Mojtaba Khamenei Ingatkan Pemimpin Iran soal Operasi Media Musuh

Internasional

Mojtaba Khamenei Ingatkan Pemimpin Iran soal Operasi Media Musuh

Novi Christiastuti - detikJateng
Jumat, 24 Apr 2026 14:21 WIB
Mojtaba Khamenei (File photo: Reuters)
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Foto: dok. Reuters
Solo -

Pemimpin tertinggi Iran mengingatkan jajarannya para pemimpin Iran terkait operasi media yang dilakukan musuh. Menurutnya, perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel belum berakhir.

Dalam pesannya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Press TV, Jumat (24/4/2026), Mojtaba membahas soal operasi media "musuh" yang menargetkan persatuan nasional Iran. Ini juga disebut perang psikologis.

"Operasi media musuh, dengan menargetkan pikiran dan jiwa rakyat, dimaksudkan untuk merusak persatuan dan keamanan nasional; semoga kelalaian kita tidak membiarkan niat jahat ini terwujud," kata Mojtaba memperingatkan rakyat Iran, dalam unggahan via media sosial X pada Kamis (23/4) waktu setempat, yang dikutip dari detikNews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mojtaba memuji persatuan warga Iran yang dinilai telah membuat musuh gusar. Menurutnya memperkuat persatuan ini akan semakin melemahkan musuh.

ADVERTISEMENT

"Karena persatuan yang luar biasa yang tercipta di antara sesama warga negara, telah terjadi keretakan pada musuh," sebut Mojtaba dalam pernyataannya, sembari menyoroti bahwa solidaritas yang belum pernah ada sebelumnya di Iran telah mengganggu perhitungan musuh yang berusaha melemahkan Teheran.

Peringatan Mojtaba itu disampaikan setelah tiga kepala cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif Iran merilis pernyataan bersama untuk mengecam komentar Presiden AS Donald Trump soal Iran terpecah menjadi dua kelompok, yakni "kelompok garis keras" dan "kelompok moderat".

"Iran sangat kesulitan menentukan siapa pemimpin mereka!" sebut Presiden AS itu dalam pernyataannya.

Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, dan kepala otoritas kehakiman Iran Gholam-Hossein Mohseni Ejei mengecam komentar Trump soal perpecahan di Iran.

Pernyataan itu disampaikan Kamis (23/4) pagi. Disebutkan bahwa "perpecahan antara kalangan ekstremis dan moderat" di Iran sebagai "provokasi tidak beralasan".

Perang yang berkecamuk antara Iran melawan AS-Israel diwarnai gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan pada 7 April lalu. Menjelang gencatan senjata berakhir, atau pada Selasa (21/4), Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata secara sepihak.

Namun Iran tetap mempertahankan pendiriannya, dengan penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, mengatakan: "Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa."




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads