Handi Priyanto Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Senin, 18 Mei 2026 19:21 WIB
Sekda definitif Kota Semarang, Handi Priyanto usai pelantikan di Balkot Semarang, Kecamatan Semarang Tengah, Senin (18/5/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Handi Priyanto, ASN asal Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Semarang di Balai Kota (Balkot) Semarang, Kecamatan Semarang Tengah, Senin (18/5/2026). Sebelumnya, Handi mengikuti seleksi terbuka Sekda Kota Semarang.

Diketahui, Handi bersama dua orang lainnya, Bambang Pramusinto dan Budi Prakosa dari Pemkot Semarang, lolos ke seleksi akhir Sekda Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bersyukur Sekda Kota Semarang kini berstatus definitif yang sebelumnya hanya penjabat atau PJ. Ditetapkannya Handi sebagai Sekda definitif, kata Agustina, membuat pekerjaannya semakin ringan.

"Saya menjadi lebih ringan pekerjaannya karena sudah ada sekda definitif ya dan tidak ada lagi PJ. Kalau PJ itu kan separuh tugasnya dari sana, separuh tugasnya dari sini," kata Agustina ditemui usai menghadiri pelantikan Sekda definitif Kota Semarang, Senin (18/5/2026).

Agustina mengatakan, seleksi pejabat itu berlangsung terbuka. Bahkan, ASN berpangkat eselon III pun dapat mengikutinya, meski yang mendaftar dari kalangan eselon I dan II.

"Kita membuat pendaftaran terbuka. Sehingga proses seleksinya itu benar-benar terbuka. Semua orang boleh mendaftar bahkan sampai ke eselon III," jelasnya.

Dia mengatakan, akhirnya terdapat empat orang yang memenuhi persyaratan mengikuti seleksi terbuka pejabat. Dari keempat itu, tiga orang yang lolos untuk dipilih menjadi sekda definitif.

"Tahapan tiga ini kemudian dapat dilihat nilainya dari berbagai macam tahapan ini berapa, siapa dan akhirnya Dari BKN turun tiga-tiganya. Saya harus memilih satu. Saya memilih yang nilainya paling besar," ungkapnya.

Sementara itu, Sekda definitif Kota Semarang, Handi Priyatno, mengatakan dirinya berperan sebagai konduktor untuk mengorganisasi organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mewujudkan visi dan misi kepala daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Dan tugas Sekda sebagai konduktor untuk mengorganisasi RPT. Sehingga bagaimana menjabarkan dan menjalankan secara efektif dan efisien visi misi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD," ujarnya.

Handi mengaku dirinya telah mempelajari visi dan misi Agustina dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin. Hal tersebut digunakan Handi untuk membuat makalah saat mengikuti seleksi terbuka Sekda Kota Semarang.

"Itu yang saya angkat dalam makalah kemarin," sebutnya.

Lebih lanjut, Handi mengatakan, hampir seluruh daerah terdampak pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD). Meski begitu, Handi memilih untuk tidak menaikkan pajak untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

"Kondisi kita di hampir se-Indonesia mulai tahun lalu kemudian tahun ini ada penurunan TKD. Bagaimana meningkatkan PAD di tengah kondisi penurunan TKD tetapi garis bawah tanpa membebani masyarakat. Artinya tidak ada skema kenaikan pajak tetapi PAD harus naik," paparnya.

Handi mengatakan, dirinya akan mempelajari tantangan dan apa saja yang perlu ditingkatkan di Kota Semarang.

"Nanti kita langsung belajar," pungkasnya.



Simak Video "Video Mendagri Tegaskan Daerah Harus Terapkan WFH"

(alg/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork