Temuan mayat Pariman yang terkubur di dalam rumahnya mengejutkan warga sekitar. Warga Dukuh Pereng, Desa.Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali itu diduga tewas dibunuh.
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu hasil autopsi. Meski demikian dia tidak menampik adanya dugaan bahwa korban dibunuh.
"Betul (diduga dibunuh). Nanti kita infokan lebih lanjut," kata AKBP Indra Maulana Saputra kepada detikJateng, Kamis (14/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya terkait luka yang dialami korban, Indra menyampaikan hal itu belum kelihatan. Terkait luka-luka yang ada, pihaknya juga kembali menyampaikan masih menunggu hasil autopsi.
"Lukanya belum keliatan mas, masih menuggu hasil autopsi," imbuh dia.
Sementara Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, mengatakan memang ada dugaan korban meninggal dunia akibat dibunuh. Namun siapa pelakunya saat ini masih dalam penyelidikan.
"(Terduga pelaku) Sampai saat ini masih dalam lidik. Yang pasti kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak Kepolisian," ujar Indrawan Wira Saputra.
Pihaknya juga belum mengamankan terduga pelaku. Pihaknya masih fokus terhadap penanganan jenazah korban.
Diberitakan sebelumnya, seorang bapak di Boyolali ditemukan tewas terkubur di dalam rumahnya. Belum diketahui pasti penyebab kematian korban, namun diduga dibunuh. Kasus itu kini masih dalam penyelidikan Polres Boyolali.
Peristiwa itu diketahui Rabu (13/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban ditemukan terkubur di dalam rumahnya di bagian dapur.
Hal itu bermula saat para tetangga merasa heran korban tidak pernah kelihatan. Selama ini korban tinggal bersama kedua anaknya.
Salah satu tetangga kemudian merinisiatif menghubungi anak korban lainnya yang selama ini tinggal di luar kota.
"Kronologisnya itu anak dari korban yang nomor 3 itu diinformasikan sama tetangganya bahwa bapaknya itu tidak terlihat selama berapa hari. Kemudian setelah di cross check anaknya datang dari Pati, ternyata setelah dicari-cari di luar tidak ketemu," jelas Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra.
"Kemudian dicari di dalam, ada gundukan tanah di daerah belakang atau di pawon (dapur) belakang rumah. Setelah digali dikit-dikit, muncul salah satu anggota badan," sambungnya.
Menemukan hal tersebut, anak korban bersama perangkat desa setempat, Kepala Dusun, melapor ke Polsek Andong. Lalu diteruskan ke Polres Boyolali. Petugas pun langsung mendatangi lokasi kejadian.
(ahr/apu)
