli 2024.
Kendati demikian, program ini memiliki kriteria kepesertaan yang spesifik. Munajat menegaskan program ini ditujukan bagi anggota Korpri yang meliputi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), P3K Paruh Waktu, pegawai tetap BUMD, BLU, dan BUMN serta Aparat Pemerintah Desa.
"Untuk tahap awal, kepesertaan dibatasi khusus bagi mereka yang berdomisili atau bertugas di wilayah Solo Raya. Khusus ini hanya untuk Solo Raya dulu, mulai dari Sragen, Karanganyar, Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, dan Wonogiri. Wilayah ini kan banyak perbatasan, orang Surakarta banyak yang orang Karanganyar. Siapa tahu nanti dapat jodoh orang Karanganyar," jelasnya.
Ia mengatakan program ini sejalan dengan tugas Korpri. Salah satunya yakni menyejahterakan dan menenteramkan anggota.
"Korpri itu tugasnya menyejahterakan dan menenteramkan anggota. Biasanya kan hanya bantuan perumahan melalui BTN untuk yang muda-muda, nah sekarang sak isine (sekaligus isinya). Rumah tinggal tambah tangga (rumah tangga)," kelakarnya.
Meski dibatasi untuk wilayah Solo Raya, pihak panitia tidak membatasi kuota dan menargetkan bisa menjaring hingga 1.000 peserta, baik laki-laki maupun perempuan. Untuk mendukung proses pencarian jodoh yang lebih privat dan tertata, panitia akan menggunakan aplikasi berbasis website yang dirancang pintar (smart).
"Jadi kalau setelah taaruf salah satu pihak tidak mau kenalan, ya tidak akan mendapatkan kontak pihak lainnya. Menggunakan aplikasi website, jadi saling respons. Nanti kalau saling merespons, lalu lintasnya bisa kita lihat untuk kemudian kita push," tutur Munajat.
Terkait validitas status peserta, panitia akan melakukan verifikasi ketat melalui data KTP. Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya peserta yang mendaftar untuk mencari istri kedua, pihaknya dengan tegas menolaknya. Ia menyatakan program Golek Garwo ini memegang teguh prinsip monogami.
"Aduh, pemerintah apalagi saya Korpri dan kita juga (bekerja sama dengan) Kemenag, prinsipnya kan monogami," tegasnya.
Setelah pendaftaran ditutup, para peserta akan memasuki tahapan taaruf pada 4-5 Juli. Panitia memberikan waktu sekitar empat bulan (Juli hingga Oktober) bagi para peserta untuk saling mengenal dan memantapkan pilihan.
Menariknya, para peserta yang berjodoh nantinya tidak hanya sekadar dipertemukan, tapi juga akan dinikahkan secara massal. Nantinya pernikahan massal itu digelar melalui program "Korpri Zayed Mantu" yang ditargetkan bertepatan dengan Hari Korpri.
"Rencana kita targetkan 29 November, kan kita memperingati Hari Korpri, rencana mau kita mantokke (nikahkan) sekalian. Ada Korpri Mantu di Masjid Zayed besok. Langsung akad sekalian di Masjid Zayed kalau yang jadi," pungkasnya.
