Rumah Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Hoho Alkaf, jadi sasaran pelaku teror. Satu unit mobil Civic Turbo milik Hoho yang diparkir digarasi terbakar usai dilempar molotov. Begini penampakannya.
Dari foto yang dikirim Hoho ke detikJateng, terlihat mobil berkelir putih itu tampak gosong pada bodi samping dekat spion dan pintu depan sisi kiri. Garis polisi dipasang melintang di depan mobil itu. Adapun sebagian bodi mobil itu masih tertutup sarung warna silver.
Hoho mengatakan, aksi teror di rumahnya itu terjadi sekitar pukul 04.10 WIB, Kamis (23/4). Saat itu Hoho belum tidur setelah begadang bersama beberapa warga di rumahnya hingga dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jam 04.00 WIB lewat sedikit, sekitar 04.10 WIB atau 04.15 WIB. Saya sempat lihat CCTV, terus tidak lama kemudian terdengar suara dan api sudah besar," kata Hoho saat dihubungi detikJateng, Kamis (23/4/2026).
"Saya lari keluar, api sudah sampai atas, besar sekali. Mobil itu sudah terbakar. Itu mobil Civic Turbo saya, habis terbakar. Tidak bisa dipakai lagi," sambungnya.
Hoho menduga pelaku teror itu menggunakan bahan bakar jenis tiner. Ia juga menduga adanya penggunaan botol berisi bahan bakar yang dilempar ke mobilnya. Kobaran api itu juga berdampak pada atap garasi.
"Sepertinya mobil sudah disiram tiner dulu, terus dilempar seperti bom molotov. Jadi apinya langsung besar. Soalnya saya lihat itu mobil sudah berlumur tiner," ucap dia.
Dalam rekaman CCTV, Hoho melihat seseorang yang diduga sebagai pelaku melarikan diri menggunakan sepeda listrik.
"Saya lihat orangnya itu naik sepeda listrik. (Satu orang?) Iya satu orang. Dia lewat samping rumah, lalu kabur ke arah gang," kata dia.
Hoho saat itu sempat hendak mengejar pelaku. Namun, ia mengurungkan niatnya setelah teringat istri dan anaknya masih berada di dalam rumah.
"Saya mau ngejar. Saya sempat buka gerbang mau ngejar, tapi takutnya kan istri saya sama anak di dalam rumah, pada nggak bangun. Akhirnya saya teriak-teriak baru pada keluar," ujar dia.
Hoho bersama istrinya lalu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Setelah subuh, sejumlah warga sekitar berdatangan ke rumah Hoho.
Hoho mengatakan, ada warga sekitar yang juga mengaku melihat seseorang menggunakan sepeda listrik melintas dari arah rumahnya.
"Saya yakin, karena saya begadang, pasti dia muter-muter dan saya yakin dia itu ada yang mbayarin, yang nyuruh orang sini, atau bahkan pelakunya orang sini," kata dia.
"Saya berani ngomong tapi belum berani mengungkap nama, karena yang berani melakukan kayak gini pasti residivis plus mafia, pinter ngilang, karena dia pengecut dan pecundang," lanjut Hoho.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Banjarnegara. Kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut Hoho, peristiwa ini diduga terkait konflik penjaringan perangkat desa yang sempat menimbulkan konflik sebelumnya. Meski demikian, ia menyatakan tetap kukuh menjalankan proses sesuai aturan meski mendapat tekanan.
(dil/ahr)











































