Waspada Lur! Solo-Karanganyar Berpotensi Hujan Malam Ini

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 15 Apr 2026 17:29 WIB
Suanana banjir di Joyontakan Solo Rabu (15/4/2026) siang. Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Semarang -

Sejumlah wilayah di Solo terendam banjir imbas hujan deras yang terjadi kemarin malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan masih ada potensi hujan di Solo hingga Karanganyar nanti malam.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, memprakirakan wilayah Kota Solo bakal diguyur hujan dengan intensitas sedang malam nanti. Winda menyebut kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Karanganyar.

"Malam ini untuk saat ini sebaran hujan masih di Kabupaten Karanganyar yang pegunungan, contoh dari citra radar. Tapi, untuk nanti malam (wilayah Kota Solo) potensinya ada, tapi sedang," kata Winda saat dihubungi detikJateng, Rabu (15/4/2026).

Winda mengatakan, saat ini potensi cuaca ekstrem diprakirakan bakal terus berlangsung di Jawa Tengah. Hal tersebut terjadi lantaran adanya peralihan musim.

"Potensi-potensi cuaca ekstrem di masa peralihan peralihan ini memang malah potensinya besar. Potensi cuaca ekstrem, ya, termasuk hujan lebat disertai angin, kemudian sambaran petir, hujan es, puting beliung, hujan disertai angin kencang," tutur Winda.

Dia juga mengatakan, wilayah Solo Raya hingga Kabupaten Semarang dilanda hujan dengan intensitas lebat-sangat lebat Selasa kemarin. Diketahui, sejumlah wilayah di Jateng seperti Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Klaten, terdampak banjir akibat diguyur hujan sejak kemarin.

"Sebaran curah hujan harian kemarin itu memang di wilayah Jawa Tengah secara umum hujannya ringan hingga sedang. Namun beberapa wilayah seperti Solo Raya hampir semua, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Boyolali, Kemudian sebagian wilayah pegunungan tengah seperti Wonosobo, Banjarnegara, Banyumas, Magelang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang memang kemarin hujannya intensitasnya hingga lebat, bahkan sangat lebat," jelas Winda.

Winda menyebut, intensitas hujan yang sangat tinggi itu dipicu faktor lokal.

"Hujannya sekarang itu lebih kepada karena masih peralihan musim, dari musim penghujan ke musim kemarau. Kemudian lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lokalnya. Faktor lokalnya itu antara lain kelembaban di daerah tersebut, kemudian labilitas atau stabil atau tidaknya udara," bebernya.

"Nah, berdasarkan pantauan kemarin, memang di wilayah Solo Raya indeks stabilitasnya itu tinggi dibandingkan daerah yang lainnya," jelasnya.

9 Kelurahan di Solo Kebanjiran

Diberitakan sebelumnya, sembilan kelurahan di Kota Solo terendam banjir setelah hujan deras mengguyur sejak tadi malam. Ratusan rumah terendam, sejumlah warga sempat mengungsi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengungkapkan penyebab banjir menggenang di sembilan kelurahan. Salah satunya karena tidak ada talud di sepanjang aliran Sungai Jenes.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Murtono, mengatakan bahwa rumah yang berada di aliran Sungai Jenes terdampak banjir karena belum ada talud. Salah satu yang terdampak yakni wilayah RT 03 RW 15, Tipes, Serengan.

"Ya masih ada yang di aliran Sungai Jenes ini yang belum bertanggul, belum ada taludnya ini rata-rata semua terkena dampak banjir," katanya saat ditemui detikJateng di Tipes, Serengan, Rabu (15/4).

Dari data BPBD Kota Solo, ada 9 kelurahan yang terdampak, yakni Pajang, Kratonan, Joyosuran, Tipes, Bumi, Joyontakan, Panularan, Sondakan, dan Laweyan. Budi Murtono mengatakan, untuk saat ini banjir di Kota Solo sudah mulai surut.

"Ya lumayan tinggi ya, semalam ada yang selutut, ada yang sedada. Sudah (surut) hampir rata-rata sudah. Ini tadinya kan karena intensitas air yang tadi malam yang tinggi saja. Ketika ini sudah mulai turun ya ini sudah surut, cuma kan kita antisipasi yang hari-hari berikutnya," ujar dia.



Simak Video "Video: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah RI Akhir Bulan Ini"

(afn/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork