- Ketentuan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026
- Susunan Acara Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 1. Pengibaran Bendera Merah Putih 2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 3. Mengheningkan Cipta 4. Pembacaan Naskah-Naskah 5. Pembacaan Naskah Pidato Menkomdigi oleh Inspektur Upacara 6. Menyanyikan Lagu Perjuangan 7. Pembacaan Doa
- Teks Doa Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026
Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) kembali diperingati pada 20 Mei 2026 sebagai momentum penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Peringatan ini biasanya dilaksanakan melalui sejumlah kegiatan, salah satunya ialah dengan upacara.
Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei merujuk pada berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908. Peristiwa tersebut dikenal sebagai awal bangkitnya kesadaran berbangsa.
Pada peringatan ke-118 Harkitnas tahun 2026, pemerintah mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" sebagai ajakan untuk menjaga semangat kebangkitan menuju masa depan Indonesia yang kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pelaksanaannya, upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 memiliki susunan acara resmi yang mengacu pada pedoman dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), termasuk pembacaan doa dalam rangkaian kegiatan upacara.
Berikut susunan acara Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 resmi Komdigi beserta teks doanya.
Ketentuan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026
Berdasarkan dokumen Penyampaian Pedoman Peringatan ke-118 Harkitnas Tahun 2026 dari Komdigi, upacara bendera peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak pada Rabu, 20 Mei 2026. Pelaksanaan upacara ini diikuti oleh seluruh pegawai di kantor, lembaga, maupun instansi pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia.
Selain itu, upacara juga dilaksanakan oleh seluruh lembaga pendidikan di semua tingkatan, baik negeri maupun swasta. Ketentuan tersebut turut berlaku bagi kantor lembaga negara serta seluruh kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, termasuk Kedutaan Besar, Perutusan Tetap, dan Konsulat Jenderal.
Susunan Acara Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026
Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi salah satu agenda penting untuk memperingati semangat persatuan dan kebangkitan bangsa Indonesia. Dalam pelaksanaannya, upacara biasanya diselenggarakan secara khidmat dengan rangkaian acara yang telah ditetapkan dalam pedoman peringatan nasional.
Berdasarkan isi dokumen Penyampaian Pedoman Peringatan ke-118 Harkitnas Tahun 2026 dari Komdigi, berikut susunan acara Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026.
1. Pengibaran Bendera Merah Putih
Petugas upacara akan mengibarkan Bendera Merah Putih diiringi penghormatan dari seluruh peserta upacara. Prosesi pengibaran bendera dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada negara dan para pahlawan bangsa.
2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan dalam rangkaian upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026. Seluruh peserta upacara mengikuti jalannya lagu dengan sikap hormat dan khidmat.
3. Mengheningkan Cipta
Mengheningkan cipta dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Suasana hening menjadi bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka bagi bangsa dan negara.
4. Pembacaan Naskah-Naskah
Acara dilanjut dengan pembacaan dua naskah berikut.
- Pancasila
- Pembukaan UUD 1945
5. Pembacaan Naskah Pidato Menkomdigi oleh Inspektur Upacara
Inspektur upacara membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital terkait peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Peserta upacara mendengarkan isi pidato sebagai bagian dari amanat peringatan nasional.
6. Menyanyikan Lagu Perjuangan
Peserta upacara bersama petugas menyanyikan lagu perjuangan, yakni lagu Bagimu Negeri dan Satu Nusa Satu Bangsa. Lagu dinyanyikan secara bersama-sama untuk menambah semangat kebangsaan selama upacara berlangsung.
7. Pembacaan Doa
Pembacaan doa dilakukan sebagai penutup rangkaian upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026. Doa yang dibacakan mengikuti teks doa sesuai pedoman yang ditetapkan. Seluruh peserta mengikuti doa dengan khusyuk hingga rangkaian upacara selesai dilaksanakan.
Teks Doa Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026
Pada pelaksanaan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, pembacaan doa dilakukan sebagai penutup rangkaian kegiatan upacara. Teks doa yang dibacakan umumnya mengacu pada pedoman resmi peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 yang telah disiapkan. Adapun teks doa sesuai pedoman yang ada, yakni sebagai berikut.
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahirobbil'alamin, Allahumma Sholli ala sayyidina Muhammad wa ala
ali sayyidina Muhammad.
Ya Allah, Ya Tuhan kami
Segala puji hanya untuk-Mu yang telah melimpahkan nikmat dan karunia yang tak
pernah terputus. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami
memohon pertolongan.
Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Berkat izin-Mu, kami dapat melaksanakan upacara Hari Kebangkitan Nasional yang
ke-118 Tahun 2026 dengan penuh semangat dan khidmat
Ya Allah, bimbinglah kami menjadi pribadi yang selalu bersyukur, menghargai jasa
para pahlawan, serta bersemangat untuk selalu berkontribusi untuk kejayaan Bangsa
dan Negara ini.
Satukanlah kami, di bawah Bendera Merah Putih, beri kami kekuatan untuk senantiasa
saling mendukung satu sama lain dalam memajukan bangsa agar Indonesia menjadi
negara yang lebih adil, makmur, dan sejahtera.
Ya Allah Yang Maha Mengetahui
Tuntun kami di jalan kebenaran dan jauhkan kami dari segala keburukan. Lindungi
kami agar tidak mudah terhasut dan tidak mudah diadu domba agar bangsa Indonesia
tidak terpecah belah.
Ya Rabb, Engkau telah menganugerahkan kemerdekaan pada bangsa ini melalui
pengorbanan para pahlawan. Kami mohon ampunilah dosa-dosa para pahlawan kami,
limpahkanlah kasih sayang-Mu dan simpan di sisi Mu para pejuang Tanah Air yang
telah mendahului kami.
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar
Robbana taqobbal minna innaka anta sami'ul alim wa tub alaina innaka antat
tawwaburrohim. Walhamdulillahirobbil'alamin.
Itulah susunan acara upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan doa resmi dari pedoman Komdigi.
Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(num/apu)
