Pencari Rumput di Brebes Digigit Ular Berbisa Gibug, Begini Kondisinya

Pencari Rumput di Brebes Digigit Ular Berbisa Gibug, Begini Kondisinya

Imam Suripto - detikJateng
Senin, 20 Apr 2026 20:40 WIB
Kondisi kaki Suradi, warga Siasem, Brebes, yang digigit ular berbisa jenis gibug usai mendapat penanganan. Foto diunggah Senin (20/4/2026).
Kondisi kaki Suradi, warga Siasem, Brebes, yang digigit ular berbisa jenis gibug usai mendapat penanganan. Foto diunggah Senin (20/4/2026). Foto: dok. Istimewa
Brebes -

Seorang pencari rumput di Brebes menjadi korban gigitan ular berbisa. Korban sempat hanya mendapat rawat jalan karena status BPJS yang nonaktif.

Unggahan ini viral di akun Instagram Exalos Indonesia. Dalam foto yang ditampilkan, tampak kondisi kaki korban dalam keadaan menggelembung dan melepuh.

"Kronologi seorang warga sedang mencari rumput, tergigit ular (waktu itu tidak tahu ular tersebut), kmdn di bawa ke RS, karena BPJS tidak aktif maka hanya di lakukan rawat jalan (dalam hal ini belum terlihat gejala yang mengarah pada gigitan ular berbisa)," demikian unggahan Exalos Indonesia seperti dilihat detikJateng, Senin (20/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masih dalam unggahan, ular yang menggigit korban juga disebut berjenis rhodostoma, biasa dikenal sebagai ular tanah atau ular gibug, atau viper tanah.

ADVERTISEMENT

Saat itu, pihak keluarga hendak membawa korban ke pengobatan tradisional. Namun, pihak Exalos membujuk supaya korban segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani.

Dimintai konfirmasi, petugas Damkar Satpol PP Brebes, Faizal Rivaldi, berujar korban diketahui bernama Suradi (69), warga Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Brebes.

"Itu ular jenis gibug, atau viper. Cukup berbahaya. Kami dari damkar masih mencari ular itu di sekitaran lokasi kejadian," kata Faizal, Senin (20/4) sore.

Sementara Suradi sendiri saat ditemui mengungkap, dirinya dipatok ular tersebut pada Kamis (16/4) sore. Saat kejadian, dia tengah mencari rumput untuk pakan kambing di sekitaran jembatan rel kereta api Kampung Kauman Brebes. Tiba-tiba kakinya diserang binatang melata.

Dia pun diantar berobat ke RSUD Brebes. Ia harus menjalani rawat jalan karena BPJS-nya nonaktif. Karena itu, oleh petugas, Suradi hanya mendapat obat antibiotik.

"Kamis sore setelah digigit ular, diantar ke RSUD Brebes. Rencana mau pakai BPJS tapi nonaktif, jadi saya minta rawat jalan. Disuruh beli obat anti-bisa ular tak ada uang, mahal sampai Rp 1,5 juta. Jadi disuntik antibiotik saja," jelas Suradi.

Esok harinya, bekas gigitan ular makin membengkak. Hari berikutnya, kulit kaki melepuh seperti luka bakar.

Dibantu pihak desa, Suradi akhirnya kembali ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut. Kini bagian kaki Suradi sudah dibalut perban usai ditangani petugas medis.

"Sekarang sudah mendingan. Sudah ditangani dokter atas bantuan desa," kata dia.

Terpisah, Kabid Pelayanan Medis dan Pengembangan Mutu RSUD Brebes, dr Aries Suparmiati, mengatakan saat ini pasien sudah ditangani petugas medis. Terkait masalah biaya karena keanggotaan BPJS nonaktif, pihaknya akan membantu dengan mencarikan dari CSR.

"Kami akan membantu pembiayaan, dengan mencari sumber pembiayaan lain, seperti CSR," tegas Aries.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads