Kisah Penjual Peyek Banyumas Berangkat Haji Usai Nabung 14 Tahun

Kisah Penjual Peyek Banyumas Berangkat Haji Usai Nabung 14 Tahun

Anang Firmansyah - detikJateng
Selasa, 05 Mei 2026 16:21 WIB
Rohyati, pedagang peyek di Pasar Wage Purwokerto calon jemaah haji asal Kabupaten Banyumas, Selasa (5/5/2026).
Rohyati, pedagang peyek di Pasar Wage Purwokerto calon jemaah haji asal Kabupaten Banyumas, Selasa (5/5/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Gang sempit di RT 02 RW 09, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, tampak lengang siang ini. Jalan kecil yang hanya cukup dilalui satu sepeda motor itu menjadi saksi perjalanan panjang seorang perempuan sederhana bernama Rohyati.

Tak banyak yang menyangka, dari dapur sederhana di rumah tempatnya membuat rempeyek atau peyek, mimpi besar untuk berangkat haji dirawat selama belasan tahun. Setiap harinya Rohyati tekun menyisihkan Rp 5.000 dari berjualan rempeyek.

"Dulu itu prihatin banget, nabungnya sehari ya Rp 5.000," ujar Rohyati saat ditemui menjelang keberangkatannya, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan yang sehari-hari berjualan rempeyek ini mengisahkan, niat berhaji sudah tumbuh sejak sekitar 2011. Kala itu, ia masih berjualan makanan rames di Pasar Wage. Di tengah kesibukan berdagang, ia kerap mendengar rencana rekreasi bersama ke Bali yang menjadi agenda rutin. Namun, sang suami, Agus Waluyo (58), punya pandangan berbeda.

"Daripada piknik ke mana-mana, Bapak nyaranin buat nabung saja. Nabung buat haji," tutur Rohyati menirukan ucapan suaminya.

ADVERTISEMENT

Sejak saat itu, keduanya sepakat. Uang sedikit demi sedikit disisihkan, bukan untuk liburan, melainkan untuk satu tujuan, Tanah Suci.

Perjalanan mereka tentu tidak mudah. Dengan tiga anak yang masih sekolah, kebutuhan rumah tangga kerap kali menguras penghasilan. Namun Rohyati punya prinsip yang tak pernah goyah.

"Penghasilannya sedikit, anak tiga sekolah semua, ya bingung. Tapi nabung Rp 5.000 tiap hari itu yang penting jalan terus," katanya.

Bahkan, ia membagi penghasilannya secara ketat untuk kebutuhan harian, pendidikan anak, dan tabungan haji.

"Pokoknya untuk haji itu nggak bisa diganggu gugat," tegasnya.

Dari jualan rames, Rohyati kemudian mencoba peruntungan lain dengan menitipkan snack ke kantor-kantor. Hingga suatu hari, ada yang menyarankan dirinya membuat peyek. Awalnya ia ragu.

"Aduh aku nggak bisa," kenangnya.

Namun rasa ingin mencoba mengalahkan keraguan. Ia belajar secara autodidak melalui YouTube, lalu memberanikan diri memulai usaha peyek. Dari situlah roda ekonomi keluarga perlahan berputar lebih stabil.

"Saya sudah lama nggak jualan rames lagi. Karena tempatnya tidak memungkinkan di Pasar Wage. Jadi sekarang jualan peyek di sana. Kadang tapi juga terima pesanan," jelasnya.

Di balik proses itu, sang suami juga mengambil peran penting. Agus menjadi sosok yang membantu mengemas peyek setiap hari. Dari kerja sama sederhana itulah, mimpi besar mereka semakin terasa dekat.

"Yang ngepak peyek ini kan suami saya dulu. Dari situ jadi kepengin banget juga berhaji," ujar Rohyati.

Tabungan yang dimulai sejak sekitar 2012 itu akhirnya mengantarkan Rohyati masuk daftar calon haji. Meski pada kenyataannya tercatat pada 2013, ia tak mempermasalahkannya. Baginya, yang penting adalah tetap berada dalam barisan menuju Baitullah.

Namun perjalanan belum usai. Ia harus menunggu antrean panjang hingga 14 tahun.

Selama itu pula, kebiasaan menabung Rp 5.000 per hari tak pernah berhenti.

"Ya tetap nabung terus, lima ribu setiap hari," katanya.

Hingga akhirnya, momen yang dinanti datang juga. Saat kabar pelunasan biaya haji tiba, Rohyati mengaku diliputi rasa haru dan bahagia.

"Seneng banget. Karena pas harus bayar pelunasan, Alhamdulillah uangnya sudah ada. Senangnya di situ," ucapnya dengan mata berbinar.

Kini, bayangan tentang Tanah Suci tak lagi sekadar angan. Rohyati dijadwalkan berangkat pada 14 Mei mendatang dari Purwokerto.

"Perasaannya seneng banget, sudah membayangkan di sana," pungkasnya.



(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads