Update Kasus Mayat Dikubur di Dapur Rumah Boyolali: Pelaku Teridentifikasi

Update Kasus Mayat Dikubur di Dapur Rumah Boyolali: Pelaku Teridentifikasi

Jarmaji - detikJateng
Sabtu, 16 Mei 2026 16:31 WIB
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra.
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Kasus temuan mayat Pariman, warga Dukuh Pereng, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Boyolali, yang ditemukan terkubur di dapur rumahnya mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap sudah mengidentifikasi terduga pelakunya.

"Terduga pelaku sudah teridentifikasi, namun masih pendalaman," kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, kepada detikJateng Sabtu (16/5/2026).

Polres Boyolali saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Polisi belum mengamankan terduga pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum mas. Masih pemeriksaan saksi-saksi," jelasnya.

ADVERTISEMENT

"Mohon doanya supaya cepat terungkap," imbuh dia.

Pihaknya juga masih menunggu hasil autopsi jenazah korban dari rumah sakit. Menurut Kapolres, hasil autopsi saat ini belum keluar.

"Belum keluar hasilnya mas, Insyaallah besok sudah ada," tandas Kapolres.

Diberitakan sebelumnya, seorang bapak di Boyolali ditemukan tewas terkubur di dalam rumahnya. Belum diketahui pasti penyebab kematian korban, namun diduga dibunuh.

"Ya, betul ada kejadian itu. Saat ini masih proses pendalaman dari pihak Polsek maupun Polres," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, dimintai konfirmasi detikJateng Kamis (14/5).

Korban bernama Pariman, warga Dukuh Pereng, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Jenazah korban dilakukan autopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematiannya.

Dijelaskan Indrawan, peristiwa itu diketahui Rabu (13/5) sekitar pukul 21.00 WIB, malam. Korban ditemukan terkubur di dalam rumahnya di bagian dapur di ruang belakang.

Korban di rumah tersebut bertiga. Yaitu korban dan dua anaknya yang diduga mengalami orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kejadian diketahui, terang dia, bermula saat anak korban yang nomor 3, dikabari oleh tetangganya di Andong bahwa ayahnya sudah beberapa hari tidak kelihatan. Kemudian anaknya yang berada di Pati tersebut pulang untuk mengeceknya.

"Kronologisnya itu anak dari korban yang nomor 3 itu diinformasikan sama tetangganya bahwa bapaknya itu tidak terlihat selama berapa hari. Kemudian setelah di cross check anaknya datang dari Pati, ternyata setelah dicari-cari di luar tidak ketemu," jelas Indrawan.

"Kemudian dicari di dalam, ada gundukan tanah di daerah belakang atau di pawon (dapur) belakang rumah. Detelah digali dikit-dikit, muncul salah satu anggota badan," sambungnya.

Menemukan hal tersebut, anak korban bersama perangkat desa setempat, Kepala Dusun, melapor ke Polsek Andong. Lalu diteruskan ke Polres Boyolali. Petugas pun langsung mendatangi lokasi kejadian.

Gundukan tanah digali dan menemukan jenazah korban. Setelah berhasil diangkat dari dalam kubur, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads