5 Fakta Bahagia Pratama Arhan Wisuda Sarjana

Round-Up

5 Fakta Bahagia Pratama Arhan Wisuda Sarjana

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 30 Apr 2026 07:05 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, jalani wisuda sarjana Udinus di Hotel Patra, Kota Semarang, Rabu (29/4/2026).
Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, jalani wisuda sarjana Udinus di Hotel Patra, Kota Semarang, Rabu (29/4/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Solo -

Pesepakbola Pratama Arhan begitu berbahagia kemarin. Ia akhirnya bisa menyandang status sarjana dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Prosesi wisudah ke-87 Udinus digelar di Hotel Patra Convention, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Arhan pun keluar dari ballroom sambil mengenakan tiga dan diajak berfoto orang tua sesama wisudawan.

"Alhamdulillah tentunya saya sangat senang bisa lulus dan dapat ijazah blokchain juga, tentunya buat saya suatu kebanggaan," kata Arhan usai diwisuda, Rabu (29/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu sangat happy sih, sangat mengesankan buat saya, membanggakan. (Wisuda ditemani siapa?) Ada keluarga saya," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Langsung Incar S2

Diketahui, pemain klub Thailand Bangkok United itu merupakan mahasiswa Program Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Udinus angkatan 2020. Pratama Arhan pun mengungkapkan sudah berniat mengambil jenjang magister.

"Saya akan mengambil beasiswa juga di Udinus tentunya. Saya mau ambil jurusan Ilmu Komunikasi," jelasnya.

Namun, rencana itu tidak akan dilakukannya dalam waktu dekat. Pemain berposisi bek kiri itu mengaku fokus menyelesaikan kompetisi bersama Bangkok United.

"Mungkin saya akan break dulu, rest dulu, karena mau finishing season dulu, karena liga masih jalan. Mungkin saya akan fokus dulu, baru nanti daftar lagi. Mungkin (targetnya) akhir tahun," tambahnya.

Cerita Susahnya Bagi Waktu Kuliah-Bertanding

Mantan bek PSIS Semarang dan Tokyo Verdy tersebut menceritakan perjuangannya hingga akhirnya lulus sarjana. Ia harus membagi waktunya antara berkuliah dan fokus memperkuat klubnya.

"Pasti banyak halangan, karena kan memang membagi waktunya agak sedikit susah karena saya harus ke Timnas, terus tim saya juga di luar negeri. Jadi saya kesusahan membagi waktu," ungkapnya.

Meski demikian, Arhan mengaku mendapat dukungan dari timnya, termasuk memberi izin agar dia pulang ke Indonesia untuk mengikuti wisuda.

"Alhamdulillah juga pihak Udinus juga ngasih kelonggaran juga buat saya ada (kuliah) daring. Jadi saya lebih tenang. Tim juga sangat suportif," katanya.

Pemain Timnas, Pratama Arhan, usai wisuda ke-87 Udinus di Hotel Patra, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Rabu (29/4/2026).Pemain Timnas, Pratama Arhan, usai wisuda ke-87 Udinus di Hotel Patra, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Rabu (29/4/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Didampingi Ortu-Selebgram

Saat diwisuda, ternyata Arhan tidak sendiri. Ia didampingi ibundanya, Makti, dan selebgram bernama Inka Andestha.

Di belakang Arhan ada ibu kandungnya dan seorang perempuan berkebaya krem. Dia adalah Inka Andestha, yang dikenal oleh warga Semarang sebagai selebgram.

Inka tampak menunggu Arhan saat diwawancara awak media dan saat berfoto bersama sejumlah orang di tempat wisuda. Sesekali Inka juga diajak berfoto bersama Arhan.

"Bangga (Arhan diwisuda)," kata Inka.

Ia tampak malu-malu dan tak mau ditanya lebih jauh. Saat ditanya statusnya dan sejak kapan ia bertemu Arhan, Inka pun tak mau menjelaskan.

"Nanti lah ceritanya, lain waktu," ujar si pemilik akun Instagram @inkathh itu sambil tersenyum.

Inka kemudian bersama Makti menunggu Arhan di ruang VIP, sedangkan Arhan kembali masuk ballroom.

Sementara itu Arhan juga tampak malu-malu saat ditanya awak media. Saat ditanya siapa yang menemaninya di wisuda hari ini, Arhan tak menjawab lugas.

"Ada keluarga saya," kata Arhan singkat.

Pemegang Ijazah Blockchain Pertama di Indonesia

Momen wisuda tersebut terasa spesial, karena Arhan menjadi salah satu penerima ijazah blockchain pertama di Indonesia.

Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono menyampaikan, penggunaan teknologi blockchain pada ijazah itu baru pertama kali dilakukan di Udinus. Tujuannya yakni menjamin keaslian dokumen dan mencegah pemalsuan.

"Untuk memverifikasi ijazah ini asli apa palsu itu jauh lebih mudah. Karena kita menggunakan layer blockchain, maka ijazah ini tidak bisa dihapus dan pastinya asli. Dan ini Mas Arhan sebagai perwakilan pertama," jelasnya.

Ia menambahkan, teknologi itu akan terus diterapkan pada seluruh wisudawan Udinus ke depannya. Bahkan berpotensi digunakan untuk mencatat seluruh rekam akademik mahasiswa sejak awal masuk hingga lulus.

"Insyaallah kita akan terapkan sampai selamanya, karena teknologi ini menurut saya bagus sekali. Di mana sesuatu yang sudah kita tulis di dalam block tidak bisa ditulis ulang," ucapnya.

"Bisa ditulis ulang tetapi akan kelihatan siapa yang menulis ulang. Sehingga sebenarnya pemanfaatan blockchain ini saya pikir tidak hanya untuk ijazah. Tapi pemanfaatannya bisa sangat luas," lanjutnya.

Sementara itu, Chief Information Officer Dubai Blockchain Center, Igor Arkhypenko menilai, langkah Udinus menjadi terobosan besar dalam pemanfaatan teknologi blockchain di dunia pendidikan.

Ia menyebut, selama ini banyak orang menganggap blockchain hanya berkaitan dengan keuangan atau cryptocurrency. Padahal, teknologi tersebut juga sangat relevan untuk verifikasi dokumen penting seperti ijazah.

"(Ini blockchain pertama di Indonesia?) Iya, ini pertama kalinya kita melihat implementasi blockchain di universitas untuk diploma. Ini menunjukkan blockchain tidak hanya untuk cryptocurrency, tapi juga untuk dokumen penting dan verifikasi keasliannya," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan blockchain memungkinkan lulusan membuktikan capaian akademik secara cepat di mana pun berada.

"Mahasiswa bisa membuktikan prestasinya di mana saja di dunia dalam hitungan detik. Misalnya melamar kerja ke Eropa atau Amerika, verifikasi bisa langsung dilakukan tanpa proses panjang," jelasnya.

Menurutnya, selama ini proses pembuktian dokumen akademik kerap memakan waktu lama karena harus melalui tahapan seperti penerjemahan dan legalisasi. Dengan blockchain, proses tersebut bisa dipangkas secara signifikan.

"Kalau sebelumnya butuh waktu lama untuk verifikasi, dengan teknologi ini bisa dilakukan dalam hitungan detik," katanya.

Semangati Rekannya yang Juga Masih Kuliah

Pratama Arhan kemudian memberikan kata-kata semangat kepada rekannya di Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang masih menempuh kuliah.

"Buat Egy (Maulana Vikri), Irfan Jauhari, Rio Fahmi, Nando (Ernando Ari), semoga cepat-cepat lulus ya kayak saya. Itu aja pesan saya," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Arhan juga mengajak generasi muda termasuk rekan-rekannya sesama pesepakbola untuk tetap menempuh pendidikan tinggi.

"(Kuliah) itu sih keputusan masing-masing, cuma buat teman-teman yang ingin kuliah atau mau dapat beasiswa, daftar di universitas ini," ujarnya.

Halaman 2 dari 2
(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads